Bintang golf asal India Anirban Lahiri memastikan dirinya kembali ke PGA TOUR setelah secara memuaskan finis di lima besar pada Albertson Boise Open presented by Kraft Nabisco. Turnamen ini merupakan turnamen pamungkas pada Korn Ferry Tour Finals pada hari Minggu (25/8) yang lalu.

Pada ajang Nationwide Children’s Hospital Championship yang ia mainkan sebelumnya, Lahiri berhasil finis T7 dan dengan hasil lima besar hari Minggu kemarin, ia memastikan telah mengumpulkan poin yang cukup untuk meraih satu dari 25 kartu PGA TOUR yang disediakan pada Korn Ferry Tour Finals.

Mantan pegolf nomor satu Asian Tour yang berusia 32 tahun ini menampilkan permainan yang sangat solid pada hari Minggu itu. Ia membukukan 5-under 66 dan tanpa sekalipun mendapatkan bogey. Bahkan ia mencatatkan tiga birdie berturut-turut di tiga hole penutupnya, yang membuatnya finis hanya tiga stroke di belakang sang juara, Matthew NeSmith.

“Saya belum pernah mengalami finis di posisi yang tinggi. Saat ini saya lebih berfokus pada permainan golf saya dan apa yang ingin saya lakukan dalam waktu dekat. Saya memiliki keyakinan pada diri sendiri kalau saya masih bisa mendapatkan kartu saya lagi dan main bagus. Lebih lega lagi karena saya berhasil mencatatkan skor yang bagus, dan ini memuaskan” ujar Lahiri yang mencatatkan skor 68-65-69-66.

Lahiri harus bermain pada Korn Ferry Tour Finals lantaran hanya finis di peringkat 174 pada klasemen FedExCup PGA TOUR. Tapi dengan kepastian bahwa ia telah kembali mendapatkan kartu PGA TOUR, kini ia bisa berfokus untuk memenangkan turnamen final, Korn Ferry Tour Championship presented by United Leasing & Finance agar bisa meraih ranking teratas.

“Saya sudah main dengan baik dengan percaya diri yang tinggi dan tak lagi harus mengamankan kartu saya. Semoga hasil ini bisa membuat saya lebih lepas dan bisa fokus untuk bersaing lagi. Dan siapa tahu percobaan yang ketiga ini justru memberikan keberuntungan?” ujarnya.

“Saya sudah main dengan baik dengan percaya diri yang tinggi dan tak lagi harus mengamankan kartu saya. Semoga hasil ini bisa membuat saya lebih lepas dan bisa fokus untuk bersaing lagi.”

“Kalau berhasil menang, saya bisa bermain ke THE PLAYERS Championship (ajang flagship PGA TOUR) tahun depan dan membantu saya menyusun jadwal dengan lebih baik.”

Sebelumnya, Lahiri memutuskan mengatur ulang permainannya setelah kampanye PGA TOUR yang jauh dari memuaskan. Ia kembali memfokuskan dirinya ke hal-hal dasar dengan pelatih swing-nya, Vijay Divecha pada musim panas ini. Ia yakin permainannya kini telah kembali dan ia berniat untuk bersaing menghadapi para pemain terbaik di dunia lagi ketika PGA TOUR musim 2019-2020 dimulai bulan September ini.

“Permainan saya mulai kembali. Memang pekan lalu mengecewakan karena saya tak hanya berpeluang untuk menang, tapi juga mengamankan kartu pada pekan pertama itu. Saya malah mebuat beberapa bogey dan memang mengecewakan, tapi saya menganggapnya sebagai proses belajar. Sudah lama sekali saya tidak masuk persaingan dan saya perlu merasakan adrenalin itu lagi dan bagaimana menyikapinya,” tambahnya lagi.

“Saya tidak mengulangi hal yang sama dalam dua pekan terakhir. Saya mulai melatih hal-hal dasar lagi ketika Vijay datang bulan Juli lalu. Kami mengambil waktu istirahat, memulihkan kondisi dan saya merasa permainan saya mulai bagus lagi. Pekan ini, short game saya adalah yang terbaik. Pukulan saya mungkin jelek, tapi saya masih bisa melakukan up and down tiap kali bola saya tidak berada di tempat yang bagus. Saya terus berjuang dan akhirnya mendapatkan rangkaian birdie itu.”

Yang membuatnya tak kalah puas ialah fakta bahwa ia bermain dengan skor 60-an. Inilah pertama kalinya sejak November 2018 ia melakukan hal serupa. Pada saat itu, ia mencatatkan satu-satunya finis di sepuluh besar pada musim ini, yaitu pada ajang Mayakoba Classic di Meksiko.

“Sudah lama sekali sejak saya melakukannya, jadi lega rasanya melihat saya bisa bermain konsisten dalam empat putaran. Tren ini mulai berubah dan memberi saya perasaan yang lebih puas. Kalau saya bisa terus bermain dengan baik, kalau bisa terus mempertahankan hal ini, ujung-ujungnya pasti akan lebih bagus lagi,” kata Lahiri.

Sempat menjadi bagian dari Tim Internasional untuk Presidents Cup pada tahun 2015 dan 2017 Lahiri menepis harapan untuk bisa terpilih pada tahun ini.

“Presidents Cup selalu ada dalam hati saya, tapi rasanya saya finis di peringkat 140,” katanya lagi. “Saya tak tahu kapan Ernie akan memilih empat pemain lainnya dan saat ini saya tidak memikirkan hal itu. Target saya ialah memulai tren ke arah yang benar bahwa saya merasa positif akan hal ini. Namun, Presidents Cup bukanlah fokus utama saya. Saya hanya ingin main golf dan tak berharap bisa dipilih kecuali saya bisa memutar semuanya. Saya hanya akan berfokus pada ajang yang ada di hadapan saya.”

Leave a comment