No.1 Dunia Scottie Scheffler mendominasi dengan dua kemenangan beruntun, lalu ada juga kemenangan oleh Peter Malnati, Stephen Jaeger, dan Austin Eckroat.

Oleh Helen Ross.

Mungkin kita tidak terlalu kaget. Apalagi Scottie Scheffler tidak membukukan skor lebih besar daripada skor 68 pada putaran final dalam turnamen yang ia ikuti tahun ini. Belum lagi, ia bertolak ke Ponte Vedra Beach, Florida dengan kemenangan di Bay Hill sepekan sebelumnya.

Demikian pun, ia menempel Xander Schauffele dengan terpaut lima stroke menuju 18 hole terakhir pada THE PLAYERS Championship. Dan bisa bangkit seheboh itu di Stadium Course, TPC Sawgrass yang kejam, jelas bukan hal yang mudah.

Pegolf No.1 Dunia ini memang layak menunaikan tugasnya. Ia menciptakan enam birdie dan sebuah eagle untuk menorehkan skor 64, yang menyamai skor putaran final terendah milik Davis Love III (2003) dan Fred Couples (1996) yang pernah diraih oleh juara THE PLAYERS. Kebangkitan pada putaran final ini juga menyamai catatan Henrik Stenson (2009) dan Justin Leonard (1998) yang berhasil mengatasi ketertinggalan yang besar di Stadium Course.

Yang juga memukau, kemenangan ini merupakan keberhasilan seorang pemain dalam mempertahankan gelar pada ajang flagship PGA TOUR ini. Tahun sebelumnya, Scheffler sudah unggul dua stroke saat memulai putaran finalnya hari Minggu itu, lalu mengakhiri pertandingan dengan skor 69 dan menang lima stroke. Ia menjadi satu-satunya pemain yang berhasil membukukan skor 60-an dalam keempat putaran di lapangan mahakarya Pete Dye dalam dua tahun yang berbeda.

Scheffler mengandalkan long game dan short game-nya untuk meraih kemenangan; memukul ke fairway dan green dan membukukan skor begitu ia sampai di green. Strokes Gained: Tee to Green miliknya mencapai total +15,88 yang membantunya mempertahankan gelar. Catatan ini menjadi yang terbaik ketiga yang pernah dibukukan oleh seorang pemenang sejak era ShotLink. Sedangkan total +17,17 yang ia raih tahun 2023 membuatnya menjadi yang terbaik. Ia finis dengan catatan +6,47 dalam kategori Tee to Green pada hari Minggu itu, yang juga menjadi yang terbaik.

 

Scottie Scheffler, Statistik Maret 2024.
Kemenangan Scottie Scheffler pada THE PLAYERS Championship 2024 merupakan kemenangan kedua secara beruntun setelah sepekan sebelumnya ia menjuarai Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard 2024. Foto: Getty Images.

 

Scheffler, Raja di Bay Hill
Scottie Scheffler juga tidak butuh waktu lama untuk memetik keputusannya mengganti putter. Pegolf asal Texas ini datang ke Orlando dengan TaylorMade Spider X dalam tasnya, menggantikan putter model blade yang telah ia gunakan pada sebagian besar kariernya.

Scheffler akhirnya mengungguli para pesaingnya dalam kategori Strokes Gained: Putting pada hari Minggu dengan catatan +3,892 yang memberinya skor 66 untuk menjuarai Arnold Palmer Invitational. Statistik itu menjadi catatan terbaiknya untuk kategori SG: Putting sejak putaran kedua pada ajang Shriner Children’s Open 2021—dan ketiga yang terbaik pada PGA TOUR dalam dua tahun terakhir.

Pada pekan itu, statistik Strokes Gained: Putting milik Scheffler totalnya ialah 4,347—catatan terbaiknya dalam 72 hole sejak ia meraih kemenangan pertamanya pada WM Phoenix Open 2022. Ia memasukkan seluruh 17 putt yang ia lakukan dari jarak kurang dari 4,5 meter—satu dari delapan putaran di mana ia tidak pernah meleset memasukkan putt dari jarak 4,5 meter.

Secara khusus permainannya di Bay Hill itu malah solid di sembilan hole terakhir yang menantang, bermain 13-under, yang menjadi skor terendah di antara para peserta. Ia berada di posisi ke-6 atau lebih baik untuk kategori Strokes Gained: Off the Tee, Approach the Green, dan Putting, yang membuatnya memiliki keunggulan +12,33 untuk Strokes Gained: Total.

Malnati Mengakhiri 3.095 Hari Tanpa Kemenangan
Peter Malnati hampir tidak menjadi favorit pada ajang Valspar Championship. Apalagi pegolf ramah berusia 36 tahun ini hanya lolos cut dua kali dalam delapan penampilannya pada ajang ini. Belum lagi kemenangan terakhirnya pada PGA TOUR terjadi pada tahun 2015, dengan rentang waktu 3.095 hari.

