Yang Yunseo berhasil mencapai targetnya pada AIG Women’s Open meskipun terpaksa bermain di atas par pada putaran kedua.
Meraih predikat amatir terbaik jelas menjadi prestasi yang Istimewa, apalagi pada ajang Major. Toh bagi Yang Yunseo, keberhasilannya menembus cut off menjadi pencapaian tersendiri, mengingat penampilannya di Royal Lytham & St Annes merupakan debutnya pada AIG Women’s Open.
Usai bermain solid pada putaran pertama, pegolf berusia 18 tahun ini harus berjibaku menyelamatkan kartu skornya. Hanya satu birdie yang ia raih pada putaran kedua. Dengan enam bogey, ia terpaksa puas menutup putaran kedua dengan skor 5-over 76. Dengan skor total 4-over 146, ia tertinggal enam stroke dari Paula Martin Sampedro (71) asal Spanyol.
Yang terpaksa mendapat tiga bogey berturut-turut sejak hole pertama, sebelum akhirnya menciptakan birdie di hole 5. Sayangnya itulah satu-satunya birdie yang ia ciptakan lantaran ia terpaksa menuai tiga bogey lagi sehingga kini harus berada di posisi T54.
”Target saya pada turnamen ini ialah lolos cut, tapi kalaupun gagal, bisa bermain di lapangan seperti ini saja sudah menjadi pengalaman belajar yang luar biasa.” — Yang Yunseo.
Bagi juara Women’s AmateurAsia-Pacific 2025 ini, bermain di lapangan links adalah hal yang baru. ”Ini lapangan dan kondisi cuaca yang tidak bisa Anda alami di Korea,” ujarnya kepada Asia-Pacific Golf Confederation.
Tidaklah mengherankan jika kemudian ia hanya menargetkan bisa lolos cut dalam debutnya pada ajang yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-50 ini.
”Saya bisa lolos cut dengan hasil yang bagus dalam dua Major sebelumnya (T38 dan berbagi status amatir terbaik dengan Farah O’Keefe pada The Chevron Championship bulan April, dan T41 pada The Evian Championship). Target saya pada turnamen ini ialah lolos cut, tapi kalaupun gagal, bisa bermain di lapangan seperti ini saja sudah menjadi pengalaman belajar yang luar biasa,” sambung Yang.
Dengan cut-off pada 4-over, Yang menjadi salah satu dari total 13 pegolf yang berada di peringkat 54.
Menariknya, keberhasilannya lolos cut membuat persaingan memperebutkan Smith Salver, trofi untuk pegolf amatir terbaik, hanya akan berlangsung dengan Martin Sampedro, mengingat hanya merekalah pegolf amatir yang melangkah ke akhir pekan.

Pegolf Spanyol itu mencatatkan empat birdie dengan empat bogey dan kini berjarak lima stroke dari Ryu Haeran (69) asal Korea, yang tampil sebagai pemuncak klasemen, menggeser pegolf No.2 Dunia Jeeno Thitikul (73).
”Menurut saya bisa ditemani pelatih sebagai kedi sangat membantu. Dia memiliki pengalaman di lapangan links, jadi saya kira kombinasi kami menjadi sebuah tim yang hebat, yang sekaligus memberi rasa percaya diri,” ujar Martin Sampedro.
”Pastilah permainan saya juga harus solid. Saya kira pukulan saya solid dan saya punya rencana permainan yang bagus untuk lapangan ini. Mungkin bermain tidak terlalu agresif dari tee dan berusaha menghindari bunker.”


