Skor 6-under 66 membawa Sui Xiang menguasai puncak klasemen Singapore Ladies Masters.
Pegolf asal China memulai Singapore Ladies Masters dengan permainan solid 6-under 66, yang sekaligus membawanya menguasai klasemen sementara. Enam birdie dan tanpa bogey itu menjadi awal yang meyakinkan untuk mewujudkan gelar ketiganya di kancah China Ladies Professional Golf Association (CLPGA).
Bermain dari hole 1 di Laguna National Golf Resort, Sui mencatatkan birdie di hole 5 dan 6, lalu menambah empat birdie lagi di sembilan hole terakhirnya melalui hole 11, 12, 15, dan 18.
”Hari ini mungkin menjadi salah satu putaran paling nyaman buat sya. Saya memukul bola ke hampir semua fairway dan pukulan approach saya juga mendekati lubang sehingga membantu mencatatkan birdie dan main tanpa bogey,” ujarnya.
”Saya memberi nilai 99 untuk penampilan hari ini, menyisakan satu poin lagi karena akan selalu ada ruang untuk meningkatkan permainan.” — Sui Xiang.
”Saya memberi nilai 99 untuk penampilan hari ini, menyisakan satu poin lagi karena akan selalu ada ruang untuk meningkatkan permainan. Saya juga tidak berpikir terlalu banyak soal posisi di klasemen selama turnamen, fokus hanya untuk bermain dengan baik.”
Salah satu pekerjaan rumah yang berhasil ia lakukan ialah dari segi putting. Pegolf yang kini berada di peringkat lima pada Order of Merit CLPGA ini mengaku kualitas putting-nya tidaklah begitu bagus dalam turnamen-turnamen sebelumnya, ”namun hari ini sangat bagus dan semoga saya bisa terus memiliki sentuhan yang bagus dengan putter dalam dua hari ke depan.”
Pimpinan Order of Merit CLPGA asal Thailand Sherman Santiwiwatthanaphong terpaut dua stroke dari Sui, bersama rekan senegaranya Kultida Pramphun, pegolf Jepang Ayaka Suzuki, dan pegolf amatir tuan rumah Shannon Tan. Sherman, Kultida, dan Tan sama-sama mengemas lima birdie dengan satu bogey, sementara Suzuki menorehkan enam birdie dengan dua bogey untuk menempel Sui Xiang.
Jika Sui menikmati performa putting yang solid, Sherman justru mengaku kesulitan dan melepas sejumlah peluang birdie. Namun, dengan dua putaran tersisa, ia masih berpeluang untuk memenangkan gelar CLPGA keduanya, setelah bulan lalu meraih kemenangan pertamanya.
”Rencana saya hari ini ialah sekadar berusaha memukul bola ke fairway. Pukulan iron saya juga sangat bagus, hanya meleset di dua green, tapi saya tidak bisa benar-benar membaca jalur putt di sini,” tutur Sherman. ”Saya melakuan tiga putt di hole 14 dan tidak mendapat cukup birdie, meskipun sebagian besar pukulan approach saya berjarak kurang dari 6 meter.
”Saya merasa lebih nyaman sekarang (bertanding dalam turnamen profesional) karena pernah beberapa kali mengikuti ajang profesional sebelumnya.” — Shannon Tan.
”Rencana saya besok tetap sama: berusaha memukul lebih dekat ke pin dan memberi peluang birdie.”
Tan mengawali perjuangannya pekan ini dengan menorehkan tiga birdie di enam hole pertamanya. Setelah menorehkan par di dua hole berikutnya, ia akhirnya harus mencatatkan bogey di hole 9 par 4. Lalu pegolf lulusan Texas Tech University ini membukukan birdie lagi dari hole 10 dan 16, sebelum akhirnya menuntaskan 18 hole pertamanya dengan par di hole 17 dan 18.
”Sejujurnya, saya tidak mengira kalau skor 68 ini menjadi putaran terbaik saya, tapi saya memang benar-benar berfokus pada rencana permainan. Pukulan saya juga meleset di tempat yang tepat sehingga saya bisa melakukan up-and-down untuk par,” tutur pegolf 19 tahun yang finis T4 pada ajang Divisi 1 NCAA terakhir yang ia ikuti.
”Jelas saya merasa lebih nyaman sekarang (bertanding dalam turnamen profesional) karena pernah beberapa kali mengikuti ajang profesional sebelumnya. Selain itu, saya juga main di negeri sendiri, jadi senang melihat beberapa teman ikut mendukung saya.”


