Taiki Yoshida segera menghadapi ujian terbesarnya dengan menjadi salah satu pemuncak klasemen menuju putaran final Golf NIppon Series JT Cup 2025.

Taiki Yoshida, Takashi Ogiso, dan Song Younghan menutup putaran ketiga Golf Nippon Series JT Cup hari ini (6/12) dengan berbagi posisi teratas. Ketiganya sama-sama mencatatkan skor total 202 dan akan melangkah ke putaran final dengan keunggulan satu stroke atas Yusaku Hosono.

Dari ketiga pegolf ini, Yoshida menjadi satu-satunya yang belum pernah meraih kemenangan di panggung Japan Golf Tour Organization (JGTO). Itu sebabnya, putaran final besok akan menjadi medan pertarungan terbesar baginya musim ini.

Penampilannya sepanjang musim 2025 ini memang tidaklah buruk. Setidaknya, ia telah lima kali finis di sepuluh besar. Ia nyarus meraih kemenangan pada ajang Fortinet Players Cup dan Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters, namun harus puas finis, masing-masing, di tempat kedua dan ketiga.

Yoshida memulai putaran ketiganya dengan terpaut tiga stroke dari Ogiso, yang memimpin klasemen hari kedua. Birdie di hole pertama seakan menciptakan momentum awal. Meskipun kemudian bermain even par di tiga hole berikutnya, ia menciptakan empat birdie berturut-turut dari hole 5, sampai akhirnya mendapat bogey pertamanya di hole 9.

”Di hole 18 saya sudah berpikir kalau bogey saya sudah bagus, jadi saya tidak merasa membuang-buang pukulan dengan mendapat bogey di sana.” — Taiki Yoshida.

Permainannya di sembilan hole terakhir diwarnai oleh pasang-surut. Setelah bogey di hole 11, ia mendapat birdie dari hole 12 dan 17, tapi terpaksa menuliskan bogey di hole 18 dan harus puas menutup putaran ketiga tadi dengan skor 4-under 66.

”Saya ingin mendapatkan skor yang rendah hari ini, tapi memang tidak mudah mengoleksi birdie di lapangan ini. Saya sadar kalau saya mesti memanfaatkan kesempatan yang ada, jadi bisa main 4-under tentunya hal yang bagus,” tutur Yoshida, yang kini berusia 27 tahun.

”Pukulan-pukulan saya lebih baik daripada kemarin, tapi hole 9 itu memang tidak mudah, dan di hole 11 pukulan saya menghantam pohon dan terlempar ke pepohonan. Jadi, kedua bogey itu memang tidak bisa dihindari.

”Di hole 18 saya sudah berpikir kalau bogey saya sudah bagus, jadi saya tidak merasa membuang-buang pukulan dengan mendapat bogey di sana.”

”Selain gelar peraih hadiah uang terbanyak, saya juga berusaha untuk memenangkan turnamen ini dan sadar kalau masih ada peluang melakukannya.” — Kota Kaneko.

Yoshida mengaku puas melihat permainannya dalam tiga hari ini, pasalnya ia hanya mematok skor 2-under dalam setiap putarannya. Namun, skor 66 ini tak hanya membawanya menjadi salah satu pemuncak klasemen sementara, tapi juga memberinya kesempatan untuk memenangkan trofi pertamanya sejak beralih profesional pada tahun 2019 lalu.

Sementara itu, Kota Kaneko hampir memastikan kemenangan dalam perlombaan perebutan hadiah uang terbanyak JGTO musim ini. Tiga birdie di tiga hole terakhir membuatnya menorehkan skor 66, dan membawanya berbagi posisi T6 bersama Takumi Kanaya (67).

”Saya belum menciptakan birdie lagi sejak dua birdie di sembilan hole pertama itu, jadi saya sangat ingin mendapat lebih banyak birdie menjelang akhir putaran. Mendadak ketiganya terjadi secara berturut-turut,” tutur Kaneko, yang musim ini telah mengantongi dua kemenangan.

”Selain gelar peraih hadiah uang terbanyak, saya juga berusaha untuk memenangkan turnamen ini dan sadar kalau masih ada peluang melakukannya. Jadi, saya akan terus berusaha hingga selesai dan membidik finis setinggi mungkin.”