Tom Kim menampilkan permainan istimewa untuk menjadi satu dari tiga pimpinan klasemen ajang Shriners Children’s Open 2023.
Juara bertahan Tom Kim asal Korea berhasil menorehkan skor luar biasa 9-uder 62, dan kini berbagi puncak klasemen dengan Adam Hadwin dan Lanto Griffin pada ajang Shriners Children’s Open. Adapun rekan senegaranya, Lee Kyounghoon, hanya terpaut satus troke di belakang mereka.
Sebuah eagle, sembilan birdie, dengan dua bogey mewarnai kartu skor Kim di TPC Summerlin, di Las Vegas kemarin (14/10). Dengan skor total 15-under, kini pemuda berusia 21 tahun ini berpeluang memenangkan gelar PGA TOUR ketiganya, lewat turnamen yang ia menangkan tahun 2022 lalu.
Lee, yang juga telah mengoleksi dua kemenangan, menorehkan skor 66 untuk menjaga peluangnya menciptakan kejutan. Sementara pemain debutan asal China, Lin Yuxin, menorehkan skor 69 dan kini mengumpulkan skor total 10-under menuju putaran final.
Usai gagal mempertahankan gelar pada Wyndham Championship akibat cedera, Kim kini merasa bersemangat bisa berpeluang mengulangi kemenangannya. ”Dari tee ke green permainan saya sangat solid. Banyak peluang yang tercipta. Tentulah Anda mesti menuntaskannya, dan itulah yang saya lakukan. Putting saya juga bagus,” tutur pegolf Korea ini.
Bermain dengan terpaut enam stroke dari puncak klasemen, Kim membutuhkan 30 pukulan untuk menuntaskan sembilan hole pertamanya, yang ia tandai dengan eagle di hole 9 setelah pukulan 4-iron miliknya dari jarak 223 meter menyisakan 15 inchi dari pin. Ia kemudian menorehkan lima birdie lagi di sembilan hole terakhirnya.
”Sudah tentu saya membidik sedikit ke kiri dari titik mendaratnya bola untuk memberi ruang, dan pukulan itu menghantam titik yang sempurna, hampir memberi albatros pertama dalam karier saya, sayangnya tidak terjadi. Saya masih harus terus bersabar,” sambungnya lagi.
”Saya tidak hendak buru-buru melakukan semuanya, juga tidak berusaha memaksakan. Saya benar-benar merasa tenang, dan ya, hari yang luar biasa. Saya sudah melihat banyak hal bagus menjelang akhir tahun ini, dan sudah jelas jalan masih panjang, tapi sungguh terasa keren bisa melihat saya bermain dengan permainan yang saya tahu bisa saya mainkan. Golf jelas tidak selalu konsisten. Ada pasang-surutnya, tapi senang bisa melihat permainan golf yang bagus lagi.
”Pada dasarnya, ini pertama kalinya saya mempertahankan gelar PGA TOUR, dan rasanya cukup keren juga. Semoga ada lebih banyak lagi kesempatan seperti ini. Sekadar suasananya, rasanya Anda bisa memenangkan turnamen ini tiap tahun, dan rasanya karena sudah menang, Anda punya sensasi positif dan merasa bisa menghidupkan kembali momen kemenangna itu, dan memberi energi untuk menyadari kalau saya punya sensasi yang positif di sini dan merasa nyaman di sini, main bagus juga di sini, dan bisa kembali, terutama di jajaran atas dengan peluang menang pada hari Minggu.
”Saya kira ini turnamen yang sangat bagus, dan buat saya, sebagai juara bertahan rasanya saya senang bisa bersaing pada hari Minggu.”
Sementara itu, Lee menorehkan tiga birdie dengan eagle di hole 16 untuk ikut meramaikan persaingan.
”Di beberapa hole pertama saya berusaha sabar dan kemudian mendapat birdie di hole 7 dan 9, saya mendapatkan sembilan hole pertama yang bagus. Saya juga menyukai pukulan di hole 16 par 5 itu. Sisanya dengan 8-iron. Saya melihat jalurnya sangat bagus (di hole 16), tapi tidak tahu juga, jadi saya beharap bolanya bisa melewati air, dan ternyata benar-benar melewati air dan kemudian orang banyak mulai bersorak,” jelas Lee.
Dengan Im Sungjae menjuarai turnamen ini tahun 2021, Lee berniat untuk menjaga trofi turnamen ini tetap di tangan pegolf Korea. Baginya, kemenangan pada pekan ini menjadi penting untuk bisa masuk Tim Internasional untuk Presidents Cup, meski ia sadar bahwa permainan Kim, rekan senegaranya, sedang bagus.
”Tom benar-benar main bagus hari ini, dan kemudian saya juga main bagus. Semoga besok bisa menikmatinya. Kita lihat saja apa yang terjadi,” tandasnya.


