Tiga pegolf amatir papan atas Indonesia bertekad untuk menyerap pengalaman berharga sambil berusaha untuk menembus akhir pekan pada BNI Indonesian Masters presented by TNE pekan ini.

Peluang kompetisi pada ajang International Series, BNI Indonesian Masters presented by TNE, pekan ini tidak hanya menjadi milik para pegolf profesional Indonesia. Dari total 21 pegolf tuan rumah, tiga di antaranya merupakan pegolf amatir papan atas di negeri ini. Rayhan Abdul Latief, Jonathan Xavier Hartono, Randy Arbenata Mohamad Bintang akan menikmati kompetisi istimewa pada pekan ini.

Sebagaimana BNI Indonesian Masters presented by TNE akan melakoni debutnya sebagai ajang International Series, ketiga pegolf amatir ini pun akan memulai penampilan perdana mereka masing-masing pada ajang ini. Meskipun Royale Jakarta Golf Club bukan lapangan yang terlalu asing bagi ketiganya, pengaturan lapangan yang akan menguji kemampuan bahkan para pegolf top dunia sekali pun akan menjadi bagian dari tantangan yang harus mereka hadapi.

”Saya merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari peserta pekan ini. Ini turnamen terbesar di Indonesia dan saya sudah berkali-kali menontonnya. Bisa bermain pada ajang ini tentunya menjadi sesuatu yang istimewa,” ujar Jonathan.

”Saya suka pengaturan Royale dari tee belakang. Rasanya saya bisa memukul driver tanpa terlalu khawatir karena sebagian besar fairway-nya lebar. Saya hampir tidak pernah bermain di sini karena biasanya tidak berlatih di sini, tapi rough-nya tidak terlalu tinggi, jadi ini hal yang bagus sehingga Anda masih bisa menghemat pukulan kalau sedikit meleset.

”Kondisinya mungin bukan yang terbaik, beberapa pemain yang pernah main di sini pernah bilang kalau kondisi lapangan tahun-tahun sebelumnya sangat bagus, tapi setelah COVID-19, kondisinya tak lagi sama. Masih sangat bagus sih, makanya saya tak sabar untuk bisa memainkannya.”

 

Rayhan Abdul Latief, BNI Indonesian Masters presented by TNE.
Terbiasa latihan di Royale Jakarta Golf Club membuat Rayhan Abdul Latief memiliki keuntungan tersendiri. Foto: Yongki Hermawan.

 

Sementara itu, Rayhan, yang relatif lebih sering berlatih di Royale Jakarta, mengaku sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin.

”Setelah tahu kalau nama saya masuk ke turnamen ini, saya memaksimalkan latihannya. Pastinya dari segi fisik, mental, dan teknik juga saya matangkan,” ujar Rayhan yang pada pekan ini akan ditemani oleh pegolf profesional Kurnia Herisiandi, sebagai kedinya.

”Baru pertama kali ini saya bermain pada BNI Indonesian Masters presented by TNE. Menurut saya kondisi rough lebih tebal daripada biasanya, fairway juga lebih halus daripada biasanya. Apalagi green-nya itu signifikan sekali, jauh lebih licin. Ketika mencobanya, kebetulan lagi jarang hujan, jadi green-nya licin sekali dan menurut saya ini akan membuat permainan menjadi lebih sulit, levelnya lebih tinggi lagi. Tapi saya justru merasa sangat bersemangat untuk pekan ini.”

Rayhan, yang bersama Jonathan dan Randy ikut membela Merah Putih pada Asia-Pacific Amateur Championship bulan Oktober 2022 lalu, turut menyimpan kekecewaan lantaran gagal tampil maksimal. Sementara pada ajang Nomura Cup pertengahan bulan ini, Rayhan, yang membentuk tim bersama Jonathan dan Kennteh Henson Sutianto, juga masih belum dapat bersaing dengan negara-negara tangguh.

”Dari Asia-Pacific Amateur Championship, saya bisa melihat pemain-pemain yang permainannya jauh di atas saya. Pada ajang itu saya juga sempat bermain satu flight dengan Harrison Crowe, yang akhirnya keluar sebagai juara. Menurut saya, ini pengalaman yang luar biasa sekali, banyak yang bisa saya ambil dari ajang tersebut, termasuk dari Nomura Cup.”

 

Randy Arbenata Mohamad Bintang, BNI Indonesian Masters presented by TNE.
Gagal pada Asia-Pacific Amateur Championship, Randy Arbenata Mohamad Bintang menatap BNI Indonesian Masters presented by TNE berbekal dua medali emas yang ia raih pada Porprov Jabar 2022 lalu. Foto: The R&A.

 

Tampil pada pekan ini juga menjadi tantangan besar bagi Jonathan, yang mengaku tidak berada dalam kondisi terbaiknya.

”Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya karena tiap hari bangun dan memegang club, rasanya berbed; mungkin karena sedikit mengalami pertumbuhan atau saya bertambah berat badan, saya tidak begitu yakin. Waktu latihan hari ini beberapa pukulan saya bagus, tapi beberapa puklan juga sangat buruk. Makanya saya akan berusaha supaya bisa bermain dengan baik,” jelasnya.

Rayhan dan Jonathan mungkin mengalami hasil turnamen yang jauh dari harapan dalam pertandingan mereka sebelumnya. Akan tetapi, hal yang berbeda justru dialami oleh Randy. Setelah nyaris lolos cut pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship, Randy berhasil memenangkan empat medali emas cabang olahraga golf pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat, awal November ini. Ia meraih kemenangan pada nomor individu dan ikut berkontribusi pada nomor beregu putra.

Meskipun tampil pada ajang provinsi, kemenangan tersebut setidaknya memberinya semangat dan rasa percaya diri yang dibutuhkan untuk menaklukkan Royale Jakarta Golf Club pekan ini.

Besok (1/4) Rayhan akan bermain satu grup dengan Lee Sungho dari Korea dan Kevin Phelan asal Irlandia, dan akan bermain mulai pukul 08:05 dari hole 10.

Adapun Randy akan bermain bersama pegolf Malaysia Daeng Abdul Rahman dan pegolf Australia Kevin Yuan, mulai pukul 10:55, juga dari hole 10.

Jonathan juga akan bermain dari hole 10, namun akan memulai putaran pertamanya dari pukul 12:35. Ia ditempatkan dalam satu grup bersama pegolf Korea Lee Seungtaek dan Lee Chieh-po dari China Taipei.