Skor 66 membantu Shin Jiyai memperbaiki posisinya untuk bersaing menuju akhir pekan.

Shin Jiyai memperlihatkan kelasnya persis ketika ia membutuhkannya. Skor 6-under 66 pada putaran kedua membantunya memperbaiki posisi pada ajang JLPGA Championship Konica Minolta Cup. Pegolf berusia 35 tahun ini memperbaiki catatan penampilannya setelah pada hari pertama menorehkan skor 73 di Passage Kinkai Island Golf Club, Nagasaki. Kali ini ia menorehkan tujuh birdie dengan hanya satu bogey sehingga kini berada di posisi T6, terpaut empat stroke dari Sakura Koiwai, yang kini menjadi pimpinan klasemen.

Koiwai mengambil alih puncak klasemen setelah membukukan skor 5-under 67. Dengan skor total 9-under 135, ia unggul satu stroke atas rekan senegaranya, Mao Saigo (69) yang sehari sebelumnya berada di posisi teratas bersama Mone Inami (71) dan Hinako Yamauchi (72).

Penampilan mengagumkan Shin ini jelas memberinya peluang untuk meraih kemenangan keduanya dalam turnamen ini. Ia pernah menjuarai ajang ini ketika memenangkan edisi 2018, yang kala itu dimainkan di Kosugi Country Club, di Toyama.

Sebagai salah satu pemain internasional terbaik yang bermain pada JLPGA Tour, pegolf Korea ini telah mengoleksi 29 gelar JLPGA dan berada di peringkat kedua daftar peraih hadiah uang. Dari total 275 turnamen yang ia mainkan, ia telah memenangkan ¥1.301.882.744 (Rp134,927 milyar).

Tahun 2023 ini ia telah memenangkan Earth Mondahmin Cup pada bulan Maret dan Daikin Orchid Ladies Golf Tournament pada bulan Juni.

”Kemarin saya main cukup bagus, tapi mengukur angin dan memahami kecepatan green menjadi tantangan tersendiri. Itu sebabnya, saya tidak bisa membuat banyak birdie. Namun, hari ini pukulan saya tetap solid dan cuacanya sedikit lebih tenang,” tutur Shin.

 

Sakura Koiwai, Round 2 JLPGA Championship Konika Minolta Cup 2023.
Bermain tanpa bogey dengan skor 67 membawa Sakura Koiwai ke puncak klasemen putaran kedua JLPGA Championship Konica Minolta Cup 2023. Foto: JLPGA Championship Konica Minolta Cup.

 

”Ketika memulai pagi ini rasanya kondisinya lebih menguntungkan. Saya yakin hari ini bakal jadi hari yang bagus buat saya, dan terbukti demikian.

”Saya kira green-nya akan makin keras, terutama dengan perubahan signifikan dalam beberapa hari ini, saya kira akan ada transisi untuk menjadi lebih keras.

”Sekarang saya berada di posisi yang bagus, masih ada dua hari lagi, dan saya akan berusaha semaksimal mungkin.”

Sementara itu, sang pimpinan klasemen merasa bersemangat dengan permainan tanpa bogey-nya.

”Hari ini green-nya lebih keras dan lebih licin, terutama pada sore hari. Namun, saya bisa beradaptasi dengan kondisi ini dan menyesuaikan permainan dengan baik,” tuturnya.

”Meskipun rasanya putt jarak jauh menjadi menantang, pukulan-pukulan saya tetap konsisten sepanjang hari ini. Masih ada dua hari lagi, saya akan terus main sebaik mungkin.”

Pegolf Korea lainnya, Bae Seonwoo, harus puas bermain even par setelah menorehkan lima birdie dengan tiga bogey dan satu double bogey. Kini ia berada di posisi T10.