Hanya meleset di satu fairway dan satu green, An Byeonghun menorehkan skor 63 untuk terpaut satu stroke dari pimpinan klasemen Wyndham Championship.
Tiga putt berbuah bogey di hole pertama ternyata memantik api dalam diri An Byeonghun. Ia kemudian menuntaskan putaran pertama Wyndham Championship dengan skor 7-under 63 sehingga menempatkannya di posisi T2.
Pegolf berusia 31 tahun ini kembali menampilkan permainan solid setelah finis T3 pada ajang Genesis Scottish Open bulan lalu. Ketajaman permainannya kemarin (3/8) terlihat dari kemampuannya mengantarkan bola ke fairway dan green. Pukulannya hanya sekali meleset di fairway dan green.
Meski masih mencari kemenangan pertamanya pada PGA TOUR, An sudah memastikan hak bertanding pada ajang FedEx St. Jude Championship pekan depan. Turnamen itu akan mengawali rangkaian FedExCup playoff yang berpuncak pada TOUR Championship. Sayangnya, dua rekan senegaranya, Kim Seonghyeon dan Lee Kyounghoon, harus berjuang ekstra keras untuk bisa melangkah setelah keduanya mengawali hari pertama di Sedgefield Country Club itu dengan skor 71 dan 72.
”Awal putaran ini tidak mulus. Mengawali dengan melakukan tiga putt tidak pernah menyenangkan, tapi begitulah golf,” ujar An. ”Saya pikir saya berhasil melupakannya dan di hole-hole berikutnya saya bisa melakukan pukulan tee dan pukulan kedua yang bagus. Tidak banyak masalah dari tee, ke green. Sangat mudah dan skor 7-under yang bagus.”
Musim lalu An harus mengikuti kompetisi strata kedua, Korn Ferry Tour, setelah kehilangan kartu PGA TOUR pada tahun 2021. Namun, ia kembali dengan meyakinkan setelah mencurahkan latihannya bersama pelatih swing Sean Foley. Ia juga serius berlatih fisik sehingga memasang sansak di garasi rumahnya. Musim ini ia telah tiga kali masuk sepuluh besar dan delapan kali finis di 25 besar. Ia juga berperingkat 52 pada klasemen FedExCup.
.
Belum lama ini ia juga beralih ke putter dengan shaft yang panjang setelah mempertimbangkan saran dari Adam Scott dan Kim Siwoo. Keputusan ini terbukti tepat, yang di antaranya terlihat dari keberhasilannya melesakkan tiga putt birdie jarak jauh, di atas 6 meter, di hole 6, 11, dan 17. Putt birdie lain yang ia raih tercipta di bawah jarak 3,6 meter, yang turut menunjukkan kualiats pukulan yang jitu. Skor 63 yang ia raih kemarin turut memberinya peluang menjadi pegolf Korea ketiga yang menjuarai turnamen ini, mengikuti jejak Kim Siwoo (2016) dan Tom Kim (2022).
”Rencana permainannya, menjaga bola tetap di fairway dan masuk green. Saya yakin hanya sekali meleset dari green. Golf bisa menjadi sangat sulit jika kita meleset memukul ke green, kecuali green 17, itu target Anda jika inin memukul ke tiap green. Saya menyisakan spot yang bagus karena ada banyak slop di green. Saya hanya perlu melakukan putt dengan baik dan mudah, jadi kita lihat saja hasilnya,” tutur An.
Tahun 2019 silam, An finis di posisi ditempat ketiga setelah memulai dengan skor 62. ”Saya suka lapangannya, dan sejauh ini saya sudah bermain denga baik, mencatatkan finis yang bagus. Ini bukan lapangan golf buat pemukul jauh, Anda hanya perlu menaruh bola di fairway. Pekan ini rough-nya panjang dan tebal. Green cukup licin, tapi secara keseluruhan, entahlah, saya cenderung main bagus di sini,” tandasnya.
Sementara itu, pegolf China Marty Dou Zecheng menorehkan skor 68 dengan rekan senegranya Carl Yuan dan pegolf Korea Im Sungjae menorehkan skor 69. Adapun Kim Siwoo dan pegolf China Taipei C.T. Pan menorehkan skor 70.
Russell Henley memuncaki klasemen sementara berkat enam birdie dan eagle di hole 15. Skor 8-under 62 itu turut membuatnya menyamakan skor terendah di Sedgefield.


