Naraajie Emerald Ramadhanputra meramaikan persaingan di jajaran atas setelah membukukan skor 7-under 65 pada putaran kedua Mandiri Indonesia Open 2025.
Naraajie Emerald Ramadhanputra berpeluang untuk kembali menorehkan catatan mengesankan pada ajang Mandiri Indonesia Open. Dalam putaran kedua kemarin (29/8), pegolf berusia 25 tahun ini berhasil memperbaiki posisinya ke jajaran sepuluh besar setelah mengemas delapan birdie dan hanya satu bogey. Skor 65 tersebut kini membuatnya menduduki posisi T8 dengan skor total 8-under 136.
Sempat menciptakan bogey di hole 10, yang menjadi hole pertamanya, di Pondok Indah Golf Course, pegolf yang telah bergabung dengan Ciputra Golfpreneur Foundation sejak pertengahan Agustus lalu ini berhasil menciptakan irama permainan yang ideal setelah membukukan birdie pertamanya di hole 15. Momentum yang tercipta di sana berhasil ia lanjutkan dengan membukukan lima birdie berturut-turut, dimulai dari hole 17, 18, 1, 2, dan 3. Ia menambah dua birdie lagi dari hole 6 dan 9 untuk mencatatkan skor terendah dari kubu tuan rumah.
”Hari ini saya bermain dengan sangat sabar. Sedikit kesulitan juga karena di hole pertama sempat mendapat bogey. Setelah empat hole barulah bisa mendapat birdie, dan bisa menambah tujuh birdie lagi,” tutur pegolf yang telah menjuarai tiga gelar Asian Development Tour ini.
Kondisi lapangan yang relatif minim angin membuatnya lebih nyaman untuk bermain agresif. Dan buah dari keputusannya bermain lebih sabar juga membuatnya mampu menjaga fokus dan akurasi pukulan. Hal ini terlihat dari statistik permainannya, di mana ia berhasil memenuhi 14 dari 18 green in regulation. Dan ketika pukulan tee-nya gagal mencapai fairway, seperti di hole 15, 1, 6, dan 9, ia masih mampu mengantarkan bola ke posisi yang ideal untuk menciptakan birdie.
”… kualitas pukulan saya rasanya jauh lebih baik daripada putting saya.” — Naraajie Emerald Ramadhanputra.
Putting juga menjadi salah satu kunci penting dari permainannya kemarin. Ia hanya membutuhkan 25 putt—15 di sembilan hole pertama dan 10 di sembilan hole berikutnya—untuk mencatatkan delapan birdie.
Adapun satu-satunya bogey yang tercipta, terjadi lantaran ia gagal mengantarkan bolanya ke green, setelah terpaksa memukul dari luar fairway di hole 10.
”Pukulan saya cukup bagus minggu ini, ada banyak pukulan yang menyisakan jarak 4, 3 meter, dan putting saya juga cukup bagus. Namun, kualitas pukulan saya rasanya jauh lebih baik daripada putting saya,” jelasnya lagi.
Menempati posisi di sepuluh besar dengan 36 hole tersisa, Naraajie jelas memiliki banyak kesempatan untuk tidak sekadar mengulangi kisah suksesnya pada tahun 2019, ketika ia nyaris menjuarai ajang ini dan akhirnya finis di sepuluh besar kala itu. Namun, ia juga berpeluang mengikuti jejak Kasiadi, yang menjuarai ajang Nasional Terbuka ini pada 1989.
”Sudah pasti akan sangat berarti bagi saya karena saya kira sudah sangat lama sejak pegolf Indonesia terakhir menjuarai ajang ini. Jadi, kalau saya punya kesempatan, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa mengangkat trofi ini,” ujarnya. ”(Namun,) saya akan berusaha bermain seperti sekarang ini dalam dua hari berikutnya, mempertahankan proses permainan dan rutinitas sebelum melakukan pukulan, dari situ kita lihat bagaimana hasilnya pada dua hari terakhir.”

Pertandingan pada putaran kedua terpaksa dihentikan sekitar pukul 17:47 lantaran cuaca buruk dengan enam grup terpaksa meneruskan sisa hole mereka pagi ini. Meski demikian, dengan proyeksi cut-off pada 3-under, tiga wakil Indonesia lainnya bakal melangkah ke putaran akhir pekan.
Rekan Naraajie, yang juga bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation dan pemegang satu gelar Asian Development Tour Kevin Caesario Akbar juga berhasil memperbaiki catatan skornya dengan mengemas skor 3-under 69. Kini ia berada di posisi T34 dengan skor total 5-under 139.
Adapun pegolf yang menjadi pemain amatir terbaik pada edisi 2023 dan 2024, Gabriel Hansel Hari (69), serta pegolf amatir Amadeus Christian Susanto (71), sama-sama mencatatkan skor total 3-under 141 dan duduk di posisi T56.
Pegolf Malaysia Shahriffuddin Ariffin tampil sebagai pimpinan klasemen setelah menampilkan permainan luar biasa dengan catatan empat birdie dan dua eagle. Kedua eagle tersebut ia ciptakan dari hole 15 par 4 dan 18 par 5.
”Pukulan tee saya sampai ke tengah fairway (di hole 15) dan menyisakan jarak sekitar 97 meter ke pin. Jadi, saya memukul halus dengan wedge 54. Bolanya berhenti di dekat pin kemudian berputar mundur dan masuk ke lubang. Kemudian di hole 18, pukulan driver saya bagus dan saya melanjutkannya dengan memainkan 5-iron, yang menyisakan jarak sekitar 4,5 meter dari lubang, dan berhasil menciptakan eagle di sana. Begitu melihat papan klasemen, saya kaget juga, sepertinya tren permainan saya berlanjut,” jelas Ariffin, yang menciptakan skor 62 pada putaran final Ciputra Golfpreneur Tournament sepekan sebelumnya.


