Bogey di hole 17 mungkin membuatnya gagal mengikuti play-off, namun Sahith Theegala berhasil memenangkan para penggemar pada ajang WM Phoenix Open.

Oleh Cameron Morfit, PGATOUR.COM.

Sahith Theegala melangkah untuk menjumpai media dan berusaha mengendalikan emosinya. Ia kurang satu stroke untuk mengikuti play-off pada ajang WM Phoenix Open, pukulan yang mendapat pantulan buruk yang membawa bola masuk ke air di hole 17 par 4 itu membuatnya harus mendapat bogey. Padahal seluruh keluarganya hadir di sini. Begitu pula pelatih lamanya di Pepperdine dan pemain muda asuhan sang pelatih.

”Maaf,” ujar Theegala sambil berusaha membendung air matanya. Kamera pun menunggu hingga ia siap. ”Saya pikir saya melakukan pukulan yang bagus di hole 17 itu,” ujarnya. ”Itu pukulan cut. Selama masih tersisa sekitar semeter, saya pikir pukulan itu bakal sempurna. Mengarah lurus dan kelihatan bagus. Lalu malah ke kiri menuju air.

(Artikel berikut merupakan terjemahan dari artikel Cameron Morfit untuk PGATOUR.COM. Kunjungi URL berikut untuk membaca versi berbahasa Inggris: https://www.pgatour.com/news/2022/02/13/sahith-theegala-wins-fans-in-wm-phoenix-open-close-call.html — Red.)

”Lalu saya mengkhawatirkan bolanya karena slope di sana cukup curam,” sambungnya. ”Saya khawatir bolanya malah bergulir ke belakang, jadi mungkin saya terburu-buru menjalani proses saya di sana dan melakukan chipping yang buruk dan melakukan putt yang buruk juga. Saya gagal melakukan pukulan yang tepat justru ketika dibutuhkan, tapi sudah jelas saya bangga dengan permainan saya pekan ini.”

Sepanjang pekan itu, pegolf berusia 24 tahun ini sudah menjadi pemenang hanya dengan berada di lapangan. Ia baru tahu kalau ia mendapat undangan sponsor dua pekan sebelumnya; kalau tidak karena undangan itu, ia bakalan menjadi penonton di sofanya, dan yang harus ia lakukan ialah mengeluarkan uang. Namun, yang terjadi justru ia mendapatkan lebih banyak lagi.

”Saya gagal melakukan pukulan yang tepat  justru ketika dibutuhkan, tapi sudah jelas saya bangga dengan permainan saya pekan ini.” — Sahith Theegala.

Sepanjang pekan itu ia mengalami demam bintang, belajar bagaimana bersaing dengan para pemain yang biasa ia tonton melalui TV. Ia juga memenangkan sesuatu yang takkan muncul di klasemen FedExCup, yaitu kekaguman dari begitu banyak penggemar barunya. Pada akhirnya, mereka mengelu-elukan nama akhirnya dan memberikan penghormatan riuh setelah chipping birdie-nya bergulir melewati lubang di hole 18.

Setelah bangkit dengan par, Theegala mencatat skor putaran finalnya dengan angka 70, yang membuatnya berbagi tempat ketiga dengan Brooks Koepka dan Xander Schauffele, hanya satu stroke di belakang Patrick Cantlay dan Scottie Scheffler (yang akhirnya keluar sebagai juara). Lalu ia memenuhi kewajibannya bertemu dengan media.

Apa yang ia pelajari? Apa yang kita pelajari? Yang terpenting ialah banyak orang yang mempelajari hal-hal yang diketahui orang-orang terdekatnya, sesuatu yang mungkin sulit Anda ketahui tanpa menyukai sosok Theegala. Yang mesti diketahui ialah apa yang para sahabat dan keluarganya lakukan untuk bisa berada di lapangan.

Sahan, adiknya dan mahasiswa tingkat satu di Seton Hall, duduk di aspal bersalaju di Newark selama dua jam sebelum melakukan perjalanan ke barat pada Minggu pagi dan mendarat tepat waktu untuk bergabung dengan kedua orangtuanya, sepupu, paman-paman dan sejumlah orang lainnya yang menonton, yang mungkin menjadi putaran terbesar dalam kehidupan Sahith yang masih muda. Keduanya berpelukan ketika Sahith menyaksikan sang adik berdiri di luar tali pemisah di tee hole 8.

”Oh, saya kaget,” ujar Sahith. ”Sulit dipercaya … (ia berada pada) pertengahan tahun sekolahnya pada hari Minggu. Dan dia harus kembali dan bersekolah. Sungguh luar biasa ia menempuh perjalanan itu.”

Sementara itu, Michael Beard, pelatih Sahith di Pepperdine, mengumpulkan dua putranya yang masih kecil, dan asisten pelatihnya, dan terbang dari California Selatan ke Phoenix.

 

 

”Saya memakai cincin untuk memberinya keberuntungan,” ujar Beard, memamerkan cincin kejuaraan nasional yang Pepperdine menangkan tahun lalu, setelah Theegala beralih pro. ”Dia juga punya satu. Ia memberi pengaruh yang sangat positif bagi anak-anak dan program kami, kami rasa dia layak (menerima prestasinya kali ini). Dia salah seorang yang ketika Anda berada di sekitarnya, mustahil Anda tidak menyukainya.”

Ia berharap menjadi pemain undangan sponsor pertama, setelah Martin Laird pada ajang Shriners Children’s Open 2020, yang meraih kemenangan. Dan Theegala tidak segan-segan mengungkapkannya. Bermain dengan pemain, seperti Koepka dan Schauffele? Luar biasa, katanya. Mereka sangat baik, imbuhnya.

Namun, jangan terkecoh! Theegala sendiri memiliki bakat yang mengagumkan, status bintang itu mulai melekat pada dirinya sekarang. Sebagai pemain yang terpilih masuk All-American saat bersama Pepperdine, ia menjadi pegolf kelima yang menyapi seluruh penghargaan utama sebagai pegolf kampus papan atas tahun 2020. Ia bermain pada Korn Ferry Tour musim lalu dan bermain cukup bagus untuk meraih kartu PGA TOUR. Dia seakan telah melatih pukulannya sekian lama dan memiliki short game yang sangat mengagumkan.

Muralidhar Theegala, ayah Sahith yang pindah dari India ke Amerika Serikat malah lebih sebagai pemain tenis daripada pegolf. Toh beliau punya firasat bahwa putranya bakal menjadi pemain bintang. Sahith menunjukkan betapa ia menyukai panggung besar ketika menjuarai ajang Junior World dan turnamen-turnamen lainnya. Dan di garasi keluarga Muralidhar pun tergantung dua papan yang berbunyi: THE WORLD’S BEST GOLFER LIVES HERE (Pegolf terbaik di dunia tinggal di sini). Dan: BETTER IN THE WOODS THAN A TIGER (pelesetan yang ingin menunjukkan bahwa Sahith bisa lebih baik daripada Tiger Woods).

Kali ini trofinya belum menjadi milik Theegala, yang masih tinggal di rumahnya. Namun ia benar: ada kemenangan dalam gaya konstruksionis yang ketat dan kemenangan dalam pengertian yang lebih luas. Para penggemar baru itu bakal berada di belakangnya ketika ia mengikuti The Genesis Invitational di kampung halamannya di Los Angeles pekan ini, dan Anda bisa memperkirakan bahwa jenis kemenangan lain bakal hadir baginya.