Scottie Scheffler meyakini dirinya bakal menjadi pesaing pada edisi istimewa The Open Championship ke-150, yang dimulai pada hari ini.

Enam bulan lalu, Scottie Scheffler tidak bakal mendapat undangan untuk masuk ke ruangan media untuk melayani pertanyaan, kecuali ia menang. Kala itu kemenangan, meski tampak mulai terlihat, masih belum ia nikmati. Namun, kini semuanya telah berubah. Selain memenangkan empat gelar, termasuk Masters Tournament, pada tahun ini ia pun menyandang predikat No.1 Dunia.

”Sekarang ada lebih banyak aktivitas dalam sebuah turnamen. Ini sesuatu yang masih saya pelajari bagaimana menjalaninya. Dan sekarang saya belajar sambil menjalankannya,” jelas Scheffler.

Persis itu pula yang akan ia lakukan ketika memulai partisipasi keduanya pada The Open Championship hari ini (14/7). Pekan ini menandakan pertama kalinya ia akan bermain di Old Course di St Andrews.

”Kesan pertamanya, saya tidak tahu mesti mengharapkan apa. Saya mendengar banyak rumor, tapi bisa melihatnya secara langsung jelas sangat berbeda.

 

Scottie Scheffler.
The Open Championship di St Andrews pekan ini menjadi penampilan kedua Scottie Schefflef pada ajang Major tertua di dunia itu. Foto: Getty Images.

 

”Saya berusaha ke lapangan dan menghabiskan sebanyak mungkin waktu untuk berusaha terbiasa dengan lapangan yang keras, terbiasa dengan pantulan bola, belajar sebanyak mungin tentang lapangan ini. Saya bakal melakukan sebagian besar upaya mencari tahu strategi terbaiknya ketika berada di lapangan dan membiasakan diri dengan cara memainkannya, di mana bola saya bisa meleset, di mana bolanya tak boleh meleset.”

Namun, pengalamannya ketika melakoni debut pada The Open tahun 2021 lalu jelas akan membantunya. Meskipun kala itu dimainkan di Royal St. George’s, nuansa bermain di lapangan links telah ia dapatkan. Bahkan kala itu ia bermain dengan baik. Dalam tiga putaran pertamanya, ia membukukan skor 60-an, sebelum terpaksa bermain 1-over 71. Demikian pun ia berhasil mencatatkan finis T8.

Meskipun masih mencari cara terbaik untuk memainkan Old Course, Scheffler meyakini dirinya memiliki peluang untuk bersaing dengan para pegolf top dunia, yang jelas juga mengincar kemenangan pada penyelenggaraan bersejarah ke-150 pekan ini.

”Saya tidak melihat alasan mengapa saya tak bisa bersaing. Saya cukup menikmati jenis lapangan golf seperti ini. Jelas lapangannya berbeda dengan yang biasa saya mainkan, tapi dengan betapa keras lapangannya, Anda mesti punya kendali bola yang baik, dan rasanya kemampuan yang saya miliki ialah melakukan berbagai jenis pukulan,” jelas Scheffler.

”Saya sangat menghargai apa yang mesti Anda lakukan di sini. Entah itu membuat bola bergulir sejauh 37 meter ke green atau berusaha memukul bola setinggi yang mungkin pernah saya pukul.”

”… saya menyaksikan video itu karena ingin melihat ke mana para pemain itu memukul bolanya.”

Meski baru pertama kali ke St. Andrews, Scheffler bukan berarti tanpa persiapan. Ia mengaku sebagai salah satu penggemar YouTube. Seperti ketika menghadapi Masters Tournament bulan April lalu, Scheffler pun mengaku menyaksikan beberapa tayangan The Open ketika berlangsung di St. Andrews untuk memberinya gambaran ke mana sebaiknya ia membidik targetnya.

”Saya menyaksikan siaran ketika Zach menang di sini tahun 2015 dan angin berembus dari arah yang berbeda. Namun, saya menyaksikan video itu karena ingin melihat ke mana para pemain itu memukul bolanya. Anda bisa belajar banyak dari menyaksikan tayangan demikian. Saya juga melakukannya sebelum The Masters,” tutur Scheffler.

Sebagai pemain yang telah menjuarai Masters Tournament, kemenangan pada pekan ini berarti ia mengikuti langkah sejumlah pemain, seperti Jack Nicklaus, Tiger Woods, Nick Faldo, termasuk Zach Johnson, pemain terakhir yang sukses di Augusta dan kemudian menjuarai The Open di St. Andrews.

”Ketika melihat pemain, seperti Nicklaus dan Tiger menang di lapangan golf tertentu, Anda jadi tahu kalau lapangan itu bakal memberi ganjaran yang setimpal untuk pukulan yang benar-benar bagus. Dan saya pikir itulah yang bakalan kita lihat jika kondisi lapangannya keras seperti di sini. Ketika melakukan pukulan yang sangat baik dan tahu ke mana embusan angin, Anda bakal mendapat ganjaran yang berharga karena melakukan pukulan yang demikian. … saya pikir itulah yang membuat lapangan seperti ini menjadid begitu istimewa.”