Hinako Shibuno menemukan kembali permainannya untuk membuka peluang bersaing pada ajang AIG Women’s Open.
Permainan Hinako Shibuno kembali bersinar dalam putaran pertama AIG Women’s Open kemarin (4/8). Pegolf Jepang yang meraih sukses Major perdananya lewat ajang ini pada tahun 2019 lalu terlihat menemukan permainan terbaiknya untuk memimpin klasemen sementara di Muirfield.
Pegolf yang dikenal dengan julukan ”Smiling Cinderella” menyusul kemenangannya di Woburn tiga tahun silam ini tampil mengesankan dengan skor 6-under 65.
Bermain pada pagi hari di lapangan links kerap memberi peluang bagi para pemain untuk mencatatkan skor yang solid. Hal inilah yang turut dimanfaatkan Shibuno ketika membukukan birdie di tiga hole pertamanya. Dengan total 8 birdie dan hanya dua bogey, Shibuno kini memegang keunggulan satu stroke atas pegolf Amerika Jessica Korda.
Sudah lama sekali sejak terakhir saya bermain bagus, terutama untuk putting. Sejujurnya, saya merasa sedikit takut, saya terus memikirkan soal hal itu (posisi klasemen). Kangen rasanya bisa berada di posisi atas,” tutur Shibuno.
”Dua tahun lalu ketika bermain di Royal Troon, angin benar-benar memengaruhi pukulan-pukulan saya. Saya tidak berpikir bagaimana bisa memanfaatkannya. Namun, dalam turnamen ini saya bisa mengadaptasikan gaya permainan saya dengan kondisi cuaca.”

Meskipun kehilangan kopernya pekan ini, Korda menampilkan permainan yang solid. Pegolf yang kini menghuni peringkat 14 pada Rolex Women’s World Rankings ini menorehkan skor 66, yang di antaranya ia raih dengan sebuah eagle di hole 17 par 5.
”Saya bahkan tidak memperhatikan papan klasemen. Ada banyak yang terjadi di lapangan dengan anginnya yang menyilang, sehingga saya berusaha mencari tahu ke mana harus menempatkan bola,” jelas Korda.
”Pada akhirnya, ketika melihat papan klasemen, saya merasa senang. Jujur saja, saya berada di zona saya sendiri. Anda mesti selalu demikian. Ini golf di lapangan links yang sangat menyenangkan. Tiap kali kami ke Skotlandia, kondisinya selalu seperti ini. Anda harus benar-benar siap dan menerima semua kondisi ini.”
Dua pemain kini berada di tempat ketiga dengan catatan 4-under 67, termasuk Louise Duncan, yang seakan memutar kembali waktu, seperti tatkala ia meluluhlantakkan Carnoustie tahun lalu. Kala itu ia finis di sepuluh besar dan meraih Smyth Salver sebagai pemain amatir terbaik.
Duncan bermain dalam grup pertama, bersama seniornya dari Skotlandia Catriona Matthew, yang dipercaya melakukan pukulan pertama, langsung memimpin dengan dua birdie di lima hole pertamanya. Pegolf berusia 22 tahun ini merasa bersemangat berkat kehadiran para penggemar dan eagle di hole 17 untuk menuntaskan putaran pertamanya dengan skor 67.
Pegolf Mexico, Gaby Lopez juga menorehkan empat under berkat tiga birdie di lima hole, mulai dari hole 10. Sementara sejumlah pemain tangguh lainnya menorehkan skor 68, seperti Maja Stark (Swedia), Chun Ingee (Korea), Celine Boutier (Perancis), Minjee Lee (Australia), dan Jodi Ewart Shadoff (Inggris).


