Miyuu Yamashita berniat mengulangi prestasi Mone Inami tiga tahun silam ketika memulai putaran final kompetisi golf wanita Olimpiade Paris 2024 hari ini.

Ketika Mone Inami memenangkan medali perak dengan mengalahkan Lydia Ko pada partai play-off, ia berharap kemenangannya itu akan menghadirkan impian baru bagi para pegolf masa depan.

Miyuu Yamashita mejadi salah satu pegolf yang terinspirasi oleh penampilan Inami. Malah ketika putaran final dimulai hari ini, pegolf berusia 23 tahun—hanya dua tahun lebih muda daripada Inami—ini berpeluang melengkapi kemenangan Hideki Matsuyama.

Pegolf yang telah mengoleksi 11 gelar JLPGA dalam tiga tahun terakhir ini mencatatkan skor 4-under 68, yang merupakan skor terbaiknya selama bermain di Le Golf National. Empat birdie dan tanpa bogey itu praktis membawana mengumpulkan skor total 7-under 209 untuk berbagi tempat ketiga bersama pegolf Amerika Rose Zhang (67). Keduanya hanya terpaut dua stroke dari Morgane Metreaux dari Swiss dan Lydia Ko asal Selandia Baru di puncak klasemen.

 

Lin Xiyu, Round 3 Olimpiade Paris 2024.
Lin Xiyu (kiri) berbagi peringkat dengan rekan senegaranya, Yin Ruoning, Nelly Korda, dan Celine Boutier di posisi T7 menuju putaran final. Foto: Ben Jared/PGA TOUR/IGF.

 

”Saya berada di posisi yang bagus menuju putaran final, jadi saya hanya akan menikmati putaran besok (hari ini),” ujar Yamashita.

Skor yang sedemikian solid tersebut tidak lepas dari kualitas permainannya yang jauh lebih baik daripada dua putaran terdahulu. Dari kategori Strokes Gained Total, Yamashita mencatatkan 5,133 atau 2,4 lebih baik daripada hari kedua. Pukulan approach-nya juga menjadi akurat, di mana ia memukul ke 15 dari 18 green. Dan yang juga membantunya menghindari bogey di kartu skornya ialah kemampuannya 100% melakukan scrambling.

”(Tiga tahun lalu) saya merasa bersemangat dan juga terkesan oleh penampilan Mone Inami meraih medali perak. Jadi, saya akan bersaing untuk memenangkan medali yang sama, jadi saya akan berusaha sebaik mungkin besok dan menikmati pengalamannya.”

 

Yin Ruoning, Round 3 Olimpiade Paris 2024.
Skor 75 pada putaran ketiga kemarin (9/8) membuat posisi Yin Ruoning turun ke peringkat T7. Foto: Ben Jared/PGA TOUR/IGF.

 

Meski berada di posisi yang lebih baik, Yamashita bukan satu-satunya wakil Asia yang berpeluang memenangkan medali. Pegolf Thailand Atthaya Thitikul juga tampil ke jajaran atas setelah kembali berhasil menorehkan skor 69. Kini ia berada di peringkat ke-5 dengan catatan skor 6-under 210, atau tiga stroke di belakang duo pemuncak klasemen.

”Bersaing untuk meraih medali demi negara saya akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat intens. Seperti yang Anda ketahui, Olimpiade hanya dilakukan sekali dalam empat tahun, …. Jika bisa meraih medali, pasti akan menjadi sangat istimewa. Kalaupun tidak, saya sudah merasa bangga dengan permainan saya dan bangga mewakili Thailand dan seluruh rakyat kami,” ujar Thitikul.

Adapun dua pegolf China, Lin Xiyu (71) dan Yin Ruoning (75), di atas kertas, masih punya peluang memenangkan medali. Bersama pegolf No.1 Dunia Nelly Korda asal Amerika dan favorit tuan rumah Celine Boutier, mereka terpaut lima stroke dan berada di peringkat ke-7.

Artinya, putaran final akan menjadi partai yang kembali menghadirkan drama. Meskipun kompetisi golf Olimpiade ini tidak memberikan hadiah uang, seperti halnya turnamen golf pada umumnya, peraih medali emas akan mendapatkan hak istimewa untuk mengikuti seluruh ajang Major, mulai dari AIG Women’s Open.