Yuvraj Singh Sandhu memenangkan gelar internasional pertamanya pada ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament dengan skor kemenangan terendah dalam sejarah turnamen.

Indonesia kembali menjadi negara yang memberi panggung penting bagi pegolf India untuk mencatatkan prestasi. Setelah Anirban Lahiri memenangkan gelar internasional pertamanya lewat gelaran Indonesian Masters tahun 2014, kini giliran Yuvraj Singh Sandhu yang menikmati manisnya kerja keras yang ia curahkan dalam beberapa bulan terakhir untuk memenangkan gelar pertamanya di luar India.

Kemenangan dengan skor total 23-under 265 di Damai Indah Golf BSD Course untuk menjuarai BNI Ciputra Golfpreneur Tournament pada hari Sabtu (26/8) kemarin sekaligus menjadi rekor skor kemenangan terendah sejak turnamen ini mulai diadakan tahun 2014. Catatan ini memperbarui rekor 21-under yang dibukukan Suteepat Prateeptienchai yang memenangkan ajang ini tahun 2022 lalu.

Pegolf berusia 26 tahun ini terlihat kecewa ketika ia hanya bisa menorehkan tiga birdie pada putaran ketiga. Meskipun tidak ada bogey yang menghias kartu skornya, ia paham bahwa dengan banyaknya pesaing yang mampu membukukan banyak birdie, ia harus menyiapkan dirinya sehingga kembali ke green latihan.

Upaya tersebut terbukti membuahkan hasil. Meski harus menunggu hingga hole 4 untuk meraih birdie pertamanya, Yuvraj menorehkan 3-under di sembilan hole pertamanya dengan tambahan birdie di hole 6 dan 8. Dan ketika pegolf China Taipei Ho Yu-cheng, yang tengah mengincar kemenangan pertamanya, tersandung oleh bogey di hole 10, 14, dan 17, Yuvraj memainkan enam hole terakhirnya dengan empat birdie untuk mematok skor 65, dan total 23-under.

 

Yuvraj Singh Sandhu, Round 4 BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2023.
Yuvraj Singh Sandhu mencatatkan total 24 birdie, sebuah eagle, dan hanya 3 bogey untuk menjuarai BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2023. Foto: Yongki Hermawan.

 

”Menurut saya, hanya mengevaluasi 18 hole terakhir rasanya agak kurang adil mengingat kerja keras yang sudah saya curahkan selama ini. Selama tiga bulan saya dan tim saya, pelatih saya, pelatih kebugaran, pelatih fisio, saya pikir kemenangan ini menjadi hadiah besar bagi tim ini, tidak hanya saya saja, tapi kedi saya juga,” tutur Yuvraj, yang dengan senang hati meladeni tanya-jawab dengan media.

”Namun, bisa mencapai titik ini sebenarnya agak berat buat saya. Saya kira lantaran sejumlah situasi yang saya alami dan beberapa rencana saya tidak berjalan dengan baik, tapi akhirnya saya berhasil dan merasa teramat sangat senang. Saya merasa begitu bersemangat bisa berada di sini, di Indonesia, meraih kemenangan, kemenangan internasional pertama saya di sini.”

Pemuda yang berkawan akrab dengan bintang muda India, Shubhankar Sharma yang belum lama ini mencapai prestasi finis lima besar pada The Open Championship ini memang terlihat sangat lega. Meskipun pada tahun 2022 ia menjuarai lima gelar Professional Golf Tour of India, sepanjang tahun ini ia mencatatkan hasil yang kurang memuaskan di negaranya. Prestasi terbaiknya ialah ketika finis di posisi T21 pada ajang Tata Steel PGTI Players Championship presented by Chandigarh Golf Club.

”Ayah saya seorang tentara. Ia pensiunan tentara dan selalu memberi tahu kalau saya putra seorang tentara dan yang mesti saya lakukan ialah supaya saya menghindari masalah karena saya tidak sama dengan orang lain. Saya melihat diri saya sebagai seseorang yang tidak akan menyerah, tidak mau menyerah, terus berlatih dengan keras.

”Indonesia jelas negara yang indah. Dan juga, keindahan masyarakatnya yang membuat kami merasa seperti di rumah sendiri dan bisa merasa sangat nyaman. Dan persis itulah alasan kenapa saya merasa kami bisa menang ….”

”Tentu sungguh menjadi inspirasi bisa menang di lapangan yang sama dengan para pemain top (seperti Tom Kim dan Miguel Carballo). Menjadi inspirasi karena ketika menang di lapangan yang sama dengan para juara lainnya, Anda akan melihat diri Anda seperti layaknya seorang juara. Dan persis itulah yang menjadi alasan kami berlatih keras sejak awal karena kami ingin berada di antara para jara dan rasanya sungguh menenangkan.

”Tahun lalu saya menikmati musim yang sangat bagus di India, tapi bisa menyaksikan bendera India berkibar secara internasional, saya merasa merinding karena betapa besar artinya buat saya.”

Selain kualitas permainannya yang menghasilkan total 24 birdie, sebuah eagle, dan hanya tiga bogey, Yuvraj menilai rasa nyaman yang dihadirkan oleh keramahtamahan khas Indonesia selama berada di negara ini menjadi kunci yang tak terpisahkan dari keberhasilannya.

”Saya pikir fakta bahwa banyak pegolf India yang meraih kemenangan di sini hanya menunjukkan betapa istimewanya Indonesia. Para pegolf India merasa sangat nyaman di sini karena masyarakatnya, makanannya; saya pikir masyarakat dan makananlah yang menciptakan kenyamanan yang khas,” jelasnya.

 

Yuvraj Singh Sandhu dan Sonu, Round 4 BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2023.
Sonu (kiri) menjadi bagian penting dalam karier Yuvraj Singh Sandhu dalam beberapa tahun terakhir. Foto: Yongki Hermawan.

 

”Indonesia jelas negara yang indah. Dan juga, keindahan masyarakatnya yang membuat kami merasa seperti di rumah sendiri dan bisa merasa sangat nyaman. Dan persis itulah alasan kenapa saya merasa kami bisa menang dan bisa mencapai finish yang baik, seperti halnya pegolf lainnya, termasuk (Anirban) Lahiri.”

Lalu ada pula kebanggaan lain yang jelas membuatnya akan menyimpan trofi kemenangan ini dengan sebaik-baiknya.

”Dari semua trofi yang ia menangkan dalam karier profesionalnya, trofi inilah yang desainnya paling bagus,” ujar Sonu, yang turut membantu Yuvraj memenangkan lima gelar PGTI musim 2022 lalu.

Jika kemenangan Lahiri di Jakarta sembilan tahun silam menjadi pemicu serangkaian prestasi internasional lainnya, bukan tidak mungkin jika Yuvraj membawa momentum ini ke level Asian Tour.