Meski hanya bisa bermain 1-over 72 pada putaran kedua Vantelin Tokai Classic 2023, Taiga Semikawa masih memegang kendali di puncak klasemen.
Taiga Semikawa harus menjalani putaran yang jauh berbeda ketimbang memulai pekan ini. Pada putaran kedua Vantelin Tokai Classic, ia harus bermain 11 stroke lebih banyak ketimbang ketika . Kencangnya embusan angin di West Course, di Miyoshi Country Club membuatnya hanya bisa mencatatkan skor 1-over 72.
Ia hanya bisa mencatatkan satu birdie di sembilan hole pertamanya, yang ia raih di hole 10. Sayangnya, ia harus mendapat bogey di hole 11, 13, dan 17. Dan upayanya memperbaiki skor tak kunjung membuahkan hasil, sampai ia menuai birdie di hole 7, yang membantunya mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara. Skor total 133 itu memberinya keunggulan satu stroke atas Yuta Kinoshita (70) dan Ryosuke Kinoshita (69).
Adapun Takumi Kanaya, yang mengejar gelar pengumpul hadiah uang terbanyak pada Japan Golf Tour Organization (JGTO) terpaut satu stroke di belakang duo Kinoshita setelah bermain dengan skor 68. Sedangkan Rikuya Hoshino menjawab kepercayaan Vantelin, yang menjadi sponsornya, dengan menorehkan skor terendah hari kedua, 66. Kini ia ada di peringkat T5 dengan skor total 136.
Bagi Semikawa, kegagalan untuk mencatatkan skor under pada hari kedua tidak terlihat menjatuhkan semangatnya.
”Untuk besok, ketimbang terlalu berfokus pada angin, saya ingin memukul bola lebih lurus, fokus melakukan hal itu.” — Taiga Semikawa.
”Meskipun putt dan pukulan saya tidak tajam, saya jadi banyak berlatih sabar di lapangan. Saya sangat yakin kalau putting saya bisa konsisten, skornya bisa lebih baik 4-5 stroke,” tutur pegolf yang bintangnya bersinar usai menjuarai Panasonic Open dan Japan Open saat masih berstatus amatir tahun 2022 lalu.
”Di hole 14 itu pukulan tee saya jatuh di titik yang saya incar, tapi sayangnya justru berhenti di bunker. Dari awalnya saya kira berada di posisi yang bagus, ternyata justru sebaliknya. Yang satu itu, juga dengan putting, menjadi dua aspek yang harus saya perbaiki.
”Posisi pin akan sulit besok, tapi melihat bagaimana saya bisa bertahan hari ini, saya merasa optimis. Untuk besok, ketimbang terlalu berfokus pada angin, saya ingin memukul bola lebih lurus, fokus melakukan hal itu.
”Kalau bisa mengandalkan nilai positif dari hari pertama dan berkonsentrasi pada tiap pukulan, saya kira saya bisa mengatasi tantangan di lapangan. Target saya? Beberapa birdie, mungkin tiga atau empat, dan jika putting saya kembali, mungkin bisa enam.”
Sementara itu, pegolf Amerika berdarah Jepang Shintaro Ban (69), pegolf Korea Yang Jiho (71), dan pegolf Filipina Juvic Pagunsan (69) kini menjadi wakil internasional terbaik dan sama-sama berada di posisi T22, tujuh stroke di belakang Semikawa.


