Matt Kuchar dan Cameron Kuchar menjuarai PNC Championship dengan rekor kemenangan tujuh stroke, sekaligus mencatatkan rekor skor turnamen terbaru dengan 33-under.
Matt Kuchar dan putranya, Cameron, akhirnya tampil sebagai juara pada ajang PNC Championship yang berlangsung di Ritz-Carlton Golf Club. Pasangan ayah dan anak ini bahkan mencatatkan rekor skor kemenangan tujuh stroke, plus rekor skor pada turnamen ini dengan catatan 33-under. Kemenangan ini tercipta dalam kesempatan keempat keduanya bermain bersama pada ajang ini.
Pemegang sembilan gelar PGA TOUR ini tampak emosional usai memastikan kemenangan mereka. Pasalnya, sang ayah, Peter, telah meninggal dunia pada awal tahun 2025 ini. Bersama almarhumlah Kuchar mengikuti PNC Championship ini untuk pertama kalinya pada tahun 2018.
”Kemenangan ini menjadi sesuatu yang telah kai kami incar selama bertahun-tahun, sejak Cameron mulai bermain golf, saya bermain pada tahun pertama dengan Ayah, jadi dia (Cameron) punya banyak kenangan indah,” tutur Kuchar.

”Ada kenangan-kenganan klasik tentang Ayah, dan Cameron menjadi kedi kala itu dan kami nyaris mencapai green dalam dua pukulan, di mana bolanya berhenti tak jauh dari tepi air, dan chipping tak pernah menjadi kekuatannya dan dia benar-benar memukul dengan baik. Saya kira Cameron tidak bisa melihatnya dari balik bukit. Jelas Ayah tersenyum dari atas sana.”
Skor 54 pada putaran final itu benar-benar lebih dari cukup bagi Tim Kuchar untuk mengalahkan Tim Love, yang terdiri dari sang ayah Davis Love III dan putranya, Dru Love.
”Ayah pasti merasa bangga. Saya kira sebelumnya, dan saya kira orang-orang memberi tahu saya bahwa seiring waktu, Anda akan melupakan hal-hal yang Anda lewatkan dan hanya memikirkan hal-hal yang membuat Anda bersyukur dan kenangan-kenangan indah yang Anda miliki. Saya jelas mengingat sejumlah selebrasi yang kami rayakan bersama saat mengikuti Irish Open, di dalam dan di luar lapangan. Ada banyak selebrasi dan jelas penuh kebanggaan,” sambung Kuchar lagi.
Ia menambahkan bahwa sepanjang 18 hole terakhirnya, Kuchar tidak benar-benar mengingat skornya sama sekali. Meskipun menyebut dirinya mencatatkan lima atau enam birdie, ia juga memuji putranya, yang memiliki kualitas putting yang sangat bagus.
”Putting-nya luar biasa. Saya sungguh memuji Bettinardi. Kami ada di Chicago saat Thanksgiving dan berkunjung ke pabrik Bettinardi. Mereka mengajak kami berkeliling dan menyuruh kami memilih putter. Cam memilih—membuat saya membayangkan istilah bocah dengan pemukul kecil ’The Natural’ yang keluar sebagai juara. Dan Cameron keluar sebagai juara. Saya belum pernah melihatnya melakukan putting sebagus itu,” puji Kuchar.

Meskipun PNC Championship bukan menjadi kompetisi resmi di panggung Tour mana pun, Kuchar menilai keunikan ajang ini memberinya tempat yang istimewa. Inilah satu-satunya kompetisi beregu yang melibatkan orangtua dan anak dalam satu tim dan bersaing bersama sejumlah legenda dalam olahraga ini.
”(Ajang ini) sangat istimewa. Ini trofi yang sangat unik. Kami jelas sangat gembira bisa memajangnya dengan rasa bangga,” ujar Kuchar. ”Kebanyakan trofi saya hadir dengan sebuah foto kecil bersama keluarga berjajar dalam seremoni piala, dan kalau melihat ke belakang rasanya menyenangkan melihat anak-anak ini tumbuh dari begitu kecil sampai ke titik di mana saya bisa bilang ke mereka mustahil saya bisa menggendong mereka.
Sembari menahan tangis, Kuchar menyebut kemenangan ini juga menjadi sangat berarti, meskipun tahun ini mereka kehilangan sang ayah tercinta.
Sementara itu, Davis Love III dan putranya, Dru, harus mengakui ketangguhan Tim Kuchar. Secara khusus ia menyebut bahwa meskipun ajang ini menjadi ajang keluarga, ”tapi sebaiknya Anda menciptakan birdie di tiap hole kalau tidak Anda bakalan kalah. Ajang ini sangat kompetitif dan sangat menyenangkan, dan Anda tidak ingin ajang seperti ini kelihatan membosankan. Anda ingin terjadi banyak birdie seperti sekarang. Sungguh hari yang menyenangkan,” tandasnya.
Ajang ini semula bernama Father/Son Challenge dan pertama kali digelar tahun 1995. Pada tahun 2012, ajang ini berganti nama menjadi PNC Father-Son Challenge dan menjadi PNC Championship mulai tahun 2020. Bernhard Langer menjadi pegolf dengan kemenangan terbanyak pada ajang ini. Dua kemenangan pertamanya bersama putranya, Stefan (2005 dan 2006), dan empat kemenangan terakhir ia menangkan bersama Jason (2014, 2019, 2023, dan 2024), putranya yang lain.


