Meraih dua gelar profesional dalam dua pekan berturut-turut membuat Tirawat Kaewsiribandit berniat untuk memenangkan gelar profesional ketiga dalam kariernya. Dan ia berniat untuk melakukan hal tersebut ketika kembali berkompetisi pada ajang Panasonic Open India yang akan dimulai besok (24/10) dan kembali dimainkan di Delhi Golf Club.

Tirawat meraih gelar Asian Tour pertamanya dua pekan lalu, ketika ia memenangkan turnamen yang diadakan di Pakistan. Gelar tersebut seolah memberi tuah baginya. Ketika mengikuti Tour dalam negeri pada pekan lalu, ia kembali meraih juara.

Namun, ia juga memiliki motivasi lain ketika kembali berlaga pada Asian Tour, pada turnamen yang memperebutkan total hadiah senilai US$400.000 ini. Pada hari ini pegolf Thailand tersebut genap berusia 29 tahun. Gelar kemenangan pada akhir pekan jelas akan menjadi hadiah ulang tahun yang lebih sempurna lagi.

“Saya merasa sangat percaya diri dengan permainan saya saat ini. Sebenarnya, pekan lalu saya berjuang dengan sedikit cedera punggung, tapi kini sudah sepenuhnya pulih. Semoga saya bisa melanjutkan performa bagus ini dan mengamankan hasil positif lainnya pada pekan ini,” ujar Tirawat.

“Saya sangat bangga pada diri sendiri seusai memenangkan gelar Asian Tour pertama di Pakistan dua pekan lalu, dan kemudian menang lagi di rumah sendiri pekan lalu. Semua itu datang pada saat yang sangat tepat karena hari ini saya genap berusia 29 tahun.”

“Cuaca di sini sekarang sangat sempurna dan saya merasa positif dengan permainan saya. Tak seperti pemain lain, saya sering memainkan driver di lapangan ini.” – Siddikur

Bermain di Delhi Golf Club yang terkenal memiliki fairway yang sempit, Tirawat menilai dirinya memerlukan rencana permainan yang baik. Ia pun berniat untuk memantapkan fokusnya pada tiap pukulan tee, yang menurutnya, “Kalau bisa melakukan pukulan (tee yang) bagus, Anda bisa mencapai green dengan mudah.”

Meski demikian, Tirawat meyakini bahwa ia tetap berpeluang untuk kembali menikmati kemenangan untuk tiga pekan berturut-turut. Selain secara fisik ia telah lebih kuat dan siap, ia juga meyakini bahwa aspek mentalnya telah lebih berkembang ketimbang tahun lalu.

Rekan senegaranya, Jazz Janewattananond juga akan ikut meramaikan pekan persaingan pada pekan ini. Pegolf berusia 22 tahun ini baru saja mengambil jeda dua pekan dari mengikuti turnamen. Dua tahun yang lalu, ia sempat bersaing untuk meraih gelar juara, sampai akhirnya harus finis di posisi T30.

Tapi kali ini Jazz akan kembali berkompetisi di Delhi Golf Club dengan status yang berbeda. Kali ini ia datang dengan menyandang status sebagai juara dua gelar Asian Tour. Pengalamannya dua tahun lalu menjadi modal berharga bagi pemuda yang kini berada di peringkat 14 Habitat for Humanity Standings (Order of Merit Asian Tour) ini.

Siddikur (kiri), Ajeetesh Shandu (tengah), dan Jazz Janewattananond (kanan) berpose dengan trofi yang diperebutkan pekan ini. Foto: Asian Tour.

“Saya pikir hanya jenis pemain tertentu yang bisa main bagus di lapangan ini. Pemain, seperti S.S.P. Chawrasia dan Mithun Perera selalu main bagus di sini. Saya hanya mesti mencoba dan bermain bagus lagi. (Dua tahun lalu) saya tidak main bagus pada hari terakhir, tapi saya tahu saya bisa main bagus di lapangan ini,” ujar Jazz.

Berbeda dari Jazz, Siddikur harus memastikan finis yang solid pada akhir pekan ini. Pegolf asal Bangladesh ini memiliki rekam jejak yang menakjubkan di lapangan yang akan dimainkan sepanjang 6.935 yard ini. Ia menjuarai gelar Asian Tour keduanya, empat kali finis di sepuluh besar dalam lima partisipasinya pada turnamen ini, dan enam kali finis di sepuluh besar dalam ajang Asian Tour lainnya di sana. Namun, ia harus mencatatkan hasil bagus pada pekan ini.

Saat ini Siddikur berada di peringkat 97 dan ia harus mendapat hasil yang bagus agar bisa kembali ke zona 60 besar guna mengamankan kartu Asian Tournya.

“Ini salah satu lapangan favorit saya dan rekor saya jelas menunjukkan hal tersebut. Saya sering bermain di sini sejak masih amatir. Bahkan pada 2004 saya pernah menang di sini saat masih amatir,” ujar Siddikur yang menilai lapangan ini sangat mirip dengan lapangan di negaranya, Kurmitola Golf Club.

“(Performa saya pada) musim ini memang mengecewakan hingga sejauh ini, tapi saya tidak khawatir. Saya hanya perlu berfokus melakukan apa yang mesti saya lakukan. Pekan ini memang sangat penting buat saya lantaran saya sudah berjuang menghadapi cedera punggung selama empat atau lima tahun ini. Itu cedera yang datang dan pergi.

Pegolf tuan rumah Shiv Kapur masih mengingat keberhasilannya menang di India untuk pertama kalinya pada tahun lalu. Ia pun berniat untuk menjadi pegolf pertama yang mempertahankan gelar Panasonic Open India. Foto: Asian Tour.

“Tahun lalu di Hong Kong saya juga mesti main bagus untuk mempertahankan kartu saya, tapi malah mesti mundur lantaran cedera punggung yang kambuh. Cedera itu masih belum sembuh dengan sempurna dan makin terasa kalau saya main di tengah cuaca yang dingin. Tapi cuaca di sini sekarang sangat sempurna dan saya merasa positif dengan permainan saya. Tak seperti pemain lain, saya sering memainkan driver di lapangan ini,” jelas Siddikur.

Sementara itu, pegolf tuan rumah Shiv Kapur juga akan berusaha untuk mempertahankan gelar juaranya pada pekan ini. Ia akan berusaha menjadi pegolf pertama yang berhasil mempertahankan gelar Panasonic Open India. Kemenangannya pada tahun lalu turut membawanya memenangkan Panasonic Swing setelah mengumpulkan poin terbanyak dari tujuh turnamen yang dimainkan di Thailand, India, Indonesia, Malaysia, dan Jepang.

“Sungguh menyenangkan bisa melihat wajah saya ada di mana-mana. Ada perasaan yang istimewa. Tapi memang ada tekanan juga menjadi juara bertahan, tapi saya pikir itu hal yang positif dan tekanan yang bagus karena saya tahu bahwa saya telah menang di lapangan ini sebelumnya,” ujar Kapur.

Panasonic Open India pekan ini dinaungi oleh Asian Tour dan Professional Golf Tour of India (PGTI). Pekan ini merupakan penyelenggaraan ke-8 secara berturut-turut. Turnamen ini sekaligus menjadi turnamen kedua dari tujuh turnamen yang masuk dalam rangkaian Panasonic Swing.

Leave a comment