Celine Boutier memenangkan gelar Major pertama di hadapan para pendukung tuan rumah di Evian-les-Bains.

Bermain di hadapan para pendukung Perancis, Celine Boutier mewujudkan apa yang menjadi impian semua pegolf wanita: memenangkan sebuah kejuaraan Major. Bahwa prestasi ini terjadi di negaranya sendiri membuatnya terasa lebih istimewa lagi.

Perjalanannya sebagai pegolf profesional seakan mencapai pemenuhan yang sangat berarti. Koleksi tiga gelar LPGA dan tiga gelar Ladies European Tour dalam periode tujuh tahun melakoni karier profesionalnya itu kini resmi bertambah dengan trofi istimewa dari ajang The Amundi Evian Championship.

Ketika mengungkapkan bahwa ia bakal merasa percaya diri saat memainkan putaran final, Boutier tidak sekadar membual. Dalam kondisi cuaca yang kerap berubah dalam tiga putaran, pegolf berusia 29 tahun ini membuktikan dirinya sanggup bermain dengan solid. Dan percaya diri itu turut berperan menuntaskan misi yang ia mulai pada pekan ini.

 

 

”Jelas tidak mudah, tapi kondisinya memang sulit dan rasanya keadaan bisa berubah dengan seketika, jadi saya berusaha tetap fokus melakukan tiap pukulan dan putt. Kondisinya cukup menantang dengan angin yang berembus,” jelas Boutier.

Toh ia lekas meninggalkan para pesaingnya dengan langsung membukukan dua birdie di dua hole pertamanya, sebelum akhirnya menuntaskan sembilan hole pertama dengan 3-under dengan birdie di hole 5.

”(Birdie) itu agak tidak terduga. Jelas saya merasa bisa menangani beberapa hole pertama dengan sangat baik. Saya punya peluang (birdie yang) bagus di hole 1 dan putt (yang masuk) di hole 2 itu pastinya menjadi bonus,” ujarnya.

Nasa Hatoka, yang menjadi pesaing terdekat bagi Boutier praktis melepas kesempatan ini setelah hanya bermain even par di sembilan hole pertamanya. Sementara itu, meskipun sang juara bertahan Brooke Henderson bergerak ke 9-under berkat birdie di hole 4 dan 9, Boutier telah melangkah lebih jauh dan unggul lima stroke dari Henderson ketika melangkah ke sembilan hole kedua.

 

Brooke Henderson, Round 4 The Amundi Evian Championship 2023.
Bisa finis di tempat ke-2 setelah meraih kemenangan tahun 2023 merupakan prestasi yang tak kalah membanggakan bagi Brooke Henderson. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

Even par berkat bogey di hole 13 dan birdie di hole 15 membuat Boutier kian kukuh dan seakan telah menggenggam trofi dengan sebelah tangannya. Dan ketika ia mencatatkan par di hole terakhir, emosi pun tertumpah bercampur sukacita dalam siraman sampanye yang dihantarkan oleh rekan-rekannya sesama pegolf profesional di green hole 18 itu. Putri Perancis ini berhasil membawa kebanggaan bagi negaranya dengan kemenangan enam stroke

”Sejujurnya, inilah mimpi terbesar sejak saya mulai menyaksikan golf. Turnamen ini selalu menjadi turnamen yang sangat istimewa buat saya, bahkan hanya dengan menyaksikannya saat masih remaja. Bisa memegang trofi ini rasanya cukup sulit dipercaya!” tutur Boutier.

”(Kehadiran keluarga) membuat kemenangan ini terasa lebih baik lagi. Rasanya mereka sangat membantu saya pekan ini untuk bisa tetap melangkah dan menjauhkan pikiran saya dari golf ketika berada di luar lapangan.

”Rasanya sangat, sangat manis bisa membagikan kemenangan ini dengan mereka, dan pasti saya tidak bisa berada di sini tanpa mereka.”

 

Nasa Hataoka, Round 4 The Amundi Evian Championship 2023.
Nasa Hataoka harus kembali bersabar untuk meraih gelar Major pertamanya setelah bermain 1-over 72. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

Meskipun gagal menjadi pegolf pertama yang mempertahankan gelarnya sejak Laura Davies (1995, 1996), Henderson mengaku mulai memiliki strategi yang tepat untuk bermain di Evian Resort Golf Club. Dan finis T2 di belakang sang juara menjadi suatu prestasi tersendiri yang layak ia banggakan.

”Bisa finis di tempat ke-2 tahun ini terasa luar biasa setelah tahun lalu berhasil menang. Saya sangat bangga. Celine bermain dengan sangat luar biasa, jadi saya senang untuk pencapaiannya itu,” ujarnya.

”Senang bisa kembali bersaing dan berada di grup-grup terakhir ada akhir pekan dalam sebuah kejuaraan Major. … Saya tak sabar untuk mengambil jeda pekan ini dan kembali ke British (AIG Women’s Open) dan berharap bisa mendapatkan hasil yang serupa.”

Lima pemain menuntaskan pekan ini di peringkat ketiga. Selain Hataoka, yang akhirnya bermain dengan skor 72, Yuka Saso (70), Kim Alim (69) dan Gaby Lopez sama-sama mencatatkan skor total 277.

 

Atthaya Thitikul, Round 4 The Amundi Evian Championship 2023.
Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut Atthaya Thitikul finis di sepuluh besar pada ajang The Amundi Evian Championship. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

Sementara itu, Atthaya Thitikul kembali mencatatkan finis di sepuluh besar setelah menorehkan skor terendah putaran final, 6-under 65. Skor total 5-under 279 membuatnya finis di posisi T9, sekaligus menjadi sepuluh besar ketiga secara berturut-turut pada ajang ini. Setelah lolos cut dalam debutnya tahun 2017 ketika berusia 14 tahun, Thitikul mencatatkan finis terbaiknya dengan berada di peringkat ke-5 pada tahun 2021, lalu finis T8 (2022), dan T9 pada tahun ini.

”Entah kenapa, tapi saya pikir tiap datang ke sini selalu ada kenangan yang benar-benar bagus. Seperti bermain dalam ajang Major ketika berusia 14 tahun dan lolos cut juga. Jadi, seperti ini menjadi tempat pemberhentian favorit saya tiap tahun,” tutur pegolf yang telah mengoleksi dua gelar LPGA dan empat gelar Ladies European Tour ini.

Seperti halnya rekan-rekan profesional lainnya, Thitikul kini masih punya satu kesempatan lagi untuk memenangkan ajang Major pada tahun ini. Kurang dari dua pekan lagi, perhatian akan terarah ke ajang Major pamungkas tahun ini, AIG Women’s Open.

”Menurut saya dua minggu lagi pasti akan sangat berat, terutama di Skotlandia karena saya pikir kondisi di sana pasti akang sangat berangin juga. Dan lapangan links, seperti yang saya bilang, saya sekarang penggemar berat lapangan links, jadi semoga saja lapangannya bersikap ramah buat saya tahun ini,” tandasnya.