Pertama, ia mematok skor terendah yang baru. Kedua, ia kini memimpin sendirian pada ajang HONMA Hong Kong Open presented by Amundi. Inilah kisah dari Aaron Rai yang pada putaran kedua tadi (23/11) berhasil mencuri perhatian dengan membukukan skor total 14-under 126, yang sekaligus memberinya kendali penuh sebelum memainkan putaran ketiga.
Rai memanfaatkan kondisi pagi hari yang kali ini jauh lebih baik ketimbang putaran pertama kemarin. Bermain dari hole 10, Rai langsung membukanya dengan birdie dan terus mencatatkan skor serupa di lima hole lainnya, termasuk empat hole berturut-turut dari hole 12, untuk menorehkan 6-under.
Rai tidak berhenti di situ. Ia masih menambah tiga birdie lagi di hole 1, 4, dan 6 untuk memastikan dominasinya di Hong Kong Golf Club. Catatan ini sekaligus membuatnya menyamai skor terendah 18 hole Asian Tour musim ini.
“Hari ini kami beruntung dengan kondisi cuaca (yang lebih baik). Kami tak mengalami banyak embusan angin, dan kami mengawali sembilan hole pertama dengan baik, rasanya seperti bermain di lapangan di rumah sendiri,” ujar Rai.
Yang menarik dari Rai tak hanya karena permainannya memecah rekor skor 63 yang sempat dibukukan oleh Chris Wood (2012), Lucas Bjerregard (2015), David Howell (2017), dan Miguel Angel Jimenez (2018), tapi juga lantaran ia mengenaan dua sarung tangan.
“Saya pikir jika bermain terlalu konservatif dan berusaha mempertahankan keunggulan, yang sangat mudah terjadi justru malah Anda akan tertinggal.” – Aaron Rai
“Ini semua dimulai saat saya masih berusia 8 tahun, jadi 15 tahun lalu. Kebetulan saja saya mendapat dua sarung tangan ini. Orang yang membuatnya memasang sepasang dan saya jadi kebiasaan mengenakannya. Beberapa pekan kemudian, ayah saya lupa menaruh sepasang sarung tangan di tas dan saya harus main hanya dengan satu sarung tangan dan akhirnya jadi berantakan. Saya tak bisa main, tak bisa merasakan grip-nya. Jadi, sejak saat itu, saya bermain dengan dua sarung tangan,” jelas Rai.
Dua sarung tangan, satu di kanan dan satu di kiri, dan sejauh ini Rai telah mencatatkan sejumlah kemenangan. Ia telah meraih tiga gelar pada Challenge Tour, Tour lapis dua di Eropa. Dan kini ia berpeluang untuk melakukan terobosan dalan karier profesionalnya.
“Saya hanya akan berusaha untuk mengikuti rencana permainan saya yang semula. Tapi saya pikir jika bermain terlalu konservatif dan berusaha mempertahankan keunggulan, yang sangat mudah terjadi justru malah Anda akan tertinggal, tapi Anda juga tidak bisa terlalu agresif di lapangan ini,” imbuh Rai.
Rai menempatkan dirinya unggul empat stroke dari pesaing terdekatnya asal Korea, Park Hyowon yang bermain total 10-under 130. Park berhasil bermain 8-under 62 pada hari kedua ini. Sama seperti Rai, Park juga berhasil main tanpa bogey sama sekali, yang membantunya menguntit Rai.
“Saya sangat senang saat ini. Saya main bagus pada turnamen European Tour pertama saya. Kondisinya berat, tapi saya senang bisa bermain bagus dalam seluruh aspek permainan termasuk pukulan tee, iron, dan putting. Saya akan melakukan hal yang sama pada akhir pekan ini agar bisa naik ke puncak klasemen,” tutur Park.
Pegolf asal Inggris lainnya, Matthew Fitzpatrick juga berada dalam posisi yang bagus. Ia juga bermain dengan skor 8-under 62 dengan delapan birdie dan tanpa bogey. Namun, skor total yang ia peroleh, 8-under 132, menempatkannya di peringkat ketiga.
“Saya selalu senang bisa berada di antara peringkat 15 besar atau 10 besar ketika hendak memasuki putaran hari Sabtu
Adapun di tempat keempat, pegolf Amerika Micah Lauren Shin yang merupakan salah satu pemain reguler pada Asian Tour, membukukan skor total 7-under 133 setelah tadi bermain dengan skor 67. Ia mengaku kecewa lantaran performa putting-nya tidak maksimal.
Juara edisi 2014, Scott Hend, juga berkesempatan untuk mengulang kemenangannya pada enam tahun silam. Skor 66 yang ia bukukan pada putaran kedua menempatkannya di peringkat T5.
“Saya selalu senang bisa berada di antara peringkat 15 besar atau 10 besar ketika hendak memasuki putaran hari Sabtu dan berharap bisa melakukan pergeseran ke atas dan berada dalam jangkauan untuk putaran hari Minggu,” ujar Hend yang menjadi pegolf Australia pertama yang menjuarai Order of Merit Asian Tour pada 2016 lalu.
Sementara itu, pimpinan Habitat for Humanity Shubhankar Sharma kini berada di peringkat 22 bersama sejumlah pegolf, termasuk Sergio Garcia. Ia mencatatkan skor 2-under 68 dan skor total 3-under 137. Dengan didiskualifikasinya Park Sanghyun, Sharma yang belum lama ini meraih gelar Rookie of the Year European Tour, berpeluang untuk mengukuhkan posisinya di peringkat teratas daftar pengumpul hadiah uang terbanyak pada Asian Tour.


