Mentalitas yang lebih stabil membantu Shubhankar Sharma memimpin skuad Asia pada hari pertama The Open Championship.

Kesempatan untuk mencoba Royal Liverpool sebelum pekan ini dan kondisi mental yang lebih stabil menjadi kunci bagi Shubhankar Sharma mencatatkan skor 3-under 68, sekaligus memimpin skuad Asia pada ajang The Open Championship.

Pegolf India yang hari ini genap berusia 21 tahun ini mencatatkan dua birdie dengan satu bogey di sembilan hole pertamanya, sebelum menambah dua birdie lagi di sembilan hole terakhir. Kini ia terpaut dua stroke dari Juara Amateur Championship Christo Lamprecht asal Afrika Selatan, pegolf Argentina Emiliano Grillo, dan pegolf Inggris Tommy Fleetwood.

”Ya, sangat senang (dengan hasil ini). Kami melakukan beberapa persiapan dengan baik sebelum ajang ini, dan bahkan sebelum pekan ini ketika saya ada di sini tiga pekan silam. Sungguh menyenangkan bisa melihat lapangan ini, memainkan tiga putaran lebih awal sebelum ajang ini dimulai,” tutur Sharma.

Meski permainannya terbilang sangat solid, pemegang dua gelar DP World Tour ini mengaku kondisi mental yang lebih stabil menjadi kunci penting baginya sepanjang 18 hole pertama di Royal Liverpool.

”Menurut saya mentalitas saya sangat stabil, dan saya pikir itulah hal terbaik dari hari ini. Begitu hal seperti ini terwujud, sisanya akan terasa lebih mudah dilakukan. Semuanya sekadar mengalir. … Saya tidak bilang kalau semuanya fantastis—putting fantastis, pukulan 9 dari 10. Semuanya berada di atas 8, yang artinya sangat, sangat bagus secara pribadi,” lanjutnya lagi.

Kualitas permainan Sharma memang terlihat dari statistik putaran pertama kemarin (20/7). Untuk kategori Strokes Gained: Approach, misalnya, ia berada di peringkat kedua dengan catatan +4,30. Sementara untuk Strokes Gained Total, pegolf yang beralih profesional tahun 2013 ini mencatatkan +5,24 dan menempati peringkat ketiga.

 

 

Pada putaran pertama itu, Sharma mencatatkan putt birdie terjauhnya di hole 4, yaitu dari jarak 4,5 meter, sementara yang terdekat ia ciptakan di hole 5 setelah pukulan approach-nya menyisakan jarak hanya 30 cm.

”Pukulan tee saya bagus, permainan iron juga solid. Saya memukul di jarak yang tepat dengan iron saya. Kecepatan dengan putting juga bagus. Jadi, tidak ada yang membuat saya tidak gembira,” tegasnya.

Setelah bermain dengan 3-under hingga hole 15, Sharma sebenarnya berpeluang meramaikan posisi teratas. Putting birdie di hole 17 par 3 yang menyisakan jarak 6,9 meter serta putt birdie dari jarak 14,7 meter di hole 18 par 5 nyaris masuk setelah ia mendapatkan jalur putt yang tepat. Sayangnya, kedua putt tersebut hanya mengantarkan bola mendekati hole dan akhirnya membuahkan par.

”Ya, keduanya berpeluang masuk, tapi tidak apa-apa juga. Saya senang bisa mendapat dua peluang birdie di dua hole terakhir. Suasananya sudah agak gelap, agak dingin. Saya melakukan pukulan yang sangat bagus di hole 17, tapi justru melepas peluang. Dan di hole terakhir dengan posisi pin di sana, saya berniat untuk melakukan lay up, tapi posisi pin itu menyulitkan saya untuk menciptakan spin pada bola dengan begitu kencangnya embusan angin,” jelas Sharma.

Ia jelas sadar bahwa perjalanan masih panjang. Ia harus memastikan bermain dengan solid pada putaran kedua hari ini untuk memastikan melangkah ke putaran akhir pekan, dan membuka peluang memperbaiki catatan penampilannya. Dalam dua partisipasi sebelumnya, Sharma finis di posisi T51.

”Putaran hari ini sangat panjang Mungkin lebih dari lima jam, lima jam dan 15 menit mungkin. Simpan energi dan bertahan sampai akhir putaran,” ujarnya.

Sementara itu, pegolf Korea Kim Siwoo terpaut satu stroke di belakang Sharma. Pemegang empat gelar PGA TOUR ini mencatakan empat birdie dan dua bogey untuk menghuni peringkat T13 dengan skor 2-under 69.

Adapun rekan senegara Kim, Im Sungjae, dan Juara Masters 2021 Hideki Matsuyama menempati posisi T19 dengan skor total 1-under 70.

 

Christo Lamprecht, Round 1 The Open Championship 2023.
Juara Amateur Championship Chirtso Lamprecht sempat memimpin puncak klasemen sendirian dengan skor 65 sebelum Tommy Fleetwood dan Emiliano Grillo menyamai skornya. Foto: The R&A.

 

Sementara itu, Juara Amateur Championship Christo Lamprecht sempat memimpin klasemen sendirian. Turun dengan ditemani oleh Devin Stenton, yang merupakan asisten pelatih tim golfnya di Georgia Tech University, Lamprecht melanjutkan relasi akrabnya dengan lapangan links. Ia bahkan bermain 4-under dalam sepuluh hole sampai akhirnya mendapat bogey pertamanya di hole 11. Dengan tambahan tiga birdie, termasuk di hole terakhir, dan satu bogey lagi di hole 16, Lamprecht melakukan sesuatu yang luar biasa membanggakan.

”Cukup sulit dipercaya. Senang melihat kerja keras di belakang layar selama ini bisa terbayarkan. Ini sesuatu yang tidak pernah saya impikan sebelumnya, tapi jelas cukup keren,” ujar Lamprecht.

Pegolf Afrika Selatan ini mengaku kondisi lapangan di Hillside, di mana ia memenangkan gelar Amateur Championship bulan lalu turut membantu permainannya di Royal Liverpool

”Layout-nya punya banyak bnker di jarak sekitar 274 meter, jadi saya bisa dengan nyaman melewatinya sehingga memberi keuntungan besar. Itu sebabnya, saya merasa nyaman bermain di sana, terutama dalam match play. Saya bisa agresif dan sangat menyenangkan. Di sini (Royal Liverpool) bunker ditempatkan dengan lebih baik, ada beberapa hole yang sudah jelas bisa dengan mudah saya lewati. Terutama hari ini,” sambungnya.

Sementara itu, Champion Golfer of the Year 2022 Cameron Smith mengawali pekan ini dengan torehan 1-over 72 dan berada di posisi T48. Adapun Rory McIlroy, Juara Genesis Scottish Open pekan lalu, harus puas bermain even par dan menempati posisi T31.