Bermain tanpa bogey, Brad Kennedy melakukan start awal yang mengejutkan pada ajang Vantelin Tokai Classic.
Bagi Brad Kennedy, Miyoshi Country Club bukanlah lapangan yang menyenangkan. Selama bermain di lapangan ini ia tidak pernah mencatatkan skor yang bagus. Maka ketika ia menorehkan skor 4-under 67, bahkan tanpa membukukan satu bogey pun, pegolf berusia 48 tahun ini jelas mengaku terkejut. Ia tak pernah mengira bakal bisa menorehkan skor terbaiknya selama bermain di lapangan tersebut.
Kennedy membukukan birdie di hole 5, 9, 11, dan 15 untuk menorehkan skor 67. Catatan skor ini, untuk sementara, menempatkannya di peringkat T3, dua stroke di belakang sang pemimpin klasemen, Genki Okada, yang menutup 18 hole pertama ajang Vantelin Tokai Classic dengan skor 65.
Skor 67 ini merupakan skor under kesembilan secara berturut-turut yang berhasil dibukukan Kennedy sejak ajang Shinhan Donghae Open. Tujuh di antaranya bahkan ia torehkan dengan skor di bawah 70. Jelas ia merasa puas dengan permainanya sejauh ini.
”Hari yang solid dan bahkan ketika berada di posisi yang tidak menguntungkan, saya masih bisa melakukan up-and-down dan mempertahankan momentum,” tutur Kennedy, yang musim ini telah lima kali finis di sepuluh besar.
”Hari ini saya memainkan wedge dengan baik dan menciptakan banyak peluang. Saya juga membuat dua birdie dengan 8-iron, yang benar-benar bonus. Saya hanya berusaha main lebih baik dan belajar tiap kali bermain di sini.”
”Miyoshi CC bukan lapangan yang cocok buat saya dan ajang ini sering saya abaikan.” — Bard Kennedy.
Bermain agresif secara cerdas sambil menjaga fokus menjadi kunci permainannya pada hari pertama ini.
Catatan permainannya yang mengecewakan di lapangan ini membuat Kennedy hanya bermain tiga kali pda turnamen ini sejak bermain penuh di Jepang. Ia memberanikan dirinya untuk mengikuti turnamen yang biasanya ia abaikan ini.
”Miyoshi CC bukan lapangan yang cocok buat saya dan ajang ini sering saya abaikan,” jelas Kennedy, yang sebelumnya finis 24 (2014) dan T32 (2019) dalam dua penampilan sebelumnya.
”Hari ini saya membebaskan diri dari ekspektasi dan memainkan pukulan dengan niat yang mutlak. Besok akan menjadi ujian lainnya yang sudah saya persiapkan.”
Okada, sang pimpinan klasemen, meraih posisi teratas pada hari pertama berkat lima birdie yang ia bukukan di sembilan hole terakhirnya. Skor 65 ini membuatnya unggul satu stroke atas Daiki Imano.
Sementara itu, Todd Baek dari AS dan Gunn Charoenkul dari Thailand menjadi dua pegolf internasional lain yang mencatatkan hasil solid, 68, pada putaran pertama. Adapun sang juara bertahan, Chan Kim dari AS hanya bisa bermain dengan skor 71.


