Para pegolf Korea mempertahankan posisinya di jalur perburuan gelar pada ajang Shriners Children’s Open.
Tom Kim mempertahankan peluangnya meraih gelar PGA TOUR kedua dalam empat turnamen yang ia mainkan. Sekali lagi ia menampilkan permainan solid ketika melakoni putaran kedua ajang Shriners Children’s Open. SKor 4-under 67 yang ia mainkan membuatnya bertahan di jajaran atas dan kini ada di posisi T3 bersama rekan senegaranya, Kim Siwoo.
Pegolf berusia 20 tahun itu sebelumnya telah menjuarai Wyndham Championship bulan Agustus 2022 lalu dan menjadi salah satu bintang dalam gelaran Presidents Cup. Momentum dari ajang bergengsi itu ia bawa dengan menorehkan empat birdie di sembilan hole pertamanya di TPC Summerlin untuk menorehkan skor total 1–under 132, dua stroke dari pegolf Chile Mito Pereira yang kini menjadi pimpinan klasemen.
Siwoo sendiri mengimbangi permainan rekan senegaranya itu. Sempat mendapat triple bogey di hole 12 par 4, ia langsung bangkit dengan menorehkan eagle dan birdie di hole 15 dan 16 untuk kemudian mencatatkan skor 68, yang turut terbantu oleh tiga birdie dalam lima hole pertamanya.
Pegolf Korea lainnya, Kim Seonghyeon, yang merupakan lulusan Korn Ferry Tour, terpaut dua stroke dan berada di posisi T8 setelah kemarin (7/10) menorehkan skor 69. Sedangkan sang juara bertahan, Im Sungjae, akan memulai putaran ketiga dari peringkat T17 setelah menorehkan skor 70.
Pereira, yang juga ikut membela Tim Internasional, kini memegang keunggulan satu stroke dengan skor total 12-under berkat permainan mengagumkan yang memberinya skor 63. Pesaing terdekatnya, Robby Shelton, juga mengikuti langkahnya itu dan berada sendirian di tempat kedua.
Tom jelas terus menunjukkan bahwa ia benar-benar menjadi pemain bintang setelah sekali lagi menampilkan permainan yang konsisten. Empat birdie dalam tujuh hole yang ia mainkan, termasuk tiga birdie berturut-turut dari hole 5, menjadi bukti ketangguhannya. Bahkan birdie di hole 5 itu ia torehkan dari jarak 6,6 meter. Meskipun permainannya agak melempem di sembilan hole terakhir, ia mengaku puas dengan raihannya pada putaran kedua ini.
”Saya mendapatkan sembilan hole yang luar biasa. Lalu saya menjadi agak melunak dan tidak mendapat birdie lagi serta menuntaskan permainan dengan sepuluh par berturut-turut,” jelasnya.
”Rasanya cukup membosankan setelah sembilan hole pertama itu, tapi saya masih bertahan dan mempertahankan peluang, saya pikir itulah hal terbesarnya, tidak langsung kehilangan (fokus). Saya bisa tetap sabar dan menempati posisi yang bagus untuk akhir pekan.”
Siwoo justru harus memulai permainannya dengan mengecewakan. Bermain dari hole 10, di hole 12 itu ia harus mendapat triple bogey setelah pukulan ketiganya justru masuk ke air. Namun, Juara PLAYERS Championship 2017 ini langsung bangkit dan menorehkan eagle dari bunker di samping green di hole 15 par 4.
Dari sana permainannya berlanjut dengan menorehkan birdie di hole 16 par 5, yang dimainkan sepanjang 462 meter, di mana ia berhasil mencapai green dalam dua pukulan.
”Upaya bangkit yang luar biasa dari triple bogey itu. Saya hanya berusaha bermain, dan saya pikir saya sangat beruntung dan rasanya keberuntungan itulah yang sangat membantu,” tutur Siwoo.
”Saya agak ragu memilih club (di hole 12 yang berujung pada triple bogey) dan kemudian melakukan pukulan pull hook. Saya selalu melakukan pull hook yang sedikit berlebihan, jadi bola saya meleset. Saya kehilangan satu pukulan dan mendapat posisi bola yang sulit. Lalu chipping saya juga buruk sehingga mendapat triple bogey. Namun, Manny (Manuel Villegas), kedi saya, terus mengingatkan saya untuk tetap positif dan bahwa kami bisa bangkit. Ya, saya terus berpikir positif dan memainkan permainan saya.”
Pegolf Korea lainnya, An Byeonghun, dan pegolf China Taipei Kevin Yu, ikut melangkah ke akhir pekan setelah sama-sama menorehkan skor 68 dan berada di posisi T38. Lee Kyounghoon juga bangkit dengan skor 66 dan berhasil lolos cut dengan menempati posisi T61.
Sayangnya, langkah mereka belum dapat diikuti oleh trio pegolf China. Carl Yuan, Luo Xuewen yang lolos melalui kualifikasi hari Senin, dan Dou Zecheng harus pulang lebih awal.


