Syukrizal dan Mochamad Seandy Alfaraby akan memainkan putaran final sebagai pimpinan klasemen pada Seri 12 ITGPS.

Ralat: Sebelumnya kami menyebutkan bahwa Indonesian Tourism Golf Pro Series pekan ini merupakan Seri ke-13, seharusnya Seri ke-12. 

Putaran final Indonesian Tourism Golf Pro Series ke-12 yang dimainkandi Jakarta Golf Club besok (31/8) kembali menjanjikan partai yang seru. Syukrizal dan Mochamad Seandy Alfaraby berbagi puncak klasemen setelah keduanya sama-sama mengemas skor total 1-under 141.

Seandy sempat berada di puncak klasemen setelah Syukrizal mendapat bogey di hole 6. Akan tetapi, pegolf asal Aceh yang sempat menjuarai ITGPS ke-7 sukses mencatatkan birdie kelimanya di hole 9, yang merupakan hole terakhirnya sehingga keduanya harus berbagi puncak klasemen.

Bagi Seandy, posisinya kali ini memberinya peluang untuk mewujudkan kemenangan pertamanya sebagai seorang pegolf profesional. Pemuda berusia … tahun ini menempati jajaran atas klasemen sementara pada seri yang pekan ini dimainkan di lapangan legendaris Jakarta Golf Club.

Setelah mencatatkan double bogey di hole 6 par 4 dan mencatatkan bogey di hole 7 par 5, ia berhasil memperbaiki kartu skornya dengan menorehkan birdie di hole 14, 15, dan 17 sehingga bisa menuntaskan putaran kedua dengan skor even par 71.

Seperti yang terlihat di kartu skornya, Seandy memang mengalami kesulitan di sembilan hole pertamanya lantaran beberapa kali salah memainkan club.

 

Mochamad Seandy Alfaraby, Round 2 ITGPS 13 Rawamangun.
Mochamad Seandy Alfaraby mendapat peluang terbaik untuk mewujudkan gelar profesional pertamanya setelah mencatatkan skor yang sama dengan Syukrizal, 1-under 141. Foto: Yongki Hermawan.

 

”Di sembilan hole terakhir saya mencoba untuk bermain lebih aman dan mengupayakan supaya bola mencapai fairway dan lebih berhati-hati memilih club …. Yang penting bola bisa masuk ke fairway dan bisa lebih banyak memenuhi green in regulation,” jelasnya.

Musim kemarau ikut membuat permukaan fairway dan green di Jakarta Golf Club menjadi keras. Bersama pepohonan yang mendominasi lapangan yang menjadi saksi sejarah kemenangan Kasiadi pada Indonesia Open 1989 ini, Jakarta Golf Club benar-benar menjadi ujian yang sangat berat bagi para peserta pekan ini. Alhasil skor yang over menjadi pemandangan yang lumrah ketika menyaksikan papan klasemen.

”Soalnya memenuhi GIR di sini susah, dan chipping juga tidak mudah karena lagi musim kering sehingga tanah buat nge-chip keras, green-nya juga keras. Terus kalau misalnya di beberapa titik itu tidak ada rumput, atau tidak ada pasir di bawahnya,” jelas Seandy lagi.

”Tentunya (besok saya) tidak berfokus sama hasil, tetapi ke proses karena kita main 18 hole juga. Kalau langsung memikirkan soal kemenangan juga rasanya tidak ada step yang dilalui. Besok yang penting main rapi saja, tidak terlalu agresif karena kalau terlalu agresif juga akan sulit untuk melakukan recovery.”

Selang beberapa jam kemudian, Syukrizal menyamai catatan 141 milik Seandy itu. Mantan anggota Tim Nasional ini bahkan mencatatkan skor terbaik yang tercipta dalam dua putaran pekan ini. Bermain dari hole 10, Syukrizal bermain nyaris sempurna. Setelah menuai dua birdie di sembilan hole pertama, yang ia raih dari hole 11 dan 15, ia menambah dua birdie lagi di hole 1 dan 2 untuk mencatatkan 4-under. Sayangnya, kartu skornya tadi harus ternodai oleh bogey di hole 6, sebelum akhirnya memastikan skor 67 dengan birdie kelimanya di hole 9.

”Kalau untuk besok, saya akan berusaha sebagus mungkin lagi. Karena kami ini bermain dengan alam, tidak bisa cuma sekadar ingin bermain under lagi.” — Syukrizal.

”Hari ini saya dibilang main aman juga tidak, dibilang terlalu agresif juga tidak. Tapi dalam benak saya hari ini saya harus bermain (dengan memukul bola ke) fairway dan green hit. Makanya mungkin, alhamdulilah, bisa bermain under seperti ini,” tutur Syukrizal.

Setelah berkompetisi non-stop dalam beberapa pekan terakhir, ia sebenarnya sempat berpikir untuk pulang ke Medan untuk bertemu dengan keluarganya dan absen dari Seri 12 di Rawamangun. Akan tetapi, keputusannya untuk melanjutkan kompetisi tampaknya cukup tepat. Kini ia berpeluang untuk memenangkan gelar keduanya pada musim ini.

”Jadi, kemarin itu sponsor saya dari Medan berniat untuk datang, cuma sehari sebelum pertandingan dimulai ternyata rencana itu tidak terwujud dan saya sudah mendaftarkan diri untuk bertanding. Jadi, saya memutuskan tetap ikut bertanding. Dan hasilnya di turnamen kali ini, apa pun hasilnya saya terima,” tuturnya.

Sadar bahwa ada banyak pihak yang selama ini mendorongnya untuk bisa terus melangkah maju, Syukrizal pun bertekad untuk tampil semaksimal mungkin dan mencatatkan skor seterbaik mungkin.

”Kalau untuk besok, saya akan berusaha sebagus mungkin lagi. Karena kami ini bermain dengan alam, tidak bisa cuma sekadar ingin bermain under lagi. Saya tidak berani bicara seperti itu karena ini golf, bola bulat, jadi yang kita prediksi mau melakukan suatu pukulan pun bisa terjadi hasil yang berbeda. Jadi, apa pun yang terjadi saya terima saja,” tandasnya.