Para pemain Asia menorehkan awal yang cemerlang pada putaran pertama Mexico Open.
Pegolf China Taipei C.T. Pan melanjutkan upayanya mengejar gelar PGA TOUR kedua dengan meyakinkan. Pada putaran pertama Mexico Open kemarin (28/4), ia mencatatkan skor solid 5-under 66. Upayanya tersebut menempatkannya hanya terpaut dua stroke dari puncak klasemen ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$7,3 juta ini.
Pan mencatatkan enam birdie dengan satu bogey kala bermain di Vidanta Villarta. Enam pemain, termasuk pegolf No.2 Dunia John Ram menorekan skor 64, untuk menempati posisi teratas. Adapun pegolf Jepang Satoshi Kodaira berhasil membukukan birdie di hole terakhirnya untuk bermain dengan skor 67. Pegolf Korea Kang Sung dan pegolf India Anirban Lahiri sama-sama menorehkan skor 68.
Setelah tiga kali menikmati empat putaran sejak ajang Valspar Championship bulan lalu, Pan, Juara RBC Heritage 2019 yang kini menghuni peringkat 81 pada klasemen FedExCup memulai kampanyenya dengan menorehkan birdie dari jarak 9 meter. Ia kemudian menambah koleksi birdie-nya dari jarak dekat di hole 5, 7, 11, 14, dan 17. Sayangnya, ia harus meraih satu-satunya bogey di hole 6 par 5 lantaran pukulan keduanya melenceng jauh dari targetnya.
Seperti halnya Pan, Kodaira juga tengah mengincar gelar PGA TOUR keduanya setelah menjuarai RBC Heritage 2018. Permainan hari pertama jelas memberinya peluang untuk mewujudkan mimpinya itu. Hasil yang bagus, apalagi kemenangan, jelas menjadi sesuatu yang ia butuhkan, terutama setelah tak sekali pun ia finis di sepuluh besar sejak meraih kemenangan pertamanya empat tahun silam itu.
”Hole-in-one ini menjadi yang pertama kalinya saya lakukan dalam turnamen sebagai pegolf profesional, meskipun saya sudah pernah juga melakukannya waktu junior bersama tim nasional.” — Kiradech Aphibarnrat.
Demikian pun, upaya pegolf berusia 32 tahun ini tampaknya bakal menempuh jalan terjal setelah membukukan bogey di hole 2 par 4. Beruntung ia bisa memperbaiki permainan dan menorehkan birdie di hole 3, 7, dan 9. Memasuki sembilan hole kedua, ia harus dua kali mendapat bogey, namun juga mencatatkan tiga birdie, termasuk ketika menuntaskan hole terakhirnya.
”Kalau melihat (permainan tadi), saya bisa mendapat banyak birdie, tapi juga mendapat tiga bogey akibat kurang hati-hati. Itulah yang harus saya coba bersihkan besok (hari ini),” tutur Kodaira. ”Lapangannya cukup panjang dan sulit, tapi saya memukul bola dengan baik dan bisa menghindari banyak masalah. Semoga saya bisa melanjutkan momentum ini.”
Salah satu pukulan yang mendapat sorotan pada putaran pertama itu ialah hole-in-one yang dibukukan Kiradech Aphibarnrat. Untuk pertama kali dalam kariernya pada PGA TOUR, mantan pegolf No.1 Asian Tour ini memasukkan bola dengan satu pukulan di hole 5 par 3 yang berjarak 173 meter dengan 5-iron-nya. ”Jarak saya 173 meter ke lubang, dengan angin berembus dari kanan. Saya bilang ke kedi kalau saya mesti memukul tinggi 173-178 meter yang solid ke kanan hole. Saya tahu slope-nya dari kanan ke kiri, tapi tidak mengira bolanya masuk ke lubang,” tutur Kiradech, yang sempat finis T3 pada ajang WGC-Mexico Championship 2021.
”Cara saya memulai dua hole pertama, saya sudah main 3-over, saya berusaha mengembalikan posisi. Saya hanya berusaha memukul hingga 0,5-1 meter di hole itu. Hole-in-one ini menjadi yang pertama kalinya saya lakukan dalam turnamen sebagai pegolf profesional, meskipun saya sudah pernah juga melakukannya waktu junior bersama tim nasional. Senang rasanya bisa memasukkan bola dalam satu pukulan dan rasanya sepanjang hari saya merasa beruntung.”
Sementara itu, Rahm menunjukkan reputasinya sebagai pegolf dengan peringkat dunia tertinggi kali ini. Chipping yang ia lakukan di hole 17 itu membantunya menorehkan skor 64 untuk meramaikan posisi teratas. Lima pemain lain yang juga menorehkan skor serupa ialah Jonathan Byrd, Brendon Todd, Trey Mullinax, dan Bryson Nimmer yang mendapat hak bermain setelah menembus Monday Qualifier.


