Joaqui Niemann menikmati musim tersukses dalam karier golfnya dengan menjuarai PIF Saudi International powered by SoftBank Investment Advisers.
Pegolf Chile Joaquin Niemann menuntaskan musim yang bisa dianggap sebagai salah satu musim tersukses dalam kariernya. Kemenangannya pada ajang PIF Saudi International powered by SoftBank Investment Advisers pada Sabtu (7/12) kemarin sekaligus menjadi gelar penutup musim 2024. Istimewanya, kemenangan itu ia raih melalui partai play-off dengan Cameron Smith dan Caleb Surratt.
Niemann menciptakan birdie yang cemerlang setelah melakukan pukulan lob yang menyisakan jarak kurang dari semeter di hole play-off kedua mereka. Dengan Smith dan Surratt yang gagal memasukkan putt mereka dari jarak dekat, birdie Niemann tersebut memberinya kemenangan pada turnamen yang menyediakan total hadiah sebesar US$5 juta ini. Selain berhak membawa pulang hadiah sebesar US$1 juta, ia pun menjuarai The International Series Rankings.
Niemann sebenarnya berpeluang menuntaskan pertandingan kalau saja tidak menciptakan bogey di hole terakhirnya. Ia sebenarnya memulai putaran final dengan sangat baik. Setelah memulai hari terakhir itu dengan tiga birdie berturut-turut dari hole pertamanya, ia telah bermain 23-under dalam 13 hole setelah menambah tiga birdie lagi dari hole 9, 10, dan 12. Namun, secara mengejutkan, ia malah tersandung di hole 14 dan 18.
Hal serupa juga terjadi pada Surratt. Pegolf Amerika ini memasuki hole 18 dengan skor 22-under setelah menorehkan enam birdie dalam 17 hole, sampai kemudian harus menorehkan bogey di hole terakhir.

Adapun Smith sukses mendapatkan birdie di hole terakhirnya untuk mencatatkan skor 9-under 62, yang sekaligus memaksakan play-off setelah menyamai skor 21-under milik Niemann dan Surratt.
Ketiga pemain ini sama-sama mencatatkan birdie di hole play-off pertama mereka, sampai Niemann menciptakan birdie di hole play-off kedua dan memastikan kemenangan Asian Tour pertamanya.
”Saya menikmati berada di posisi ini, tapi terkadang butuh waktu lebih lama. Hari ini sangat bagus. Caleb dan saya bermain sangat luar biasa,” ujar Niemann. ”Saya tak mengira kalau kami harus memainkan play-off dengan Cam Smith. Dia bermain lebih dulu, satu jam lebih awal daripada kami. Saya pikir kami bakal menghindari skor 21-under, tapi dalam golf kita tidak pernah benar-benar tahu.”
Kemenangan ini menjadi kemenangan kedua yang ia raih di Arab Saudi. Sebelumnya, pegolf yang juga membela Torque GC pada LIV Golf League ini menjuarai ajang LIV Golf Jeddah bulan Maret lalu, setelah sebelumnya memenangkan LIV Golf Mayakoba.
Meskipun gagal meraih kemenangan, Smith mengaku puas dengan hasil yang ia raih kali ini. ”Menurut saya bisa mengikuti play-off saja sudah menjadi bonus karena saya harus menunggu satu jam (untuk melihat hasil akhir dari grup lain). Memang sangat disayangkan saya gagal memasukkan putt di sana, tapi begitulah adanya,” ujar pegolf Australia ini.

”Saya malah berpikir peluang saya masuk lima besar sangatlah kecil. Golf terkadang memang aneh.”
Bagi Surratt, kegagalan ini juga menyakitkan lantaran ia sendiri sempat beberapa kali berpeluang menjuarai International Series.
”Saya sudah melakukan semua yang bisa saya lakukan. Saya melakukan enam pukulan yang sempurna pada saat play-off, cuma tidak benar-benar mendapatkan hasil yang saya inginkan kali ini, dan semoga suatu hari nanti bisa terwujud.”
Dengan Niemann sukses menjuarai The International Series Rankings, tempat kedua pun menjadi milik pegolf Selandia Baru Ben Campbell. Campbell mengakhiri PIF Saudi International powered by SoftBank Investment Advisers ini di posisi keempat dengan 20-under 264. Adapun Peter Uihlein, yang memulai pekan ini di peringkat teratas, terpaksa harus rela finis di tempat ketiga lantaran menutup turnamen dengan berada di posisi T29 setelah bermain dengan skor 74 pada putaran final.
Ratchanon Chantananuwat menjadi wakil Asia terbaik pada ajang ini. Pegolf amatir Thailand ini menorehkan skor 67 pada hari terakhir dan finis T9 dengan skor total 16-under 268. Sayangnya, status pegolf amatir terbaik menjadi milik pegolf asal Maroko, Adam Bresnu, yang finis satu stroke lebih baik dan berada di posisi T6.


