Para pegolf Asia berpeluang meraih hasil solid pada Sentry Tournament of Champions.

Bintang-bintang golf Asia berpotensi mencatatkan hasil positif pada awal tahun ini. Pada putaran ketiga Sentry Tournament of Champions kemarin (7/1), tiga wakil Asia menorehkan hasil yang solid dan akan memulai putaran final dari zona sepuluh besar.

Pemegang dua gelar PGA TOUR, sekaligus pemain sensasional Korea Tom Kim memimpin kuartet Asia di Kapalua Plantation Course dengan menempati posisi T5.

Pada putaran ketiga itu, Kim memperbaiki kartu skornya dengan satu stroke lebih baik daripada skor 69 yang ia raih pada putaran kedua. Selain menorehkan lima birdie, ia juga mencatatkan satu eagle dengan dua bogey untuk mempertahankan peluangnya bersaing. Skor total 17-under miliknya membuatnya terpaut tujuh stroke dari Collin Morikawa yang kian kukuh di puncak klasemen.

Meski posisi terbaik ditempati oleh pemain muda fenomenal tersebut, catatan skor terbaik dibukukan oleh pemegang dua gelar PGA TOUR lainnya, Im Sungjae. Ia menorehkan skor 8-under 65 berkat satu eagle dan enam birdie.

Meski demikian, ia harus bersabar hingga hole 5 sampai mencatatkan skor di bawah par. Di hole 5 par 5 itu, Im memasukkan putt dari jarak hampir 20 meter untuk meraih eagle. Eagle tersebut kemudian ia lanjutkan dengan birdie pertamanya di hole berikutnya dan menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan 3-under.

 

 

Im kemudian menuntaskan tujuh hole terakhirnya dengan membukukan lima birdie sehingga mengumpulkan skor total 16-under 203.

Adapun Hideki Matsuyama dan Lee Kyounghoon sama-sama menorehkan skor 6-under 67. Hanya saja, Matsuyama justru mengawali permainannya dengan bermain 2-over dalam empat hole pertamanya lantaran mendapat bogey di hole 3 dan 4. Beruntung ia kemudian membalikkan keadaan dan kembali mencatatkan even par dengan dua birdie di hole berikutnya, sebelum menuntaskan sembilan hole terakhirnya dengan membukukan enam birdie berturut-turut dari hole 13.

Sementara Lee mencatatkan tujuh birdie dengan satu bogey untuk berbagi posisi ke-9 dengan Matsuyama, Brian Harman, dan Jordan Spieth.

Morikawa jelas menjadi pemain yang paling berpeluang menjuarai ajang awal tahun ini. Pemegang dua gelar Major ini menorehkan skor 8-under 65 untuk memegang keunggulan enam stroke atas pegolf Inggris Matt Fitzpatrick (66).

”Pada awal pekan ini, lucunya, saya sedang mencari-cari di ruangan loker dan melihat loker-loker para juara dan menyusuri skor-skor dan melihat skor 34-under Cam (Smith) tahun lalu. Skor itu jadi target yang bagus. Skor kami memang masih jauh, tapi saya pikir besok saya hanya perlu menghadapi hole demi hole dan melangkah dari sana,” tutur Morikawa.

Morikawa bakal menghadapi putaran final dengan rasa lapar akan kemenangan. Pasalnya, sejak menjuarai Major keduanya pada The Open Championship 2021 silam, ia belum pernah mengangkat trofi lagi.

”Memenangkan sebuah turnamen golf. Itulah yang saya pikirkan. Menurut saya tiap kali berada di posisi ini, (Anda akan memikirkan soal) memenangkan turnamen golf. Tidak ada yang lain. Saya tidak peduli akan hal lainnya, saya hanya ingin menang,” ujarnya.

”Saya tahu masih banyak yang harus dijalani. Ada banyak pemain yang bakal menyerang pin, menciptakan banyak birdie sejak awal. Jadi, buat saya yang akan saya lakukan ialah berusaha tetap sabar, menciptakan banyak peluang dan membiarkan bolanya masuk (untuk birdie).”