Apa rahasia keberhasilan Tim Jepang dalam mematahkan dominasi Korea untuk menjuarai Queen Sirikit Cup ke-46 di Sentul Highlands Golf Club?
Tim Jepang, yang beranggotakan Yurina Hiroyoshi, Anna Iwanaga, dan Ai Goto sukses mematahkan dominasi Korea pada ajang Queen Sirikit Cup ke-46 di Sentul Highlands Golf Club. Dalam kompetisi beregu yang dimainkan dalam empat putaran ini, Tim Jepang berhasil mengoleksi skor total 543, satu stroke lebih baik daripada Tim Korea (544). Kemenangan yang dipastikan pada hari Jumat (15/5) praktis memutus kemenangan beruntun Korea sejak 2023 lalu.
”Kami tahu kalau Tim Korea sangatlah kuat, tapi Tim Jepang juga kuat. Itu sebabnya, kami juga merasa sangat senang bisa memenangkan Queen Sirikit Cup (pekan ini), ujar Hiroyoshi, mewakili teman-temannya.
Keberhasilan Tim Jepang pekan ini tidak terlepas dari kontribusi Ai Goto. Permainannya selalu memberi sumbangsih berarti bagi timnya. Istimewanya lagi, ia bertanding dalam kondisi yang tidak bugar.

”Saya tidak benar-benar siap menghadapi kondisi (cuaca) di sini,” tutur Goto, No.49 pada World Amateur Golf Ranking (WAGR), ”tapi saya berusaha sebaik mungkin untuk fokus pada apa yang bisa saya kendalikan dan situasi yang bisa saya mainkan.”
Sejak putaran pertama, pegolf berusia 17 tahun ini tidak pernah terlempar dari jajaran atas. Ia bahkan menjadi salah satu pemuncak klasemen usai memainkan tiga putaran dengan skor total 10-under 206. Ia bahkan kembali bermain tanpa bogey pada putaran final. Jika bukan karena ketangguhan Kim Gyubeen, yang mencatatkan skor terendah pada putaran final, 8-under 64, dan memastikan kemenangan lewat hole play-off kedua, Goto mungkin sukses memenangkan nomor individu.
Ada pula Anna Iwanaga yang sepanjang pekan turnamen mencatatkan skor total 12-under 276 dan finis hanya dua stroke di belakang Goto dan Kim. Meskipun skor dalam dua putaran terakhirnya tidak memberi kontribusi bagi skor tim, permainannya dengan skor 67-68 pada dua putaran pertama terbukti memberi fondasi berharga bagi Tim Jepang mengangkat piala.
Yurina Hiroyoshi, yang berstatus sebagai pegolf dengan WAGR tertinggi pada pekan ini—No.16 Dunia—turut tampil solid. Ketika Iwanaga menjadi penopang dalam dua putaran final, Hiroyoshi memberi sumbangsih penting dalam dua putaran terakhir, termasuk ketika mencatatkan skor terendah bagi Tim Jepang dengan 6-under 66 pada putaran final.
”Karakter kami mungkin berbeda, tapi masing-masing kami punya kekuatannya tersendiri dan itu juga yang ikut membantu kami untuk bisa memenangkan kejuaraan ini,” tutur Hiroyoshi.

Sementara itu, Kapten Saori Iwamoto juga turut menjadi instrumen penentu bagi para pegolf Jepang. Jelang putaran final, ia turun ke lapangan mendahului anak-anaknya untuk mempelajari kondisi dan menyiapkan timnya untuk tampil maksimal.
Prestasi kali ini tidak membuat ketiga remaja putri ini berpuas diri. Mereka sangat menyadari bahwa masa depan mereka masihlah panjang. Masih ada prestasi lain yang layak mereka kejar, baik secara individu maupun beregu.
”Kami akan berusaha untuk terus melangkah maju dan meningkatkan kualitas secara tim,” tandas Hiroyoshi.
Kemenangan kali ini menjadi kemenangan kedelapan bagi Jepang sejak pertama kali mengangkat trofi bergengsi ini pada edisi perdana tahun 1979. Hingga sebelum tahun ini, Jepang memenangkan Queen Sirikit Cup pada 1980, 1987, 1993, 1997, 2002, dan 2022.
Korea masih menjadi kekuatan paling dominan dengan total 24 kemenangan.
Klasemen akhir nomor beregu 46th Queen Sirikit Cup
543 – Tim Jepang
544 – Tim Korea
557 – Tim Hong Kong, China
567 – Tim China Taipei, Tim Thailand, Tim China
582 – Tim Singapura
589 – Tim Vietnam
599 – Tim India, Tim Selandia Baru
600 – Tim Indonesia
609 – Tim Filipina
620 – Tim Malaysia


