Kevin Caesario Akbar menyusul langkah Jonathan Wijono untuk melangkah ke akhir pekan ajang Jakarta International Championship dengan catatan skor yang sama.
Kevin Caesario Akbar melanjutkan tren positif yang ia nikmati setelah mencatatkan sepuluh besar pertamanya pada ajang Asian Tour. Pegolf yang juga mengusung bendera Ciputra Golfpreneur Foundation ini memastikan melangkah ke akhir setelah kembali mengemas skor 2-under 68 sehingga kini mencatatkan skor total 4-under 136.
Kesabaran pegolf yang telah mengoleksi satu gelar Asian Development Tour ini benar-benar mendapatkan ujian pada putaran kedua tadi. Hingga tujuh hole pertama yang ia mainkan di Damai Indah Golf PIK Course, Kevin selalu berhasil memenuhi green in regulation, namun sejumlah peluang birdie yang ia dapatkan tak kunjung berhasil ia raih.
”Putting saya selalu kurang,” ujarnya. ”Rasanya kondisi green di green latihan lebih licin daripada di lapangan, dan memang kertas informasi kecepatan green menunjukkan kalau di lapangan green-nya agak lebih lambat.”
Memasuki hole 8, ia memutuskan untuk mengubah pendekatannya ketika hendak melakukan putt.
”Bagaimanapun juga, saya senang karena yang terpenting bisa lolos cut dulu!”
”Ketika mau putting saya menganggap hole-nya itu berada sekitar satu kaki (30 cm) di belakang lubang supaya tidak perlu mengubah feeling putting,” tuturnya lagi.
Langkah tersebut terbukti memberinya birdie pertama, yang sekaligus memberinya percaya diri. Meskipun kemudian ia harus mencatatkan bogey di hole 13—bogey kedua baginya pekan ini—Kevin kembali mencatatkan birdie lewat hole 14
Dalam posisi total bermain 3-under, Kevin mulai merasa membutuhkan birdie tambahan untuk menjamin tempatnya pada akhir pekan. ”Setelah 16 hole, saya merasa bermain 3-under agak sedikit riskan, jadi sepertinya saya butuh satu birdie lagi,” tuturnya lagi.
Ia sadar bahwa tuntutan demikian terkadang mendorong pemain untuk akhirnya melakukan kesalahan. Terlebih hole 17 bukan hole yang mudah dengan air yang siap menelan bola pukulan approach yang tidak terukur.

”Saya tidak mau menciptakan tekanan pada diri sendiri, jadi (mentalitasnya) main sebaik-baiknya saja; kalau (akhirnya) tidak lolos cut pun tidak masalah, lebih karena memang nasibnya saja yang belum baik, tapi yang penting fokus main sebaik-baiknya,” sambungnya.
Beruntung pukulan tee-nya di hole dogleg par 5 itu solid, yang ia lanjutkan dengan pukulan kedua yang sampai ke rough sisi kiri green. ”Dari situ saya melakukan one-chip-one-putt,” ujarnya lagi.
Toh ia sempat mengalami drama di hole terakhir. Meski mencapai green dalam dua pukulan, putting-nya justru membuat bola bukannya mendekati lubang. ”Entah bagaimana pukulan saya malah terlalu kuat sehingga bolanya melewati lubang dan saya harus berpikir lagi untuk bisa memastikan par, tapi bersyukur semuanya berjalan dengan baik,” sambungnya. ”Bagaimanapun juga, saya senang karena yang terpenting bisa lolos cut dulu!”
Menatap putaran akhir pekan, Kevin berharap ia bisa lebih menguasai green di lapangan karya Robert Trent Jones Jr. ini.

