Carl Yuan menorehkan skor terbaik dalam kariernya, sekaligus menempatkannya bersaing pada ajang Rocket Mortgage Classic.
Pegolf asal China melakukan salah satu pencapaian selama mengikuti ajang PGA TOUR dengan membukukan skor terendah dalam kariernya pada ajang Rocket Mortgage Classic. Skor 8-under 64 yang ia bukukan pada putaran ketiga tidak hanya memberinya prestasi istimewa tersebut, tapi juga membawanya ke posisi bersaing dengan 18 hole tersisa.
Pegolf berusia 26 tahun itu mencatatkan eagle, tujuh birdie, dan satu bogey di Detroit Golf Club untuk mencatatkan skor total 16-under 200 dalam 54 hole. Ia kini terpaut empat stroke dari pimpinan klasemen sementara, Rickie Fowler. Fowler juga menorehkan skor 64 untuk membuka peluang mengakhiri puasa gelar yang ia alami sejak terakhir mengangkat trofi PGA TOUR tahun 2019.
Selisih empat stroke memang bukan perkara mudah untuk diatasi. Meski demikian, ia mengaku cukup puas bisa mendaki ke jajaran atas klasemen dan membuka peluang untuk mewujudkan sejarah. Sejauh ini belum pernah ada pegolf China Daratan yang berhasil menjuarai ajang PGA TOUR.
”Saya memainkan dua putaran terakhir dengan sangat baik. Rasanya saya menemukan sesuatu ketika melatih swing. Pelatih saya ada di sini hari Kamis dan kami sedikit berlatih setelah putaran pertama dan sepertinya semuanya bergerak ke arah yang tepat. Dan saya hanya sekadar mengikuti alurnya saja, berusaha membiarkan semuanya berjalan tanpa terlalu memaksakan,” tutur Yuan, yang kini ada di peringkat 164 klasemen FedExCup.
Sejauh ini prestasi terbaik Yuan ialah finis T19 pada ajang WGC-HSBC Champions di negerinya sendiri. Namun, ia mengaku menemukan kuncinya ketika finis T18 pada ajang RBC Canadian Open baru-baru ini. Kala itu ia sempat memegang posisi teratas setelah memainkan 36 hole. Ia berhenti menjadi terlalu teknis dengan swing-nya di Kanada dan mencatatkan finis terbaiknya dalam musim perdananya pada PGA TOUR ini.
Permainannya di Detroit Golf Club itu memberinya eagle di hole 7 par 5 setelah pukulan 6-iron miliknya dari rough mengantarkan bola hingga menyisakan 4,8 meter dari lubang, yang kemudian berhasil ia masukkan.
”Sebenarnya tee shot di hole itu cukup sulit buat saya karena biasanya saya memukul fade dengan driver. Hole itu lebih cocok buat pemukul draw dan angin berembus dari kanan ke kiri. Pukulan drive saya cukup bagus karena bolanya berhenti di rough kanan dan untungnya, saya mendapat posisi bola yang cukup bagus sehingga bisa memainkan 6-iron,” jelasnya.
”Saya sudah bermain dengan sangat bagus dan menempatkan diri saya di posisi yang bagus juga. Jelas hal seperti ini bukan yang terakhir kalinya, ….” — Rickie Fowler.
”Beruntung bolanya memantul, berbelok ke sisi kanan green dan mengarah ke pin, dan dari sanya saya tinggal memainkan putter. Eagle yang luar biasa. Ya, menurut saya tinggal sehari lagi bertanding, pergi ke lapangan, dan berusaha bermain sebaik mungkin dan bersenang-senang. Menurut saya kalau bisa melakukannya, membiarkan hasilnya, tidak terlalu memaksakan diri, hasilnya akan terjadi sebagaimana mestinya.”
Sementara itu, rekan senegara Yuan, Marty Dou Zecheng dan pegolf Korea Im Sungjae turut menorehkan skor yang bagus. Mereka sama-sama menorehkan skor 66 dan berada di posisi T20 dengan total 12-under. Adapun pegolf Jepang Satoshi Kodaira mencatatkan skor 69 dengan total 11-under, satu stroke lebih baik daripada pegolf Korea lainnya Noh Seungyul (68) yang berada di posisi T30.
Fowler sendiri kembali berpeluang mengakhiri paceklik gelarnya dengan mencatatkan enam birdie di delapan hole terakhirnya untuk memegang keunggulan satu stroke dari pesaing terdekatnya, Adam Hadwin dari Kanada, yang menyamai rekor skor lapangan dengan skor 63. Taylor Pendrith (67) berada di tempat ketiga dengan terpaut dua stroke.
”Entah terwujud besok (hari Minggu) atau tidak, (kemenangan itu) bakal terjadi segera,” ujar Fowler, yang telah tujuh kali menorehkan sepuluh besar pada musim ini. ”Saya tidak bakal memaksakan bahwa mesti terjadi besok atau bahwa (pencapaian ini) tidaklah berarti. Saya sudah bermain dengan sangat bagus dan menempatkan diri saya di posisi yang bagus juga. Jelas hal seperti ini bukan yang terakhir kalinya, tapi ya, besok bakal menyenangkan.”
Kemenangan terakhir Fowler terjadi pada ajang WM Phoenix Open 2019.


