Kosuke Suzuki mempertahankan keunggulan satu stroke menuju putaran final Casio World Open Golf Tournament 2025.
Kosuke Suzuki berpeluang mewujudkan kemenangan perdananya di panggung Japan Golf Tour Organization (JGTO). Pegolf berusia 25 tahun ini memastikan mempertahankan keunggulan satu stroke di posisi teratas Casio World Open Golf Tournament setelah menutup putaran ketiga dengan skor 2-under 70. Dengan skor total 16-under 200, ia memegang keunggulan tipis satu stroke atas Kosuke Sunagawa di Kochi Kuroshio Country Club
Sementara itu, Taiga Semikawa bakal meramaikan persaingan putaran final besok (30/11) setelah skor 64 membawanya berbagi tempat ketiga dengan Ryuichi Oiwa. Keduanya sama-sama menorehkan skor total 202.
”Awalnya, saya hanya berusaha bertahan. Namun, finis birdie-birdie di hole 17 dan 18 jelas sangat penting bagi saya.”
Jika kemarin ia berhasil memulai dengan skor impian, eagle di hole pertamanya (hole 10), kali ini Suzuki justru harus mendapat bogey di hole 3, sebelum akhirnya meraih birdie pertamanya lewat hole 6. Setelah bermain 1-under berkat birdie di hole 13, ia langsung mendapat bogey di hole berikutnya. Beruntung ia kemudian meraih birdie di hole 17 dan 18 untuk memastikan bertahan di puncak klasemen.
Setelah menuntaskan permainannya, Suzuki mengaku dua birdie di dua hole terakhir itu menjadi sangat penting baginya.
”Awalnya, saya hanya berusaha bertahan. Namun, finis birdie-birdie di hole 17 dan 18 jelas sangat penting bagi saya,” tuturnya. ”Putting itu menurun dari kanan ke kiri di hole 17. Kalau meleset, bolanya bakal bergulir menjauhi lubang, jadi ketika melihat bola bergulir mengikuti jalurnya, saya tak bisa menahan diri untuk bersorak karena saya yakin bolanya akan masuk!”
Suzuki juga menunjukkan ketenangannya ketika melakukan approach di hole 18, yang kemudian membuahkan birdie.
”Bisa melangkah ke putaran final dari posisi teratas tentu sangat mengasyikkan.”
”Saya menyisakan jarak sekitar 229 meter untuk pukulan kedua. Memukul bola dengan ayunan penuh dengan wood tentu berlebihan, jadi saya sedikit menahan diri. Saya menyisakan jarak chipping sekitar 23 meter dan berhasil mengantarkan bola sekitar semeter (dari lubang),” sambungnya lagi.
Dengan tersisa 18 hole lagi dan peluang meraih kemenangan, Suzuki mengaku tidak berharap banyak pada diri sendiri. Pasalnya ia sering kesulitan menutup turnamen pada akhir pekan.
”Sejujurnya, saya tidak berpikir bisa berada di posisi ini. Saya merasa skor saya hari ini tidak begitu bagus. Saya tak banyak menciptakan peluang birdie dan mesti lebih bermain sabar. Pukulan iron saya juga tidak begitu bagus, jadi besok saya mesti memukul lebih tajam lagi!” tekadnya.
”Bisa melangkah ke putaran final dari posisi teratas tentu sangat mengasyikkan. Pasti saya akan merasa gugup, tapi saya ingin bermain dengan permainan sendiri!”


