Kemenangan Wyndham Clark pada U.S. Open, plus sukses Hovland meraih kemenangan pertamanya di Amerika.

Oleh Helen Ross.

Wyndham Clark tidak pernah lolos cut ketika mengikuti U.S. Open, apalagi bersaing dalam kejuaraan Major. Malahan, finis terbaiknya dalam enam penampilannya pada ajang Major ialah ketika ia finis di posisi 76 pada The Open Championship 2020.

Namun, untuk segala sesuatunya pastilah harus menempuh langkah pertama. Dan bagi Clark, enam pekan setelah menjuarai gelar PGA TOUR pertamanya pada Wells Fargo Championship, untuk pertama kalinya ia siap ketika waktunya tiba. Ia mengawali pekan itu dengan skor 64, berbagi posisi teratas menuju putaran final, dan mengalahkan Rory McIlroy dengan satu stroke untuk meraih 600 poin FedExCup dan melompat ke peringkat 4 pada klasemen sepanjang musim.

Clark finis dengan total 10-under dan tidak pernah di luar tiga besar pada akhir tiap putaran di Los Angeles Country Club itu. Ketangguhan mentalnya menjadi salah satu faktor penting, seperti halnya pukulannya yang presisi, terutama di tiga hole terakhir yang sangat menantang. Pegolf asal Denver ini menjadi satu dari hanya empat pemain yang memainkan hole 16-18 di bawah par sepanjang pekan itu. Ia melakukan putt sejauh 32,7 meter dan 11 inci di atas green dan memperoleh +3,18 stroke ketimbang pemain lainnya—kedua angka itu menempatkannya di posisi No.1.

Salah satu putt tersebut bisa dibilang tinggal disenggol untuk par setelah pukulan Clark meleset di green hole 17 pada hari Minggu itu, dan secara cemerlang ia melakukan pukulan pitching hingga menyisakan jarak kurang dari semeter. Kualitas itu jelas tidaklah jelek buat pegolf yang berada di peringkat 52 untuk urusan scrambling saat memasuki pekan Major itu—dan sungguh ia butuhkan lantaran keunggulan tiga stroke setelah birdie di hole 14 par 5 menjadi hanya satu stroke lantaran bogey di hole 15 dan 16.

Setelah par penentu, ia bukannya bisa bermain dengan lebih mudah di hole ke072 itu. Pukulan approach Clark memang mencapai green, tapi ia harus melakukan dua putt dari jarak 18 meter untuk memastikan kemenangan itu, sementara McIlroy menyaksikannya dengan harapan bisa melangkah ke babak play-off. Seklinisnya Clark memainkan rangkaian hole terakhirnya, pegolf berusia 29 tahun itu juga mengawali tiap putarannya dengan awal yang luar biasa. Eagle di hole 1 pada hari Kamis, birdie di hole 10 pada hari Jumat, dan birdie lagi di hole pertamanya dalam dua putaran final itu. Total 5-under yang ia bukukan menyamai catatan Jon Rahm sebagai skor terendah pada hole pembuka sejak 2003.

 

Wyndham Clark, Juara U.S. Open 2023.
Dari tidak pernah lolos cut pada U.S. Open, Wyndham Clark tampil sebagai Juara U.S. Open 2023. Foto: Getty Images.

 

Hovland Digdaya di Rumah Jack
Viktor Hovland telah memenangkan tiga gelar PGA TOUR, tapi belum pernah memenangkan satu gelar pun di Amerika. Pegolf Norwegia ini justru memilih panggung yang cukup besar untuk melakukan terobosan besar di Amerika itu dengan mengalahkan Denny McCarthy lewat play-off di Muirfield Village untuk memenangkan Memorial Tournament presented by Workday, turnamen yang digelar oleh sang legenda Jack Nicklaus.

Pegolf berusia 25 tahun, yang kin telah menjuarai satu ajang PGA TOUR dalam empat tahun terakhir, mesti memasukkan putt dari jarak 8,4 meter di hole 17, dan mengamankan dua par untuk memaksakan play-off. Hovland memainkan tiga hole terakhir dengan 2-under pada pekan itu, yang membuatnya mengungguli peserta lain, memperoleh 2,45 stroke melampaui pemain lain di kedua hole terakhir itu hanya pada putaran final saja. Ia menempati posisi teratas untuk statistik Strokes Gained: Total (+6,40) dan Tee to Green (+4,33), serta finis di peringkat 5 untuk Putting di dua hole terakhir, memberinya 2,06 pukulan melampaui para pemain lain.

