Matt Fitzpatrick dan Tyrrell Hatton mengawali DP World Tour Championship dengan sama-sama menorehkan skor 7-under 65.

Kesempatan terakhir dalam perlombaan menjadi pegolf Eropa No.1 telah dimulai! Pegolf asal Inggris, yang merupakan Juara U.S. Open Matt Fitzpatrick melakukan start yang solid pada turnamen tutup musim, DP World Tour Championship, yang dimainkan di Jumeirah Golf Estates, Dubai ini.

Pegolf berusia 28 tahun ini memulai putaran pertamanya dengan lima birdie berturut-turut, lalu menambah dua birdie lagi untuk menuntaskan 18 hole pertamanya tanpa bogey. Upayanya untuk memenangkan ajang ini untuk ketiga kalinya jelas berjalan dengan sangat baik.

”Sejujurnya, saya malah tertawa, saya benar-benar bicara ke Billy (kedinya) kemarin, ketika kami menjuarai ajang ini tahun 2020, bukankah kita sempat melakukan hal serupa empat kali berturut-turut? Dan kemudian kami melakukan empat (birdie) berturut-turut, dan kami menertawai hal ini dan kemudian saya menjadikannya lima kali. Sungguh awal yang bagus!” ujar Fitzpatrick bersemangat.

”Yang pasti, hal yang paling memuaskan saya hari ini ialah saya memukul ke 17 green, dan satu-satunya yang meleset justru karena saya benar-benar bodoh, tapi itulah yang membuat saya senang hari ini, yaitu bahwa saya menciptakan peluang dan melakukan putt dengan baik.”

”Mungkin saya beruntung hari ini, saya bermain lebih pagi sehingga lapangan ini terasa lebih mudah dimainkan.” — Alex Noren.

Jika bisa mempertahankan penampilannya dan benar-benar tampil sebagai pemenang pada hari Minggu (20/11) nanti, Fitzpatrick diproyeksikan dapat finis di atas Rory McIlroy.

Akan tetapi, Fitzpatrick bukanlah pegolf pertama yang menorehkan skor 65 tersebut. Rekan senegaranya, Tyrrell Hatton, terlebih dahulu mematok skor terendah hari pertama setelah membukukan delapan birdie dan satu bogey. Bagi Hatton, catatan penampilannya kali ini jelas memberinya peluang untuk mewujudkan kemenangan pertamanya sejak terakhir menjuarai Abu Dhabi HSBC Championship 2021 di Uni Emirat Arab.

”Saya kaget mengetahui kalau ini putaran terendah yang saya mulai. Pastinya ini hari yang baik. Ada banyak pukulan bagus yang saya lakukan. Putter saya bagus. Senang dengan start seperti ini, meskipun kepala saya agak terpanggang saat ini,” tutur Hatton, yang telah memenangkan empat gelar Rolex Series.

Fitzpatrick dan Hatton untuk sementara unggul satu stroke atas pegolf Swedia Alex Noren, yang membukukan skor 66, sementara pegolf Spanyol Adri Arnaus menorehkan skor 67. Noren sendiri mengaku puas bisa mengakhiri putaran pertama dengan skor solid tersebut. ”Mungkin saya beruntung hari ini, saya bermain lebih pagi sehingga lapangan ini terasa lebih mudah dimainkan. Menurut saya lapangan ini agak sulit dengan rough-nya. Pekan lalu saya finis dengan baik, dan putting saya juga bagus di beberapa hole terakhir, jadi saya senang,” ujarnya.

McIlroy, yang kini memimpin klasemen DP World Tour Rangkings presented by Rolex hanya bisa mengawali pekan ini dengan skor 71. Adapun Ryan Fox, yang berpeluang menciptakan sejarah dengan menjadi pegolf Selandia Baru pertama yang menjadi pemain No.1 Eropa hanya membukukan skor 73.

 

 

”Jelas bukan skor yang saya harapkan, sudah main 3-under dalam delapan hole, mulai berpikir meraih start yang solid dengan beberapa peluang yang datang, saya justru mulai memukul bola dengan sedikit berantakan di sembilan hole terakhir. Saya mendapat bogey di hole 12 dan gagal mendapat birdie di hole 14 dan 15, dan kemudian kesalahan tak disengaja dengan tiga putt di hole 16,” jelas McIlroy, yang hari ini menorehkan lima birdie dengan empat bogey.

McIlroy mengakui lapangan di Jumeirah Golf Estate tahun ini lebih menuntut para pemain untuk bermain dengan akurasi yang lebih tinggi lagi. Akibatnya, lapangan ini lebih menghukum pukulan-pukulan yang meleset, ”dan saya jelas mendapati hal ini di sembilan hole terakhir hari ini,” sambungnya.

Empat wakil Asia, yang menjadi bagian dari 50 pemain elite pekan ini juga menorehkan hasil yang beragam. Pegolf Malaysia Gavin Green untuk sementara memimpin kubu Asia dengan menorehkan skor 2-under 70 berkat lima birdie dan dua bogey yang ia raih. Pegolf berusia 28 tahun ini untuk sementara terpaku di posisi T14.

Adapun pegolf India Shubhankar Sharma harus puas dengan skor 73 dan berada di posisi T33 bersama Fox, sedangkan pegolf China Li Haotong (75) untuk sementara ada di posisi T41, dengan rekan senegaranya Wu Ashun (78) di posisi terbawah.