Namun, Malnati bertahan dengan baik justru pada saat yang dibutuhkan di Copperhead Course di Innisbrook Resort. Ia memainkan tiga hole terakhirnya, yang disebut Snake Pit, dengan 3-under. Termasuklah birdie dari jarak 1,8 meter di hole 17 par 3 pada putaran final itu, justru ketika pesaing terdekatnya, Cameron Young, sedang mendapatkan bogey di hole terakhirnya.

Hanya Vijay Singh yang pernah bermain lebih baik, memainkan Snake Pit itu dengan skor 5-under saat menjuarai turnamen ini tahun 2004. Malnati merupakan juara Valspar Championship keenam yang bermain tanpa bogey di rangkaian hole tersulit itu. Namun, di hole-hole par 4 di Copperhead Course itulah permainan Malnati bersinar. Ia memainkannya dengan skor 11-under, dengan skor rata-rata 3,69 sehingga ia mengungguli para pesaingnya. Persentase birdie atau lebih baiknya ialah 36,11 di seluruh par 4 sehingga ia menjadi yang terbaik untuk hole-hole par 4 di sana.

 

Peter Malnati, Statistik Maret 2024.
Peter Malnati mengakhiri kering prestasi selama 3.095 hari dengan menjuarai Valspar Championship 2024. Foto: Getty Images.

 

Jaeger Menikmati Kemenangan di Texas
Stephen Jaeger tahu cara membukukan skor rendah. Apalagi ia merupakan pemain yang membukukan skor 58 untuk meraih satu dari enam kemenangannya pada Korn Ferry Tour. Jadi, seberapa besar peluang pegolf 34 tahun ini meraih gelar PGA TOUR pertamanya dengan memainkan sembilan hole terakhir pada hari Minggu ajang Texas Children’s Houston Open? Dan bermain dalam grup pamungkas bersama No.1 Dunia Scottie Scheffler?

Nah, persis seperti itulah yang terjadi di Memorial Park. Jaeger memasuki putaran final dengan berbagi puncak klasemen bersama empat pemain lainnya, melangkah ke sembilan hole terakhir setelah melakukan 32 pukulan dan menuntaskan dengan kemenangan satu stroke. Ada sejumlah momen yang membikin gusar tatkala Scheffler, yang berjuang meraih tiga kemenangan beruntunnya, menghadapi putt berjarak 1,5 meter yang bakal memaksakan play-off.

Jaeger menjadi pegolf kelima sejak 2017 yang meraih kemenangan dengan sembilan par di sembilan hole terakhirnya. Rata-rata ia mencatatkan +1,60 dalam Strokes Gained: Putting, yang merupakan penampilan terbaik ketiganya dalam 135 ajang PGA TOUR yang ia ikuti. Pegolf kelahiran Munich, yang kini menetap di Chattanooga, Tennessee, di tempatnya berkuliah, kini bergabung dengan Bernhard Langer, Martin Kaymer, dan Alex Cejka sebagai juara PGA TOUR asal Jerman. Ia menjadi pegolf kelima yang meraih kemenangan pertama pada tahun ini dan pegolf internasional keempat yang mengangkat trofi.

Tampak Mudah bagi Eckroat
Terakhir kalinya Austin Eckroat menjuarai sebuah turnamen terjadi pada Querencia Cabo Collegiate 2019 ketika ia menjadi mahasiswa tahun pertama pada Oklahoma State. Jadi, bagaimana dengan tidur malam tambahan pada ajang Cognizant Classic of the Palm Beaches, yang terjadi setelah penundaan akibat hujan?

Pegolf berusia 25 tahu ini telah meraih keunggulan satu stroke dalam tujuh hole di PGA National pada hari Minggu ketika permainan terpaksa ditunda. Ia kembali pada Senin pagi dan tidak pernah dikejar lagi. Ia menang dengan keunggulan tiga stroke dalam turnamen PGA TOUR ke-50 yang ia ikuti. Alumnus PGA TOUR University ini menuntaskan pertandingan dengan berada di peringkat teratas Green in Regulation, mengantarkan bolanya ke 59 dari 72 green, dan ia ada di posisi T3 untuk Fairway Hit, memukul bolanya ke 45 dari 56 fairway. Eckroat juga membukukan +9,01 untuk Strokes Gained: Tee to Green, yang menjadi catatan terbaik kedua dalam kariernya yang masih muda. Permainannya di atas green juga solid—ia di posisi T3 untuk Putt per GIR dan peringkat ke-6 untuk Putting secara keseluruhan. Ia menuntaskan pertandingan dengan 23 birdie, yang juga menjadi catatan terbaik kedua dalam kariernya.