Suradit Yongcharoenchai kembali menguasai Doha Golf Club sekaligus mempertahankan posisi teratas menuju akhir pekan.
Pegolf Thailand Suradit Yongcharoenchai kembali menampilkan permainan mengesankan dalam kondisi brutal di Doha Golf Club. Meskipun hanya mengemas skor 1-under 71, ia masih memegang kendali penuh pada ajang International Series Qatar, yang pekan ini memperebutkan total hadiah sebesar US$2,5 juta (sekitar Rp37,9 milyar).
Setelah mengemas skor 68 pada putaran pertama, yang sekaligus menempatkannya di posisi teratas, Suradit menorehkan tiga birdie dengan dua bogey pada putaran kedua. Skor total 5-under 139 ini sekaligus memberinya keunggulan dua stroke atas pegolf Malaysia Ben Leong (70), dan tiga stroke atas Travis Smyth (72) asal Australia dan Andy Ogletree (71) dari Amerika.
”Saya sangat senang dengan skor 68 kemarin dan hari ini rasanya lebih senang lagi dengan 1-under dalam kondisi berangin begini. Hari ini rasanya angin berembus lebih kencang,” tutur Suradit, yang sejauh ini telah menjuarai satu gelar Asian Tour lewat kemenangannya pada Mercuries Taiwan Masters 2019.
”Hari ini untuk memukul melawan angin saya harus memainkan tiga nomor club lebih besar, dan mungkin harus membidik 27 meter ke kanan (pada pukulan melawan angin yang memotong ke kiri), saking beranginnya.”
Pegolf berusia 24 tahun ini memang tengah berupaya untuk memperbaiki performa musim 2022 yang mengecewakan. Tahun lalu ia finis di perinkat 81 pada Order of Merit Asian Tour dengan finis di tempat ke-10 pada Mercuries Taiwan Masters 2022 menjadi prestasi terbaiknya tahun lalu.
”Kedi saya dan saya merasa kondisi seperti ini membuat par di lapangan ini sekitar 75. Sejauh ini pukulan saya sudah bagus, dan ketika meleset saya tidak meleset di posisi yang jelek. Saya juga masih punya kendali jarak pukul yang bagus dengan iron, mengingat angin kencang ini, dan putting saya pun bagus,” imbuhnya.
Leong, yang bermain pada sore hari dan mengawali putaran keduanya dari hole 10, berusaha mengejar Suradit dan sempat bermain 4-under dengan sisa tujuh hole. Sayangnya, bogey di hole 5 dan 7 membuatnya harus rela berada di tempat kedua. Birdie di hole terakhir persis ketika hari mulai gelap turut membantunya mengurangi jarak dengan Suradit.

”Fenomenal, saya senang bisa finis hari ini,” tutur pegolf Malaysia, yang mengincar gelar Asian Tour keduanya sejak Selangor Masters, 15 tahun silam ini. ”Saya pikir kunci hari ini ialah memukul bola dengan sangat baik, mengejutkan juga mengingat kondisinya yang berat. Dan beralih ke sembilan hole terakhir, pukulan saya masih bagus, cuma keliru memperkirakan angin pada pukulan kedua. Jadi, ya saya sangat senang.”
Pemegang satu gelar Asian Tour lainnya, Travis Smyth, juga puas bisa bermain under. ”Perasaan terbaik, finis Jumat tengah hari, bisa bersantai, menyaksikan kebrutalan. Ya, kondisinya brutal, saya luar biasa senang bisa main under,” ujarnya.
Meskipun putting-nya di hole terakhir, hole 9 par 5, dari jarak 1,2 meter sempat meleset, Smyth masih bisa puas dengan penampilannya pada putaran kedua ini. ”Prakiraan cuacanya bakalan sama untuk ua hari ke depan. Namun, saya bisa mengawali dengan luar biasa, eagle menciptakan perasaan yang luar biasa,” ujar pegolf Australia yang mengemas satu eagle, satu birdie dan tiga bogey untuk skor total 2-under 142.
Pegolf Korea pemenang Kolon Korea Open 2022 Kim Minkyu dan pegolf Thailand Chapchai Nirat kemarin menorehkan skor 68, dua dari hanya tiga skor di bawah 70 pada putaran kedua.


