Carl Yuan menjaga peluangnya untuk mewujudkan gelar PGA TOUR pertama dalam kariernya pada ajang Sanderson Farms Championship.

Carl Yuan jelas menyadari bahwa harapan negaranya akan ada di pundaknya tatkala ia memainkan putaran final Sanderson Farms Championship hari Minggu (8/10) ini. Skor 5-under 67 pada putaran ketiga di The Country Club, di Jackson, Mississippi kemarin (7/10) membuatnya kini berada sendirian di tempat kedua, di belakang pimpinan klasemen Ben Griffin yang bermain tanpa bogey dengan skor 66 dan memegang keunggulan tiga stroke darinya dengan skor total 20-under.

Rekan senegara Yuan, Marty Dou Zecheng, juga kembali main solid dan mengemas skor 4-under 68 untuk berada di posisi T6 dengan skor total 16-under. Dou turut memperbesar peluangnya untuk mempertahankan kartu PGA TOUR ke musim 2024. Adapun pegolf China Taipei C.T. Pan yang mengemas skor 69 berada di posisi T18.

Seperti halnya Dou, Yuan juga tengah berjuang mempertahankan hak bertandingnya di sirkuit papan atas dunia ini. Ia memasuki pekan di Jackson itu dari peringkat 151 klasemen FedExCup, dengan hanya 125 pemain teratas yang berhak bermain pada musim 2024. Akan tetapi, dalam 18 hole ke depan, fokusnya jelas akan tertuju pada upayanya menjadi pegolf China pertama yang memenangkan ajang PGA TOUR.

”Ya, pastinya akan menjadi sangat penting buat saya, buat negara saya. Pastinya ada sesuatu yang saya usung di bahu saya, dan saya tak sabar untuk bermain dengan bagus besok,” tutur Yuan.

Dalam 29 turnamen yang ia ikuti, Yuan memang belum pernah masuk sepuluh besar. Prestasi terbaiknya ialah T14 pada ajang Rocket Mortgage Classic pada Juli lalu. Namun, Yuan benar-benar tampil luar biasa dalam 54 hole, di mana tujuh birdie dengan satu bogey pada putaran ketiga itu turut ia warnai dengan memasukkan putt terjauhnya dari jarak 6 meter di hole 13. Ia juga memimpin untuk kategori Strokes Gained: Tee to Green.

 

 

”Saya kira saya benar-benar melakukan banyak pukulan bagus. Saya kira saya bermain sangat cerdas, tahu di mana mesti mengarahkan pukulan dan saya pikir saya menjalankannya dengan baik. Saya juga sangat mempercayai lag putt saya; saya tahu kalau saya bakal melakukan beberapa laga putt di green yang licin itu, dan melatih kontrol jarak pukul untuk putt yang demikian. Saya juga merasa nyaman melakukan putt dari jarak 6 meter, 9 meter dari spot yang sulit dan tahu kalau saya punya peluang untuk langsung memasukkannya. Ada beberapa putt yang sangat bagus yang nyaris mengitari bibir lubang. Namun, saya senang dengan permainan saya di lapangan hari ini,” jelas Yuan.

Meskipun mengalami kesulitan dalam musim perdananya, di mana ia harus 15 kali gagal lolos cut, Yuan menilai ia masih dalam proses belajar setelah promosi dari Korn Ferry Tour.

”Saya tidak bisa bilang kalau saya menjaga emosi saya, tapi bisa menerima pukulan yang bagus dan buruk. Cuma pukulan golf, baik atau buruk, tetap fokus pada pukulan berikutnya dan terus melangkah,” sambungnya. ”Saya ingin melihat lebih banyak anak dan lebih banyak pemain dari China yang bermain pada Tour besar di sini. Saya akan melakukan apa yang bisa saya lakukan untuk menumbuhkan olahraga ini di negara saya.”

Dou, yang menempati peringkat 125 pada klasemen FedExCup, mengemas enam birdie dengan dua bogey dan kini tertinggal lima stroke dari pemuncak klasemen.

Adapun Griffin merasa puas bisa menempati posisi teratas dan peluang untuk melakukan terobosan dalam kariernya dengan menjuarai ajang PGA TOUR, menyusul skor 66 yang ia bukukan.

”Sangat bangga pada diri saya dalam menjalani rencana permainan. Beberapa pukulan tee saya meleset di sembilan hole terakhir, tapi saya masih bisa menyelamatkan bola, dan hal ini selalu menjadi salah satu kekuatan dalam karier saya. Meski ingin agresif, saya belajar kalau pada PGA TOUR Anda mesti luar biasa disiplin. Menyenangkan juga ketika pukulan saya meleset, saya justru punya peluang untuk melakukan sesuatu yang kreatif, tapi lebih menyenangkan lagi kalau main golf tanpa tekanan, dan rasanya saya sudah melakukannya dengan baik mungkin dalam 14, 15 hole hari ini,” jelasnya.