Petaka McCarthy terjadi di hole 19, yang memberinya bogey dalam permainan reguler pada hari Minggu yang berat itu. Hal serupa terjadi lagi saat play-off.

Pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler finis dengan 67, skor terendah putaran final dan menjadi satu dari hanya sepuluh putaran di bawah par di lapangan yang keras dan green yang licin. Permainannya yang biasanya tajam dari tee ke green, menempatkannya sebagai pemain terbaik untuk kategori Strokes Gained: Off the Tee, Tee to Green, Approach the Green, dan Around the Green.

Namun, pegolf asal Texas yang telah 12 kali mencatatkan sepuluh besar—terbaik pada PGA TOUR musim ini—itu masih terus kesulitan dengan putter-nya. Ia berada di urutan terakhir dari 65 pemain yang menuntaskan 72 hole dalam kategori Strokes Gained: Putting. Meski begitu, statistik Strokes Gained: Tee to Green totalnya +20,692 merupakan yang terbaik kedua dalam turnamen 72 hole sejak era ShotLink. Vijay Singh masih menjadi yang terbaik ketika mencatatkan +21,140 [ada ajang Deutsche Bank Championship 2004.

Taylor Menang di Hadapan Pendukungnya
Ada dua pemenang pada ajang RBC Canadian Open bulan Juni 2022 lalu. Yang pertama ialah pegolf Kanada Nick Taylor, yang memasukkan putt eagle sejauh 21,6 meter di hole play-off keempat untuk mengalahkan Tommy Fleetwood. Dan yang kedua ialah rekan senegaranya yang telah menunggu 48 tahun untuk kemenangan di negeri sendiri … dan yang merayakannya dengan penuh semangat!

 

Viktor Hovland, Juara Memorial Tournament presented by Workday 2023.
Memorial Tournament presented by Workday 2023 menjadi turnamen pertama di Amerika yang berhasil dimenangkan Viktor Hovland. Foto: Getty Images.

 

Tanpa skenario yang berbeda, Taylor tidak bakal menjadi pusat perhatian dari perayaan yang gempita di green hole 18 di Oakdale Country Club itu. Ia mengawali ajang di negerinya itu dengan skor 75 dan berada di peringkat 120 pada putaran pertama. Namun, ia memainkan 54 hole berikutnya dengan catatan 20-under untuk kemenangan ketiganya pada PGA TOUR.

Hanya Ian Poulter, pada Houston Open 2018, yang melakukan loncatan besar untuk meraih kemenangan (setelah mengawali dengan berada di peringkat 123. Dengan menyertakan Poulter dan Taylor, ada 21.728 pemain dalam ajang 72 hole itu. Taylor, yang memainkan putaran final dengan skor 66 mencatatkan 10,29 stroke dari tee ke green, yang menjadi catatan tertinggi dalam karier PGA TOUR-nya. Total 26 birdie yang ia raih pekan itu juga menjadi catatan birdie terbanyak, empat birdie melebihi catatannya terdahulu.

Bradley Wujudkan Impian Masa Kecilnya
Ketika mungkin Anda tidak membayangkan bahwa Keegan Bradley yang asal Vermont menjuarai satu-satunya ajang PGA TOUR yang digelar di New England, dalam turanmen yang ia tonton dan hadiri saat masih kecil, persis itulah yang terjadi! Panitia Travelers Championship bahkan telah menyiapkan trofi serupa untuk kedua putranya juga!

Bradley menciptakan kesan bahwa pekan itu bakal menjadi miliknya ketika ia menorehkan birdie di lima hole pertamanya pada hari Kamis. Ia hanya membuat satu bogey pada putaran pertamanya, lalu memainkan 52 hole berikutnya tanpa bogey dan melejit untuk menciptakan rekor turnamen 23-under di TPC River Highlands.

Musim ini Bradley pun resmi memenangkan gelar keenamnya dengan total 27 birdie, yang mengimbangi raihan birdie terbanyak pada ajang Travelers Championship sejak 1983. Secara khusus ia tampil luar biasa di hole-hole par 4, yang ia mainkan dengan 16-under, memberinya 12,22 Strokes Gained: Total. Bradley menggunakan teknik AimPoint yang kian populer untuk membaca green di TPC River Highland dengan sukses. Ia memasukkan total 125,7 meter dan 6 inci putt, yang merupakan total terbaik ketiga dalam kariernya. Ia juga tidak pernah meleset memasukkan putt dari jarak 2,1 meter dalam 52 kesempatan yang ia raih pekan itu.