Syukrizal menambah catatan prestasinya pada Indonesian Tourism Golf Pro Series dengan menjuarai Seri ke-16 di Padang Golf Pangkalan Jati.
Syukrizal akhirnya meluapkan emosinya setelah memasukkan putt bernilai par, yang memastikan kemenangan keduanya pada Indonesian Tourism Golf Pro Series (ITGPS). Ketegangan yang ia alami dalam rentang hampir satu jam itu akhirnya berakhir dengan rasa lega. Teriakannya membahana diiringi riuhnya tepuk tangan dari rekan-rekan sejawatnya, para staf di Padang Golf Pangkalan Jati, serta mereka yang menyempatkan menonton secara langsung.
Play-off harus kembali menjadi penentu dalam gelaran ITGPS pada tahun ini. Setelah Seri 1, yang mempertemukan Jonathan Wijono dengan Danny Masrin di Gading Raya Padang Golf & Klub bulan Maret 2023 lalu, Seri ke-16 ini juga harus dituntaskan dengan empat hole play-off, meskipun dengan format yang sedikit berbeda. Pada Seri 1 itu, empat hole play-off dimainkan secara penuh, tiga kali dimainkan di hole 18 dan terakhir dimainkan di hole 9. Sedangkan di Pangkalan Jati, Syukrizal dan Kevin hanya dua kali memainkan hole 18 dari tee box, dengan dua hole play-off berikutnya dipangkas, pertama dari jarak 91,44 meter (100 yard) dan yang kedua dari jarak 88,69 meter (97 yard).
Permainan Kevin pada putaran final kemarin (26/10) sebenarnya sangat bagus. Skor 4-under 68 yang ia bukukan sebenarnya merupakan skor terendah pada hari terakhir. Setelah mengawali pekan ini dengan mengecewakan, 3-over 75, ia bermain dengan skor 69 pada putaran kedua, yang sekaligus memberinya peluang untuk bersaing.
Mengawali putaran final, Juara The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura ini bahkan bermain sempurna, menorehkan tiga birdie di tiga hole pertamanya untuk melejit ke jajaran atas. Dua birdie tambahan di hole 5 dan 7 praktis menempatkannya ke posisi teratas. Bahkan ketika mendapat double bogey di hole 11, ia berhasil kembali ke 5-under berkat dua birdie dari hole 14 dan 16. Hanya bogey di hole 17 saja yang membuatnya menuntaskan pertandingan secara reguler 54 hole.

Sementara itu, Almay Rayhan Yagutah, yang sebenarnya berposisi sebagai pimpinan klasemen pada akhir putaran kedua, dan memulai hari terakhir dengan keunggulan dua stroke dari Syukrizal dan empat stroke dari Kevin, justru harus tersandung oleh double bogey di hole 11 dan bogey di hole 12. Dengan hanya tiga birdie, plus dua bogey di sembilan hole pertama, harapannya untuk meraih kemenangan pun harus pupus.
Ketika kemenangan hampir kembali menjadi milik Kevin, Syukrizal justru tampil sebagai penantang. Bogey di hole 9 menjadi satu-satunya noda di kartu skornya, dengan birdie ketiga dari hole 14 menjadi modal untuk memaksakan partai play-off.
”Begitu mendengar akan play-off dengan Kevin, saya berpikir ini saatnya membalas kejadian di Royale, di situ motivasinya,” tutur Syukrizal.
Pada Seri ke-15, yang dimainkan di Royale Jakarta Golf Club bulan September 2023 lalu, Syukrizal memang harus mengakui ketangguhan Kevin. Kala itu Kevin menang dengan catatan skor 212, empat stroke lebih baik daripada Syukrizal di tempat ketiga.
Play-off di hole 18 par 4 di Padang Golf Pangkalan Jati itu pun berlangsung seru. Namun, besarnya nilai yang dipertaruhkan membuat kedua pegolf ini bermain hati-hati. Dari dua kali bermain dari tee box, tidak satu pun di antara mereka yang memainkan driver-nya. Permainan konservatif itu membuat keduanya sama-sama mencatatkan par di dua hole play-off pertama. Ketika titik bermain dimajukan ke tengah fairway, baik Syukrizal maupun Kevin sama-sama bermain aman. Bahkan ketika Syukrizal sebenarnya berpeluang menuntaskan duel berkat jarak putt yang relatif lebih dekat daripada Kevin, ia tidak mampu mendapatkan birdie.

