Mengapa The Players Championship tetap menghadirkan daya tarik meskipun tidak berstatus sebagai kejuaraan Major?
Oleh Chuah Choo Chiang
Tiap bulan Maret, seiring dengan berkumpulnya sebagian besar pegolf terbaik dunia di TPC Sawgrass di Florida, pertanyaan yang sama kerap muncul: haruskah The Players Championship dianggap sebagai ajang Major kelima?
PGA TOUR, untuk alasan yang hanya mereka sendiri ketahui, menyalakan perdebatan ini dengan meluncurkan promosi untunk turnamen flagship mereka yang menyenggol dan menggelitik sebagian orang dengan slogannya: March is going to be major.
Tidak semua orang meyakininya.
The Players, yang akan dimulai hari Kamis (12/3) ini, jelas menampilkan para peserta terkuat yang pernah diikuti oleh turnamen mana pun, meskipun sejumlah bintang LIV Golf absen. Ajang ini juga menawarkan hadiah uang terbesar untuk sebuah kompetisi individu. Memang tampak memenuhi persyaratan dengan sejumlah nama besar yang pernah memenangkannya, termasuk Jack Nicklaus, Lee Trevino, Greg Norman, Phil Mickelson, Tiger Woods, Adam Scott, Scottie Scheffler, Rory McIlroy, dan wakil Asia K.J. Choi dan Kim Siwoo. Plus, ajang ini dimainkan di lapangan yang didesain dengan ikonik untuk menciptakan drama.
Meski berlimpah prestise dan daya pikatnya, khususnya di sekitar rangkaian hole terakhir, yang menampilkan green pulau terkenalnya, hole 17 par 3, ajang ini berada di luar lingkaran kompetisi paling eksklusif golf, yaitu empat ajang Major tradisional, yang terdiri dari The Masters, PGA Championship, U.S. Open, dan Open Championship.

Sulit memperkirakan apa yang hendak dicapai oleh pimpinan terbaru, yang juga mantan eksekutif NFL, CEO Brian Rolapp, dengan pesan pemasarannya tadi. Toh masih ada sudut pandang lain yang diberikan oleh sang juara bertahan, Rory McIlroy.
Pegolf Irlandia Utara yang menjadi pegolf keenam yang memenangkan keempat ajang Major pada bulan April tahun lalu ini menyampaikan, ”Saya ingin melihat ada tujuh ajang Major daripada hanya lima, kedengarannya sangat bagus. Menurut saya The Players adalah salah satu turnamen golf terbaik di dunia. Saya kira tidak ada yang menyangkalnya. Dari sudut pandang pemain, ajang ini luar biasa. Dari pengalaman para penonton di lapangan, lapangan, lokasi, dan tempat penyelenggaraannya sungguh luar biasa.
”Tapi saya seorang tradisionalis. Saya sejarawan olahraga ini. Kita punya empat kejuaraan Major. Jika mau melihat seperti apa lima kejuaraan Major, lihatlah golf wanita. Saya tidak tahu sebagus apa hal tersebut berjalan bagi mereka.”
Juara The Players 2007 Phil Mickelson, yang kini menjadi tim kapten dari LIV Golf League saingan PGA TOUR, sebelumnya sering berbeda pendapat dengan McIlroy, tapi kali ini veteran Amerika itu mengungkapkan hal senada lewat akun media sosial X miliknya: ”Saya pernah memenangkannya. Ajang ini bukan ajang Major.”
Golf mungkin melampaui olahraga lainnya dalam hal mempertahankan sejarah dan tradisinya dengan kukuh.

The Players dianggap sebagai salah satu turnamen golf tersulit untuk dimenangkan karena kualitas para pesertanya, dengan pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler menjadi satu-satunya juara berturut-turut (2023, 2024) dalam 51 tahun sejarah kejuaraan ini.
Sayangnya, The Players tak bisa menampilkan seluruh pegolf terbaik dunia di TPC Sawgrass sejak 2022 lantaran pertentangan besar menyusul peluncuran LIV Golf League empat tahun lalu. Para pegolf, seperti Jon Rahm, Bryson DeChambeau, dan Cam Smith yang merupakan Juara Players 2022 akan berada di belahan bumi lainnya pada ajang LIV Singapore yang juga dimulai hari ini.
Dalam dunia olahraga, prestise tidak bisa dibuat-buat dan bobot tradisi jelas sangat berarti, bukan sekadar kampanye iklan. Dan inilah alasan kuat mengapa The Players perlu tetap berada di luar lingkaran klub eksklusif kejuaraan Major, yang memang tepat demikian karena ajang ini tidak ada tandingannya.
McIlroy meringkasnya dengan baik, ”Saya masih sangat bangga bisa memenangkan turnamen ini dua kali, seperti halnya para juara lainnya. Ajang ini berdiri sendiri tanpa label. Dan tidak perlu juga menjadi ajang yang lain.”
Tentang Penulis
Chuah Choo Chiang sempat memimpin relasi publik dan pemasaran untuk Asian Tour dan PGA Tour selama 25 tahun dan kini mengelola firma konsultrasi olahraganya sendiri.


