Medco Foundation powered by Metaforsa Pondok Indah International Junior Golf Championship kembali menjadi hajatan besar bagi para pegolf junior menjelang akhir tahun.

Pondok Indah Golf Club melanjutkan komitmen mereka untuk menggelar Pondok Indah International Junior Golf Championship, yang resmi dimulai hari ini (12/12 hingga Kamis (14/12). Sebanyak 113 peserta dari 9 negara telah memulai upaya mereka untuk menaklukkan lapangan karya arsitek Robert Trent Jones Jr di Pondok Indah Golf Course ini.

Penyelenggaraan kali ini menjadi edisi ke-10 sejak kejuaraan ini sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012. Inisiatif menghadirkan kejuaraan skala internasional di negeri sendiri jelas menjadi hal yang tidak mudah dan membutuhkan komitmen besar, apalagi jika bisa berkesinambungan.

Meskipun usianya masih relatif muda, komitmen tersebut telah turut memberi platform bagi sejumlah pegolf yang kini namanya bersinar di panggung dunia. Beberapa juara dari ajang ini kini telah bersinar di Tour utama sebagai pegolf profesional. Sebut saja Danthai Boonma (2012) asal Thailand yang kini sudah mengoleksi dua gelar Asian Tour, Natasha Andrea Oon (2017) asal Malaysia yang kembali berkiprah pada LPGA, Princess Mary Superal (2014) dari Filipina yang tahun lalu menjuarai Simone Asia Pacific Cup, termasuk Patty Tavattanakit (2012) yang berstatus juara Major dan juga berkiprah pada LPGA.

Tahun ini Medco Foundation dan Metaforsa turut berkolaborasi untuk menjadi sponsor utama. Nama resmi kejuaraan ini pun menjadi Medco Foundation powered by Metaforsa Pondok Indah International Junior Golf Championship.

 

Medco Foundation powered by Metaforsa Pondok Indah International Junior Golf Championship.
(Ki-ka) Roni Pramaditia, Eryy Arsyad, Japto Soerjosoemarno, Michael Tjoajadi, dan Hafzan Taher memberi keterangan kepada media. Foto: PIIJGC 2023.

 

”Kami sangat gembira karena banyak junior dari Indonesia dan juga berbagai negara lain yang antusias untuk ikut berpartisipasi dalam turnamen ini. Terima kasih atas dukungan para sponsor, khususnya Medco Foundation powered by Metaforsa yang menjadi sponsor utama,” ujar Michael Tjoajadi, Ketua Panitia Penyelenggara Medco Foundation powered by Metaforsa Pondok Indah International Junior Golf Championship.

”Turnamen kali ini merupakan yang kesepuluh kalinya kami gelar. Semoga penyelenggaraan turnamen ini dapat terus mendukung prestasi golf para junior di Indonesia dan negara-negara lainnya.”

Selain Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, India, China, Korea Selatan, Australia, dan Amerika Serikat juga turut terwakilkan dalam turnamen berformat stroke play 54 hole yang pada tahun ini mempertandingkan tiga kelas, baik di kelompok putra maupun putri.

Sementara itu, Ketua Medco Foundation Roni Pramaditia mengungkapkan, ”Medco selalu mempunyai komitmen untuk ikut memajukan olahraga di Indonesia melalui pendanaan berbagai cabang olahraga, termasuk golf. Kami ingin menjadi bagian dari banyak pihak yang ingin berkontribusi untuk olahraga. Untuk ajang ini, kami tidak hanya ingin memberikan wadah, tapi juga ingin para peserta mendapatkan pengalaman berkompetisi pada ajang internasional. Kami berharap para pegolf Indonesia bisa mendapat hasil yang baik.”

 

Kentaro Nanayama dan Tian Qi, PIIJCG 2016.
Kentaro Nanayama (kiri) dan Tian Qi asal China menjadi yang terbaik pada edisi 2016. Foto: Dok. Golf Asia Indonesia.

 

Sejak 2012, sejumlah atlet Indonesia juga telah memenangkan kejuaraan ini. Fadhli Soetarso (2013), Alexander Valentino (2014), Kentaro Nanayama (2016), Jonathan Wijono (2017), serta Lydia Hawila Stevany Sitorus dan Amadeus Christian Susanto yang memenangkan edisi 2019. Saat ini Fadhli dan Jonathan sudah berstatus profesional, di mana Jonathan tahun ini telah menjuarai enam gela di sirkuit lokal Indonesian Tourism Golf Pro Series. Adapun Alexander aktif sebagai pengajar profesional. Sementara Kentaro dan Lydia kini menempuh pendidikan sarjana di Amerika sembari berkompetisi di level NCAA.

Rayhan Abdul Latief dan Elaine Widjaja menjadi peserta dengan peringkat dunia tertinggi pada pekan ini. Rayhan kini berada di peringkat 254 sementara Elaine menduduki peringkat 289 pada World Amateur Golf Ranking.

Ketua Pondok Indah Golf Club Hafzan Taher berharap para pegolf junior Indonesia bisa benar-benar memanfaatkan ajang internasional seperti ini sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan, sekaligus berkompetisi menuju level internasional.

”Kami berharap nantinya akan ada atlet muda yang bisa (terus) membawa nama baik Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.

Pihak penyelenggara juga turut mendorong masyarakat golf Indonesia untuk meramaikan kejuaraan ini dan menyaksikan calon-calon juara masa depan bertanding di Pondok Indah Golf Club.

 

Kanyalak Preedasutijit dan Fadhli Soetarso, PIIJGC 2013.
Kanyalak Preedasutijit (kiri) dari Thailand dan Fadhli Soetarso menyabet Best Gross Overall Putri dan Putra pada edisi 2013, yang merupakan penyelenggaraan kedua. Foto: Dok. Golf Asia Indonesia/Taufik Dwilesmana.

 

Para Pemenang Putri dan Putra Pondok Indah International Junior Golf Championship
2022: Suvichaya Vinijchaitham (THA) dan Kittada Kosalutta (THA)
2019: Lydia Hawila Stevany Sitorus (INA) dan Amadeus Christian Susanto (INA)
2018: Pongsapak Laopakdee (THA) dan Virginia Ding (HKG)
2017: Natasha Andrea Oon (MAS) dan Jonathan Wijono (INA)
2016: Tian Qi (China) dan Kentaro Nanayama (INA)
2015: Mikhaela Fortuna (PHI) dan Thanakorn Torsee (THA)
2014: Princess Mary Superal (PHI) dan Alexander Valentino
2013: Kanyalak Preedasutijit (THA) dan Fadhli Soetarso (INA)
2012: Patty Tawattanakit (THA) – Danthai Boonma (THA)