Tom Kim menjadi wakil Asia yang bersinar paling terang pada tahun 2023 pada PGA TOUR.

Oleh Chuah Choo Chiang, Senior Director Marketing & Communications APAC PGA TOUR.

Ketika bintang golf muda Tom Kim berhasil memastikan debutnya pada TOUR Championship bulan Agustus 2023 dan menjadi salah satu dari 30 pegolf elite PGA TOUR, ia mendapat pertanyaan soal bagaimana ia menilai musim 2022-2023 yang ia jalani.

Ia memberi nilai C minus.

Jelas terasa bahwa Kim benar-benar bersikap keras terhadap dirinya sendiri setelah ia menjalani semusim penuh pada sirkuit paling elite sedunia itu dengan satu kemenangan dan tujuh kali finis di sepuluh besar, termasuk dua kali pada ajang Major. ”Memang begitu kebenarannya,” ujar Kim tanpa berkedip.

”Saya meraih gelar musim ini, tapi bukan pada tahun ini, dan kemenangan itu terjadi sekitar sepuluh bulan lalu. Namun, saya juga mendapat sejumlah hasil yang bagus pada ajang Major, jadi saya pikir itulah hal positif yang memberi rasa nyaman dan percaya diri dalam ajang Major. Golf memang olahraga yang dinilai dari hasilnya, jadi saya merasa kecewa tidak menang pada tahun ini.”

Ketika ditanya lagi soal apa yang ia butuhkan untuk bisa mendapatkan nilai yang lebih baik, ia hanya membalas singkat–”mulailah menang”–yang kemudian ia wujudkan dalam kemenangan sensasional ketiganya dua bulan kemudian tatkala ia kembali menjuarai Shriners Children’s Open di Vegas pada bulan Oktober 2023.

 

Tom Kim, Opinion Desember 2023.
Tom Kim sukses mempertahankan gelar Shriners Children’s Open untuk memperbaiki nilai C- yang sebelumnya ia berikan pada dirinya. Foto: Getty Images.

 

Sikap mencela diri sendiri, plus mentalitas kemenangan dan berlimpah bakat, menjadi kunci yang melambungkan dirinya untuk memenangkan turnamen-turnamen golf terbesar dan menjadi pegolf No.1 Dunia. Ia mengakhiri tahun 2023 ini sebagai pegolf Asia dengan peringkat tertinggi, No.11 Dunia, melampaui rekan senegaranya, seperti Im Sungjae dan Kim Siwoo, serta bintang asal Jepang Hideki Matsuyama.

Tahun 2023 ini jelas menjadi kisah dua babak bagi Kim, yang berjuang mencapai hasil yang konsisten setelah meningkatkan kecepatan bolanya. Ia menikmati sejumlah finis di sepuluh besar pada awal tahun, sebelum akhirnya menyentuh titik nadir.

”Secara teknis, kecepatan bola saya meningkat daripada tahun lalu, jadi pengukuran waktu saya agak sedikit berbeda. Saya mesti menemukan keseimbangan baru dengan tubuh dan swing saya. Setelah hal ini meningkat dalam semester kedua, hasil pertandingan saya ikut meningkat dan saya pikir saya melakukan perkembangan pesat dalam short game dan mental saya,” jelasnya.

Ia mengenang pukulan approach dengan 4-iron, seperti yang ia tunjukkan di hole terakhir pada U.S. Open di Los Angeles Country Club bulan Juni 2023, yang memberinya birdie penutup dan sepuluh besar pertamanya dalam ajang Major. Prestasi itu terbukti menjadi katalis untuk musim panas yang meyakinkan. Ia melanjutkan hasil tersebut dengan T6 pada Genesis Scottish Open, tempat kedua pada The Open Championship, meskipun bermain dalam kondisi pergelangan kaki yang tidak prima.

”Saya berada di sepuluh besar saat masuk ke ole 17 (pada U.S. Open) dan malah menorehkan double bogey di sana. Kemudian saya menggunakan 4-iron untuk mengantarkan bola hingga berjarak sekitar 1,5 meter di hole terakhir dan membuat birdie untuk sepuluh besar pertama saya dalam ajang Major. Rasanya keren,” ujar Kim.

”… ketika bermain dengan para pemain terbaik di dunia, saya banyak belajar. Rasanya saya mengalami peningkatan. Rasanya saya belajar banyak, tidak hanya soal golf, tapi juga soal hidup.” – Tom Kim.

Ia merasa perubahan terbesar baginya sejak memainkan 2022 dengan dua gelar PGA TOUR dan tampil berkesan pada Presidents Cup ialah pola pikir dan mentalitasnya. ”Rasanya saya seperti seseorang yang sepenuhnya berbeda,” ujar Kim.

”Saya punya tim yang sangat bagus di sekitar saya. Ketika mengalami kesulitan, mereka selalu memberi perspektif berbeda. Saya sudah melihat hasil setelah memainkan putaran yang berat, sikap yang saya bawa pada hari berikutnya … jika punya sikap yang bagus, saya selalu bermain dengan lebih baik. Saya jelas mengalami hari-hari ketika saya bermain buruk dan hari berikutnya punya sikap yang buruk dan malah bermain lebih buruk. Jelas saya mesti belajar.

”Selain itu, ketika bermain dengan para pemain terbaik di dunia, saya banyak belajar. Rasanya saya mengalami peningkatan. Rasanya saya belajar banyak, tidak hanya soal golf, tapi juga soal hidup.”

Dengan domisilinya kini di Dallas, Kim siap untuk meninggalkan 2023 dan membawa kariernya ke tempat yang lebih baik lagi pada tahun 2024, termasuk pada ajang Olimpiade Paris 2024. ”Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya menyadari kalau saya merasakan keseimbangan dari tempat bermain tiap tahun dan saya juga tahu seperti apa jadwal saya untuk tahun depan,” ujarnya lagi.

”Saya tak perlu berpindah-pindah rumah atau hotel, tidak perlu khawatir memesan (penginapan) melalui Airbnb. Saya bisa pulang ke rumah dan keseimbangan ini secara umum buat saya merupakan hal terbaik,” tandas Kim.