”Mengapa saya tidak berani terlalu mengejar birdie> Saya tidak berani karena di green ini kita melihat kesat kadang-kadang malah licin; kita pikir licin malah bola tidak bisa jalan, jadi susah membacanya,” jelas Syukrizal.
”Dan ada banyak break di dekat lubang (di hole 18 ini). Dari sisi depan green, dari bawah ke sini (arah belakang) break-nya bisa satu grip lebih. Sementara dari kiri green ke kanan, bolanya itu bukan dari kanan, tapi masuknya dari kiri. Jadi, beda-beda, makanya tidak bisa main agresif.”
Drama pun mencapai puncak tatkala di hole play-off keempat pukulan pertama Kevin berakhir di area yang tidak bisa dimainkan. Meski bisa melakukan drop di area yang ditentukan tanpa mendapat penalti, chipping-nya justru membuat bola bergulir jauh dari lubang hingga ke tepi apron. Dan secara mengejutkan, ia membutuhkan dua putt untuk double bogey, yang praktis menyerahkan trofi kepada Syukrizal, yang kemudian sukses memasukkan putt bernilai par untuk kemenangannya.
Catatan skor 72, 70, dan 70 yang ia torehkan ini juga menarik, mengingat Syukrizal menjadi satu-satunya pemain yang tidak bermain over selama tiga putaran. Semua itu bahkan ia lakukan tanpa melakukan putaran latihan, dan dalam kesempatan pertamanya bermain di Padang Golf Pangkalan Jati!
”Pada hari pertama itu saya memainkannya sebagai putaran latihan karena saya tidak sempat melakukan putaran latihan. Dan baru kali ini saya bermain di Pangkalan Jati. Seumur hidup belum pernah, bahkan zaman amatir sekali pun tidak pernah,” tegas pegolf yang meraih gelar pertamanya pada Seri 7 di Modern Golf & Country Club pada bulan Juni 2023 lalu ini.

Kemenangan ini datang pada saat yang sangat tepat bagi Syukrizal. Ia tengah menantikan kelahiran anak keduanya, yang diperkirakan akan lahir bulan November mendatang. Tidak mengherankan jika ia kemudian mempersembahkan kemenangannya ini bagi istri dan anaknya. ”Semua ini memang rezeki buat mereka semua,” ujarnya sambil tersenyum lebar.
Dengan kompetisi menyisakan satu seri lagi menjelang BNI Indonesian Masters presented by Tunas Niaga Energi, Syukrizal berniat menjadikan Seri ke-17 di Lotus Lakes Golf Club dua pekan lagi sebagai ajang persiapan.
”Untuk di Lotus Lakes (ITGPS 17), insya Allah, saya akan ikut untuk mempertajam mental sebagai bagian dari persiapan Indonesian Masters. Soalnya saya juga belum pernah lolos selama tiga kali ikut Indonesian Masters, selalu gantung satu terus,” ujar Syukrizal, yang mengikuti jejak Jonathan sebagai pegolf yang meraih lebih dari satu gelar ITGPS ini. ”Sejauh ini aspek permainan saya rasa tidak ada yang sedang bermasalah, tapi memang cuma satu yang masih kurang, yaitu main bagus di Royale Jakarta.”
Sementara itu, Amadeus Christian Susanto kembali menjadi pegolf amatir terbaik kedua, menyusul prestasi serupa pada Seri 15. Skor 3-under 69 yang ia torehkan sekaligus menjadi skor terendah kedua pada putaran final. Skor total 221 miliknya membuat Amadeus unggul tujuh stroke dari Luke Evan Moore.


