Lima pegolf Asia telah memulai perjuangan mereka pada FedExCup Playoff untuk mewujudkan prestasi yang terkesan mustahil: menjuarai FedExCup.

Oleh Chuah Choo Chiang, Senior Director, Marketing & Communications APAC untuk PGA TOUR.

Ada satu statistik tertentu mengenai FedExCup yang berfungsi sebagai pengingat mengapa ajang ini menjadi hadiah utama pada PGA TOUR. Sejak pertama kali dimulai tahun 2007, hanya 13 pegolf yang bisa mengangkat trofi berkilau itu, dari kemungkinan 2.809 pegolf dalam 16 musim terakhir.

Peluang untuk memenangkannya sangat kecil, hanya 0,48% persisnya. Namun, hadiahnya juga luar biasa besar, di mana juara FedExCup akan membawa pulang total US$18 juta (sekitar Rp273,24 milyar). Meski demikian, perjalanan menuju kejayaan itu menuntut konsistensi yang teramat sangat sepanjang musim, dan berpuncak pada rangkaian Playoff yang dimulai dengan FedEx St. Jude Championship Kamis (10/8) kemarin. Ajang pekan ini menjadi ajang pertama dari tiga Playoff yang terbatas hanya pada 70 pegolf teratas.

Lima bintang Asia—kuartet Korea Tom Kim (peringkat 14), Kim Siwoo (18), Im Sungjae (32), An Byeonghun (32), dan bintang Jepang Hideki Matsuyama (57)—bermain di TPC Southwind di Memphis. Dan kelimanya sama-sama tahu bahwa belum pernah ada pegolf Asia yang memenangkan FedExCup.

Kedengarannya seperti judul film Mission: Impossible, misi yang mustahil bagi tiap mereka untuk menembus peluang dan menjungkalkan pegolf FedExCup No.1 Jon Rahm, No.1 Dunia Scottie Scheffler, atau Rory McIlroy yang mengikuti Playoff ini di peringkat ketiga dan mengincar mahkota keempat dalam perlombaan sepanjang musim ini.

Namun, sesungguhnya yang mustahil itulah yang kini diperjuangkan oleh para pemain Asia dalam tiga pekan ke depan.

 

Im Sungjae, FedExCup Playoff 2023.
Meski memasuki FedExCup Playoff dengan penampilan yang jauh dari musim 2021-2022, Im Sungjae yakin permainannya mulai kembali dan siap untuk bersaing. Foto: Getty Images.

 

Dalam sejarah golf, para pegolf pria dari Asia belum pernah dianggap sebagai favorit untuk memenangkan salah satu dari keempat kejuaraan Major. Kemudian Y.E. Yang dari Korea mewujudkan yang mustahil itu ketika ia mengejar ketertinggalan dan menaklukkan Tiger Woods yang tengah berada pada masa jayanya pada PGA Championship 2009. Woods belum pernah kalah dalam ajang Major dalam 14 gelar Major sebelumnya ketika memimpin dalam 54 hole. Kemudian tahun 2021, Matsuyama menuliskan kembali sejarah golf dengan menjadi pegolf Asia pertama yang merengkuh Jaket Hijau pada Masters Tournament.

An, kini berusia 31 tahun, ingat ketika menonton kemenangan bersejarah Yang atas Woods, yang menjadi inspirasi baginya untuk kemudian menjadi pegolf termuda yang menjuarai U.S. Amateur, dua pekan setelah prestasi besar Asia itu. ”Pastinya pegolf Asia pertama, pegolf Korea pertama yang memenangkan kejuaraan Major … sangat mengesankan,” ujar An, yag kembali mengikuti FedExCup Playoff untuk pertama kalinya sejak 2020.

”Kami semua mendapat kepercayaan diri melihat orang Asia melakukannya dan beberapa pekan kemudian, saya memenangkan U.S. Amateur. Saya yakin (kedua) prestasi itu membuat kami semua yakin kalau kami bisa melakukannya juga. Lalu ada juga K.J. (Choi) sebelum kami. Mereka menunjukkan bahwa kemenangan itu bisa diraih.”

Matsuyama akan berjuang untuk menembus 50 besar untuk bisa mengikuti BMW Championship pekan depan dalam upayanya memperpanjang rekor mengesankan setelah sebelumnya sembilan kali berturut-turut mengikuti TOUR Championship, ajang Playoff terakhir. Prestasi ini saja sebenarnya juga merupakan rekor tersendiri di antara para pegolf yang masih aktif.

Tahun 2017 silam, ia mengikuti Playoff dari peringkat No.1 setelah tiga kemenangan dan tiga kali finis di tempat kedua pada Musim Reguler. Sayangnya, permainannya surut dan menuntaskan musim itu di peringkat T23, finis terbaiknya pada Playoff, dan posisi ke-8 pada klasemen FedExCup. Rahm kini berada di posisi teratas berkat empat kemenangan dan enam kali masuk sepuluh besar.

 

Hideki Matsuyama, FedExCup Playoff 2023.
Fakta bahwa belum ada pegolf Asia yang menjuarai FedExCup menjadi motivasi bagi Hideki Matsuyama untuk meraih prestasi besar itu. Foto: Getty Images.

 

Matsuyama jelas menyadari kekeringan prestasi Asia di panggung terbesar PGA TOUR. ”Bersaing di sini, saya melihat ada begitu banyak pemain dari berbagai negara, dan belum pernah ada pemain dari Asia yang menang menjadi sesuatu yang memotivasi saya. Saya akan sangat senang jika lebih banyak orang percaya bahwa pemain dari Asia bisa memenangkannya,” ujar Matsuyama, yang menyamai rekor K.J. Choi sebagai pegolf Asia dengan gelar PGA TOUR terbanyak, delapan gelar.

Im menjadi pegolf yang paling nyaris memenangkan hadiah terbesar PGA TOUR. Musim lalu ia bertarung dengan luar biasa menghadapi McIlroy dan Scheffler sebelum akhirnya finis T2. ”Saya pikir (pengalaman itu) luar biasa,” ujar Im, yang telah dua kali menjuarai ajang PGA TOUR.

Penampilannya belakangan ini memang tidak sebagus musim lalu. Ia tercatat tiga kali finis di 25 besar dalam lima turnamen terakhir, tapi ia yakin bisa memantik api untuk bermain bagus pada Playoff ini. ”(Permainan saya) mulai kembali,” ujar pegolf berusia 25 tahun, yang berada di peringkat 10 untuk skor rata-rata dalam sejarah Playoff, dan juga di peringkat 10 dalam persentase melakukan satu putt.

Dengan pekan lalu finis di tempat kedua dan di tiga besar pada Genesis Scottish Open, An yakin target untuk masuk TOUR Championship, yang terbatas hanya bagi 30 pegolf teratas, akan memberi peluang untuk memenangkan FedExCup. ”Saya pikir rasa percaya diri itu ada. Sejauh memenangkan FedExCup, menurut saya target utamanya ialah menembus TOUR Championship dulu.”

CATATAN: Para penggemar golf di Indonesia bisa menyaksikan kelima bintang Asia ini berlaga pada FedEx St. Jude Championship melalui Mola TV.