Chonlatit Chuenboonngam, Lloyd Jefferson Go, dan Paul San berbagi posisi teratas ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament yang memperebutkan total US$110.000.
Pegolf Thailand Chonlatit Chuenboonngam, pegolf Filipina Lloyd Jefferson Go, dan Paul San asal Malaysia menuju dua putaran final ajag BNI Ciputra Golfpreneur Tournament dari posisi teratas. Ketiga pegolf ini sama-sama mengoleksi skor total 12-under 132 dan unggul satu stroke atas pegolf Amerika Serikat Sam Gillis.
Chonlatit, yang baru saja memenangkan ajang Asian Development Tour di Gunung Geulis sepekan yang lalu berhasil menembus jajaran teratas di Damai Indah Golf BSD Course setelah menorehkan enam birdie dengan satu bogey.
Bermain dalam satu grup bersama Go, Chonlatit mesti menunggu hingga hole 6 sampai ia meraih birdie pertamanya. Dari sana ia sukses menambah dua birdie lagi melalui hole 7 dan 8. Meski sempat mendapat bogey di hole 11, ia sukses mengakhiri permainan hari ini dengan tiga birdie tambahan, termasuk dua birdie berturut-turut di hole 17 dan 18.
Sementara itu, Go yang sempat mendapat bogey di hole 4 justru berhasil mengimbangi permainan Chonlatit. Setelah menciptakan tiga birdie di lima hole berikutnya, ia menorehkan tiga birdie berturut-turut dari hole 13, sebelum kemudian menutup putaran keduanya dengan eagle di hole 18.
Permainan pegolf Malaysia, San, memaksa Chonlatit dan Go untuk berbagi posisi teratas. Pegolf yang bermain satu grup di belakang Chonlatit dan Go ini tampaknya bakal menciptakan skor yang sangat rendah lantaran sudah bermain 5-under di sembilan hole pertamanya.
”Anda harus terus membuat birdie, kalau tidak pasti akan terlewati oleh pemain lain.” — Sam Gillis.
Akan tetapi, memasuki sembilan hole kedua, birdie itu tak lagi datang. Bahkan ia harus mendapat bogey di hole 15. Beruntung ia kemudian menorehkan eagle di hole 18 untuk menjadi pegolf ketiga yang akan memulai putaran ketiga dari posisi teratas.
Sementara itu, Gillis menjadi pesaing terdekat bagi ketiga pemain di atas. Pegolf AS, yang menorehkan delapan birdie dengan dua bogey, ini bahkan sempat sendirian di puncak klasemen sementara.
”Hari ini saya bermain solid, driving saya cukup lurus, tidak sempurna, tapi lebih bagus daripada yang sudah-sudah. Permainan iron saya juga solid dan berhasil menilai jarak pukul dengan baik. Sejauh ini saya belum menempatkan bola saya di posisi yang sulit, mungkin beberapa, tapi sebagian besar saya menempatkan bola di posisi yang bagus dan melakukan putting dengan baik. Mungkin itu yang membantu saya main bagus,” tuturnya.
”Putting saya juga bagus, saya yakin bahwa Anda mesti melakukan putt dengan baik, dan saya tahu lapangan minggu lalu sangat sukar dan green di sini tidak mudah, tapi sedikit lebih terbuka, tapi saya membaca jalur putting dengan baik, dan kuncinya adalah bahwa kecepatan bola saya sejauh ini bagus dan hal ini bisa menciptakan perbedaan ketika Anda bisa mendapatkan kecepatan yang konsisten.
”Anda harus terus membuat birdie, kalau tidak pasti akan terlewati oleh pemain lain.”
Lima pegolf lainnya mengintai dari peringkat T5, termasuk pimpinan klasemen putaran pertama Clyde Mondilla. Cory Crawford (65) dari Australia, Sutijet Kooratanapisan (69) asal Thailand, Kshitij Naveed Kaul (66) dari India, dan pegolf Singapura Koh Deng Shan (69) sama-sama menorehkan skor total 9-under 135.
Pada pekan ini sebelas pegolf Indonesia berhasil melangkah ke dua putaran terakhir. Syukrizal akan menatap putaran ketiga dengan menjadi pegolf tuan rumah yang menempati posisi teratas. Raihan 7-under 134 yang ia miliki menempatkannya di peringkat 15 bersama pegolf Swedia Filip Lundell.


