Tom Kim berharap bisa kembali menyihir Vegas dalam upayanya mempertahankan gelar Shriners Children’s Open pekan ini.

Bintang golf Korea Tom Kim belajar bahwa golf tidak sekadar permainan yang menuntut kesempurnaan. Ia mengungkapkan hal ini sebelum mempertahankan gelar Shriners Children’s Open, di Las Vegas dengan permainan tanpa bogey dalam 72 hole tahun 2022 itu.

Dengan peringkat 16 dunia, pegolf berusia 21 tahun ini menjadi pemain dengan peringkat dunia tertinggi pada pekan ini. Dan ia merasa bersemangat dengan kesempatan untuk bisa kembali mengangkat trofi di TPC Summerlin setelah gagal mempertahankan gelar Wyndham Championship bulan Agustus 2023 lalu lantaran cedera.

”Rasnya luar biasa. Tentulah sangat disayangka tak bisa mempertahankan gelar pertama saya, tapi sungguh luar biasa bisa berada di sini. Saya tak sabar untuk bisa mempertahankan gelar. Ada banyak kenangan indah di sini. Tahun lalu saya main dengan sangat baik dan memainkan lapangan (dengan sangat baik juga) dan kondisinya luar biasa,” tutur Kim.

”Bogey bisa terjadi. Saya tidak bisa berusaha untuk tidak membuat bogey.”

Setahun lalu, ia menciptakan sejarah golf dengan menjadi pegolf pertama setelah Tiger Woods tahun 1996, yang memenangkan dua gelar PGA TOUR sebelum berusia 21 tahun. Dalam perjalanannya menciptakan rekor skor 24-under, pegolf Korea ini menaklukkan Patrick Cantlay dan Matthew NeSmith dengan tiga stroke. Ia juga menjadi pegolf pertama setelah J.T. Poston (2019) yang tidak mencatatkan satu bogey pun dalam empat putaran

Tahun ini ia memang belum menikmati kemenangan, tapi Kim sadar bahwa ia harus terus menjalani proses belajar untuk menavigasi lapangan-lapangan golf baru dan mengelola ekspektasinya sendiri setelah menjalani kehidupan di Amerika. Itu sebabnya, ia juga menilai penampilan memukaunya bagi Tim Internasional pada Presidents Cup bulan September 2022 lalu juga menjadi bagian dari proses ini.

”Jelas bukan menjadi ekspektasi saya pekan ini,” tuturnya menjawab pertanyaan peluang main tanpa bogey lagi di TPC Summerlin.

”Kedi saya menyebutkan hal ini, jelas ekspektasi akan selalu ada, dan mudah saja mematok ekspektasi yang tinggi karena (sebelumnya) saya tidak mencatatkan satu bogey pun, 24 birdie, dan Anda punya perasaan kalau mesti melakukannya lagi. Bogey bisa terjadi. Saya tidak bisa berusaha untuk tidak membuat bogey.”

Meski belum merayakan kemenangan lagi, Kim telah mencatatkan sejumlah penampilan memukau beberapa bulan terakhir. Termasuk ketika finis T8 pada U.S. Open dan berada di tempat kedua pada The Open Championship. Dalam lima turnamen terakhir yang ia ikuti, ia tak pernah finis di luar T24 dan finis T6 pada Cazoo Open de France di Le Golf National pada DP World Tour.

”Punya perspektif baru telah membantu saya untuk merasa lebih nyaman dengan diri sendiri, ….”

Ia mulai berlatih dengan Chris Como bulan Juli 2023 lalu setelah berlatih dengan Cameron McCormick. Arahan dari dua pelatih top itu telah membantunya memadukan kepingan-kepingan yang hilang dalam usahanya untuk sekali lagi bisa tampil maksimal.

”Saya telah belajar … pastinya dalam tahun pertama, jadi transisi dengan melihat lapangan-lapangan baru, dan tahun lalu rasanya saya main begitu bagus. Mendadak saya memainkan lapangan-lapangan yang keras, panjang, dan sangat menghukum. Faktor penyesuaian dan saya berada di posisi di mana saya benar-benar tidak ingin berada,” jelas Kim.

”Saya banyak belajar dari Cam dan bahkan dari Chris, memadukan semua yang saya pelajari tahun ini. Semua yang terjadi pada British Open benar-benar menunjukkan hasil, tapi saya merasa sudah dekat (dengan kemenangan). Punya perspektif baru telah membantu saya untuk merasa lebih nyaman dengan diri sendiri, dan khusunya di lapangan ketika Anda merasa tidak nyaman dan banyak berpikir, tidaklah begitu membantu.”

Wakil Asia lain pekan ini ialah duo China Marty Dou Zecheng (peringkat 124 pada FedExCup) dan Carl Yuan (131), pegolf China Taipei Kevin YU (107) dan C.T. Pan, yang sama-sama berjuang untuk mengamankan kartu PGA TOUR untuk 2024. Adapun Kim Seonghyeon (60) akan berniat tampil lebih baik ketimbang ketika finis T4 supaya bisa masuk 60 besar dan mengikuti dua ajang premium PGA TOUR pada awal 2024: AT&T Pebble Beach Pro-Am dan The Genesis Invitational.

Salah satu daya tarik pada pekan ini ialah kehadiran pemegang 11 gelar LPGA Lexi Thompson. Thompson menerima undangan sponsor dan menjadi pegolf wanita ketujuh yang mengikuti ajang PGA TOUR, serta pertama kalinya sejak Brittany Lincicome tampil pada ajang Barbasol Championship 2018.

Para penggemar golf di Indonesia kini bisa menikmati aksi Tom Kim dan para pegolf terbaik di dunia yang beraksi di panggung PGA TOUR melalui MOLA TV.