Permainan memukau putaran kedua membawa Hinako Shibuno ke posisi teratas The Chevron Championship.
Untuk pertama kalinya setelah U.S. Women’s Open 2020, pegolf asal Jepang Hinako Shibuno memimpin klasemen sementara dalam sebuah ajang Major. Pada putaran kedua The Chevron Championship kemarin (1/4), Shibuno mencatatkan skor 6-under 66 dan menggeser Jennifer Kupcho untuk berada di posisi teratas dengan keunggulan satu stroke.
Pegolf yang dijuluki ”Smilling Cinderella” ini sempat menampilkan performa yang memukau kala bertanding pada ajang Honda LPGA Thailand pada pertengahan Maret lalu dan finis T8. Ia sempat mengalami kesulitan ketika bertanding pada ajang JTBC Classic presented by Barbasol pekan lalu. Selain membuka dengan skor 71 dan 72, dan melanjutkan dengan skor 68, ia harus mengakhiri turnamen tersebut dengan skor 80.
Akan tetapi, yang ia tampilkan di Mission Hills Golf Club di Rancho Mirage, California pekan ini justru berbanding terbalik. Setelah bermain dengan skor 69 pada putaran pertama, Shibuno menorehkan tujuh birdie dengan satu-satunya bogey ia torehkan did hole 8 par 3. Skor total 9-under 135 pun praktis memberinya keunggulan satu stroke atas pimpinan klasemen hari pertama asal Amerika Jennifer Kupcho, juara bertahan Patty Tavatanakit, dan rekan senegara Kupcho Annie Park.
Pegolf Jepang ini menciptakan kejutan ketika meraih gelar Major pertamanya pada ajang AIG Women’s Open 2019. Kala itu ia bertanding untuk pertama kalinya di luar negeri dan memikat seluruh dunia dengan senyumannya dan kegemarannya akan makanan ringan. Dan kedua hal tersebut menjadi tema yang masih ia bawa hingga saat ini.

”Saya masih akan melakukan hal yang sama, dan saya akan makan dan saya akan tidur,” ujarnya kepada media menyinggung rencananya pada akhir pekan ini.
Tahun 2021 lalu ia gagal lolos cut. Kala itu ia berpikir Mission Hills merupakan lapangan yang sulit ia mainkan. Namun, Shibuno yang kita miliki kali ini adalah Shibuno yang berbeda. Kini ia telah menemukan pendekatan yang tepat untuk menaklukkan lapangan ini. Dan alasan itu dengan syarat ”saya melakukan swing lebih keras saat melakukan pukulan tee dan melakukan pukulan yang bagus untuk pukulan kedua. Ya, rough-nya, butuh tenaga yang cukup untuk memukul bola dari rough.”
Baginya tidak ada yang berbeda dari dirinya ketimbang ketika ia memenangkan Major tiga tahun silam itu. ”Permainan saya, permainan golf saya tidak banyak berbeda ketimbang ketika menjuarai British Open 2019, tapi kepribadian saya tidak berubah sama sekali. Saya makan lebih banyak makanan ringan,” ujarnya sambil tertawa.
Perjuangan Sang ”Smiling Cinderella” jelas masih panjang. Juara bertahan Tavatanakit, serta duo Amerika Park dan Kupcho hanya berjarak satu stroke darinya.
”Sebenarnya, inilah pertama kalinya saya merasa tahu apa yang saya lakukan ketika melakukan putting di green. Selain itu, saya juga sangat bangga pada pukulan approach saya. Saya berlatih sangat keras untuk hal itu dengan pelatih saya, Grant Waite, dan terus meningkatkan diri,” jelas Tavatanakit.

Adapun Park mencatatkan skor 36 hole terendah sepanjang keikutsertaannya dalam sebuah ajang Major. Ia juga hanya finis T56 pada ajang Major ini pada edisi 2016, dan finis T18 pada KPMG Women’s PGA Championship 2018 sebagai finis terbaiknya pada ajang Major.
”Sudah cukup lama sejak terakhir kali saya merasa sangat puas bermain di lapangan golf. Namun, secara keseluruhan, ini hari yang luar biasa dna saya merasa jauh lebih baik dengan long game saya. Putting saya juga jauh lebih baik. Ada banyak putt (birdie) yang sangat bagus di lapangan. Ada beberapa yang meleset, tapi secara keseluruhan pukulan saya cukup solid.”
Baginya, inilah pertama kalinya Park bersaing dalam sebuah ajang Major. Tidak heran jika ia merasa gembira dengan perkembangan yang ia peroleh dalam dua hari pertama ini. ”Tahun lalu saya mengambil jeda dua bulan untuk diri sendiri. Mungkin pekan lalu (pada ajang JTBC Classic) saya mulai kembali menikmati banyak hal. Bukan hanya golf, tapi secara umum, bisa melihat para penonton lagi dan sekadar menemukan kembali hasrat untuk golf.”
Kupcho, yang sempat memimpin pada hari pertama harus merelakan tergeser dari takhta utama itu lantaran bermain dengan skor 70.


