Suteepat Prateeptienchai kembali tampil solid dengan menguasai klasemen putaran pertama Jakarta International Championship.
Pegolf Thailand Suteepat Prateeptienchai kembali bersinar bermain di Jakarta. Permainannya pada putaran pertama Jakarta International Championship hari ini (2/10) diwarnai oleh delapan birdie dengan hanya satu bogey untuk menguasai puncak klasemen sementara. Skor 7-under 63 itu kini memberinya keunggulan satu stroke atas pegolf Meksiko Roberto Lebrija, pegolf Cina Taipei Chang Weilun, Wade Ormsby asal Australia, dan rekan senegaranya Pavit Tangkamolprasert.
Pegolf yang bulan Agustus lalu menjuarai Mandiri Indonesia Open ini mengaku permainannya benar-benar nyaris sempurna sehingga membantunya menaklukkan Damai Indah Golf PIK Course pada putaran pertama, yang terpaksa dihentikan akibat hari yang sudah gelap.
”Hari ini saya bermain dengan sangat bagus. Semuanya sempurna,” ujar pegolf berusia 32 tahun ini. ”Saya memasukkan banyak putt. Tidak terlalu jauh memang, yang terjauh mungkin sekitar 6 meteran.”
”Setelah menang bulan Agustus itu, saya merasa lebih percaya diri. Prestasi itu merupakan kemenangan besar buat saya, saya merasa lebih nyaman.” — Suteepat Prateeptienchai.
Usai kemenangannya di Jakarta itu, Suteepat juga mencatatkan hasil yang sangat baik dalam dua penampilannya di China Taipei. Ia finis T7 pada ajang Yeangder TPC dan kemudian finis T4 pada Mercuries Taiwan Masters pekan lalu. Tidaklah mengherankan jika ia memiliki percaya diri yang sangat baik pekan ini.
”Setelah menang bulan Agustus itu, saya merasa lebih percaya diri. Prestasi itu merupakan kemenangan besar buat saya, saya merasa lebih nyaman. Sejauh ini saya hanya mengikuti rencana permainan. Tidak ada rasa lelah sama sekali.
”Kedi saya bilang kalau saya bisa memimpin di sini karena lapangannya cocok buat saya. Fairway-nya tidak terlalu sempit, tapi green-nya cukup keras, dan kalau bola Anda tidak berada di fairway akan kesulitan untuk mengendalikan spin bola.”
Ketika Mandiri Indonesia Open dimainkan di PIK Course tahun 2024 lalu, Suteepat juga mencatatkan hasil yang bagus. Ia finis T6 kala itu. Modal ini tentunya sangat berarti untuk mengarungi tiga putaran ke depan.

Sementara itu, Ormsby sempat berpeluang menyamai catatan Suteepat tersebut. Bermain dari hole 10, pukulan keduanya harus masuk ke kolam yang melindungi green di hole 9. Bogey tersebut akhirnya menodai kartu skornya. Meski demikian, ia mengaku puas dengan hasil positif ini.
”Senang bisa bermain dengan baik dan memulai turnamen dengan meyakinkan seperti hari ini. Saya memang melakukan kesalahan kecil di hole terakhir, tapi masih bisa menghindari skor yang lebih buruk lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Jonathan Wijono, Kevin Caesario Akbar, dan Alfred Sitohang mencatatkan skor yang membanggakan bagi tuan rumah. Ketiga pegolf muda ini sama-sama menorehkan skor 2-under, namun Kevin dan Alfred masih harus menuntaskan putaran pertamanya besok (3/10). Saat pertandingan akhirnya dihentikan akibat hari yang mulai gelap, Kevin telah memainkan 17 hole, sedangkan Alfred telah menuntaskan 14.
Adapun Gabriel Hansel Hari menutup putaran pertamanya dengan skor even par 70 setelah mencatatkan empat birdie dan empat bogey.


