Bintang-bintang Asia menikmati kemenangan pada hari pertama ajang WGC-Dell Technologies Match Play hari Rabu (22/3) kemarin.

Bintang golf asal Korea Im Sungjae menikmati hari pertama yang luar biasa pada ajang World Golf Championships-Dell Technologies Match Play. Permainan yang sangat solid memberinya kemenangan 8-6 atas pegolf Amerika Maverick McNealy. Hasil yang sangat positif ini turut melengkapi sejumlah kemenangan yang turut dibukukan oleh wakil Asia lainnya.

Rekan senegaranya, Kim Siwoo dan pemain debutan Tom Kim, juga menuai kemenangan. Siwoo unggul 4-3 atas pegolf Amerika Chris Kirk, sementara Kim menaklukkan pegolf Swedia Alex Noren dengan 2-1. Adapun bintang golf Jepang Hideki Matsuyama menang tipis 1-up atas mantan juara Kevin Kisner di Austin Country Club.

Satu-satunya kekalahan dari wakil Asia harus diderita oleh Lee Kyounghoon. Pegolf Korea ini harus mengakui ketangguhan pegolf Amerika Brian Harman 3-1. Sementara pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler memulai upayanya mempertahankan gelar dengan kemenangan tipis 1-up atas Davis Riley. Adapun pegolf No.2 Dunia Jon Rahm harus takluk 2-1 dari Rickie Fowler, yang permainannya tengah kembali ke kondisi prima.

Kemenangan Im tersebut menjadi selisih kemenangan terbesar ketiga dalam sejarah turnamen ini. Ia benar-benar memanfaatkan permainan McNealy yang berantakan, di mana pegolf Amerika ini justru mengemas 5 bogey dalam 12 hole. Im, yang pekan ini menjadi penampilan ketiganya pada turnamen ini, mencatatkan tiga birdie, yang terbukti cukup untuk memberinya kendali penuh sepanjang duel mereka. Kemenangan ini sekaligus membuka peluang bagi pegolf berusia 24 tahun ini untuk melangkah dari fase grup untuk pertama kalinya.

 

 

”Saya bisa menang besar, dan selalu terasa jauh lebih baik ketika bisa menang cepat pada ajang match play. Beberapa pukulan Maverick meleset dan permainannya tidak cukup baik, bukan hari yang baik baginya. Itu sebabnya saya bisa menang mudah. Masih ada dua hari lagi, saya akan berjuang sebaik mungkin,” ujar pegolf No.18 Dunia ini. Ia akan menghadapi J.T. Poston dalam duel berikutnya.

”Sangatlah penting untuk memenangkan partai pertama, meskipun fase grup selalu sulit diprediksi. Meski sudah menang dua kali, bisa saja Anda tidak lolos. Saya akan terus fokus sampai hari terakhir. Besok (hari ini) saya akan menghadapi J.T. dan menurut saya dia takkan melakukan banyak kesalahan.”

Kim, yang baru kali ini tampil pada ajang ini, juga menikmati kemenangan penting pada hari pertama. Meskipun lengannya terpaksa dibalut sekadar berjaga-jaga agar tidak cedera, pegolf berusia 20 tahun ini sukses menaklukkan bintang Ryder Cup Eropa, Noren. Enam birdie yang ia ciptakan membuat pertandingan berakhir di hole 17.

”Jelas partai yang pasang-surut. Tidak mudah. Saya melakukan beberapa kesalahan yang bisa saya perbaiki, tapi saya bermain sangat baik. Dan Alex jelas seorang petarung dan saya tahu itu, dan tahu bahwa duel ini tidak akan mudah. Saya cuma berusaha tetap fokus,” ujar Kim.

Pengalamannya melakukan sejumlah pukulan penentu ketika melakoni debutnya bagi Tim Internasional pada Presidents Cup bulan September 2022 lalu jelas menjadi modal penting ketika bermain pada ajang Dell Technologies Match Play pekan ini.

”Pengalaman tersebut jelas sangat bagus buat saya,” tutur Kim, yang memberi dua poin bagi Tim Internasional kala itu. ”Menurut saya, ini ajang yang selalu ingin saya mainkan, dan jelas dengan tekanan yang saya rasakan dari Presidents Cup, rasanya saya memiliki pengalaman yang sangat bagus, dan pastinya bermanfaat pada pekan ini.”

 

Tom Kim, Hari 1 WGC-Dell Technologies Match Play 2023.
Tom Kim melakukan debut yang positif dengan meraih kemenangan tipis 1-up atas Alex Noren pada ajang WGC-Dell Technologies Match Play 2023. Foto: Getty Images.

 

Permainan golf yang prima juga turut ditampilkan oleh Siwoo. Pemegang empat gelar PGA TOUR yang baru sekali lolos dari fase grup ini mencatatkan eagle di hole 13 par 4 dari jarak 22,5 meter, plus lima birdie lainnya, untuk memastikan kemenangan atas Kirk.

”Saya cuma berusaha memainkan permainan sendiri dan ternyata berhasil. Mengawali beberapa hole dengan baik, memukul bola juga dengan baik, dan permainan iron dan putter saya juga terasa nyaman. Menurut saya itulah alasan mengapa saya bisa finis dengan baik. Memenangkan partai pertama sangatlah penting. Kalau kalah, Anda juga akan kehilangan rasa percaya diri dan konsentrasi. Dengan awal ini, saya bersemangat dan merasa mendapat energi tambahan. Eagle di hole 13 sungguh menyenangkan!” jelasnya.

Meskipun menang tipis, Matsuyama jelas layak merasa berbangga. Pasalnya, ia berhasil menaklukkan spesialis match play Kevin Kisner, yang menjuarai ajang ini tahun 2019, serta finis di tempat kedua tahun lalu. Apalagi persiapan pegolf Jepang ini harus terbentur oleh lehernya yang kaku.

”Saya bisa memenangkan partai ini, jadi ini hasil yang sangat bagus. Ada kalanya saya tidak bermain dengan baik, tapi beberapa pukulan di lapangan membantu saya mempertahankan momentum,” tutur Matsuyama yang tampil untuk kedelapan kalinya. Sejak format grup mulai diperkenalkan tahun 2013, ia baru sekali lolos dari fase grup dan kini berharap bisa melangkah lebih jauh.