George Gandranata, Danny Masrin, dan Rory Hie finis di peringkat T5 pada akhir putaran final OB Golf Invitational.
Harapan publik golf tuan rumah untuk mendapatkan gelar Asian Development Tour kedua harus kembali tertunda. Dua pemain Indonesia yang sebelumnya memiliki peluang paling memungkinkan untuk mewujudkan harapan tersebut, George Gandranata dan Rory Hie, harus menuntaskan putaran final mereka dengan catatan even par 72. Adapun Danny Masrin, yang secara matematis masih punya kesempatan untuk meraih kemenangan, harus menyelesaikan putaran final dengan skor 2-under 70.
George masih menjaga peluang untuk meraih gelar ADT kedua setelah bermain 1-under hingga enam hole pertama berkat tiga birdie dan dua bogey. Namun, ia justru mendapat bogey ketiga di hole 7. Ia berhasil mendapat birdie lagi ketika memasuki sembilan hole berikutnya, yaitu di hole 12. Namun, sejak itu ia kesulitan untuk menambah koleksi birdie-nya. Malahan ia harus mendapat bogey lagi di hole 17, yang otomatis turut memupus harapan untuk menang.
“Putaran final ini cukup oke. Artinya, saya masih bisa memainkan putaran yang bagus, bisa main even par. Posisi pin hari ini memang cukup sulit, tapi memang seharusnya saya bisa main lebih baik lagi. Cuma, ketika memulai turnamen ini, kalau ada yang bilang bahwa saya bisa finis 11-under di Royale Jakarta, saya menerima hasil tersebut. Ini jelas hasil terbaik saya di sini,” ujar George yang akhirnya mengumpulkan skor total 11-under 277.
“Pukulan saya tidak begitu bagus di sembilan hole pertama, tapi putting saya solid di sana. Sayangnya, yang terjadi di sembilan hole berikutnya justru kebalikannya. Pukulan saya lebih bagus, tapi putter saya tidak bagus. Jadi, saya tidak mendapat kombinasi yang bagus dari kedua aspek itu pada saat yang bersamaan.”

Meski akhirnya harus menunda merayakan kemenangan kedua, toh George masih bersyukur bisa finis di peringkat T5.
“Saya tahu kalau saya sebenarnya bisa finis lebih baik lagi setelah putaran ketiga. Tapi kalau ada yang bilang saya bisa finis di peringkat kelima pada awal pekan ini, saya akan menerimanya. Ya, ini turnamen yang bagus buat saya, saya bisa main tanpa bogey selama dua putaran pekan ini, 16 birdie dengan total 5 bogey, jadi secara keseluruhan ini performa yang solid.”
Kondisi yang lebih berat justru dialami Rory Hie. Ia bahkan harus bermain 4-over dalam sembilan hole pertamanya. Permainannya di sembilan hole kedua memang jauh lebih baik, namun dengan hanya empat birdie, termasuk tiga birdie berturut-turut di hole 14, 15, dan 16, ia pun harus fini di peringkat kelima dengan catatan skor yang sama dengan George, 277.
Hal yang kurang lebih sama juga dialami oleh Danny Masrin. Peluangnya untuk menjadi pegolf Indonesia kedua yang menjuarai ajang ADT masih terjaga ketika memainkan sembilan hole pertamanya dengan 3-under, di antaranya berkat eagle di hole 2. Ia sudah menorehkan 3-under ketika menambah satu birdie lagi di hole 13. Namun, dua bogey di hole 16 dan 17 praktis menutup peluangnya untuk setidaknya mengikuti partai play-off dengan Park Seung dan Panuwat Muenlek.

“Yang penting memang di sembilan hole pertama karena hole-hole di sana merupakan hole-hole scoring. Kalau bisa mendapat banyak birdie, saya bisa memberi tekanan kepada pimpinan klasemen. Eagle di hole 2 itu cukup memberi momentum untuk di hole-hole berikutnya. Setelah itu, di hole 13, saya bisa memasukkan putt dari jarak 10 meter sehingga membangkitkan semangat lagi karena sebelumnya tidak ada putting yang masuk dari jarak jauh,” tutur Danny.
Sayangnya, di hole 16 ia gagal melakukan up-and-down sehingga momentum yang terjaga di hole 13 itu pun menjadi sirna. Dengan 2-under 70 pada putaran final ini, ia pun bergabung dengan George dan Rory untuk berada di peringkat kelima dengan torehan skor yang sama, 11-under 277. Mereka berbagi peringkat tersebut dengan pegolf Thailand Sorachut Hansapiban dan pegolf Jepang Hayato Yoshida.
Naraajie Emerald Ramadhan Putra berhasil menjadi pegolf amatir terbaik pada OB Golf Invitational kali ini. Pegolf amatir No.1 Indonesia ini mencatatkan empat birdie dengan lima bogey pada hari terakhir sehingga membuat perolehan akhirnya menjadi 5-under 283. Ia pun berbagi tempat di peringkat 23 dengan Naoki Sekito dari Jepang.
Pegolf asal Korea, Park Seung akhirnya berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Panuwat Muenlek. Keduanya harus menjalani dua hole tambahan lantaran membukukan skor 14-under 274. Di hole play-off pertama, keduanya sama-sama mendapat par di hole 18 Royale Jakarta Golf Club. Namun, di hole play-off kedua, Park berhasil kembali mendapat par, sedangkan Muenlek harus puas dengan bogey setelah tee off-nya masuk air.


