Hole tersulit, hole termudah, dan skor langka, inilah sejumlah angka yang mungkin luput dari pantauan publik dari kompetisi golf Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh-Sumut.

RALAT: Pada versi sebelumnya, kami menginformasikan bahwa eagle hanya tercipta satu kali. Setelah pengecekan ulang, skor eagle tercipta sebanyak tiga kali. Artikel di bawah sudah menyertai ralat tersebut. Mohon maaf atas kekeliruan data tersebut.

Semua kalangan, khususnya masyarakat golf Indonesia, mungkin sudah tahu bahwa DKI Jakarta keluar sebagai juara umum berkat raihan tiga medali emasnya. Atau bagaimana pasangan dari Bali menjuarai foursome putri. Atau bagaimana Kalimantan Timur bisa tampil mengejutkan, meski akhirnya harus puas dengan medali perak dan perunggu.

Namun, tahukah Anda mana hole tersulit di Royal Sumatra Golf Course? Berapa total birdie yang tercipta sepanjang kompetisi non-stop tujuh hari pada 12-18 September 2024 lalu? Lalu apa skor terbesar yang harus tertulis di kartu skor? Kami rangkumkan angka-angka menarik ini!

 

Tim DKI Jakarta, Pekan Olahraga Nasional XXI.
Dengan raihan tiga emas dan satu perak, Provinsi DKI Jakarta menjadi juara umum pada kompetisi golf PON XXI Aceh-Sumut. Foto: Dede Indra Susanto.

 

Angka-Angka dari Peserta
Selama tujuh hari, sebanyak 23 provinsi mengirimkan perwakilan mereka mengikuti kompetisi golf PON XXI Aceh-Sumut. Dari jumlah tersebut, 5 provinsi—tuan rumah Sumatera Utara, bersama Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur—menempatkan 7 atletnya.

Sementara itu, 5 provinsi lainnya—Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua—hanya menempatkan satu atletnya.

Dari 23 provinsi tersebut, ada 59 atlet putra dan 25 atlet putri yang menguji kemampuan mereka menaklukkan Royal Sumatra Golf Course.

Rayhan Abdul Latief tercatat sebagai peserta putra dengan peringkat dunia tertinggi, yaitu 188 menurut World Amateur Golf Ranking. Sementara dari putri, Kristina Natalia Yoko memiliki peringkat tertinggi, yaitu 245.

Akan tetapi, seperti halnya kompetisi mana pun, peringkat dunia tidaklah selalu bisa menjadi patokan. Gabriel Hansel Hari, yang mengawali pekan kompetisi di Medan itu di peringkat 230 berhasil menjuarai nomor individu setelah membukukan skor 69-71-68.

Sementara itu, Viera Permata Rosada, yang berperingkat 1224, menjadi yang terbaik untuk individu putri setelah bermain dengan skor 73-72-67. Skor 5-under 67 yang ia torehkan sekaligus menjadi skor terbaik yang dibukukan oleh seorang pegolf putri sepanjang kompetisi tersebut.

Pegolf asal Riau Farhan Fadillah menjadi satu-satunya pegolf yang mencatatkan delapan birdie dalam satu putaran. Farhan bahkan mencatatkan lima birdie berturut-turut dari hole 4 pada putaran final individu putra. Adapun duet Amadeus Christian Susanto dengan Nicholas Angga Wijanto menjadi satu-satunya pasangan yang menorehkan sembilan birdie dalam satu putaran foursome.

 

Papan Klasemen, Pekan Olahraga Nasional XXI.
Angka-angka pada papan klasemen ini menyimpan sejumlah catatan menarik sepanjang tujuh hari kompetisi nonstop di Royal Sumatra Golf Course. Foto: Dede Indra Susanto.

 

Tersulit dan Termudah
Dari tujuh nomor yang dipertandingkan, praktis hanya nomor beregu putri dan putra saja yang memanfaatkan skor individu dalam tiga putaran. Adapun skor pada nomor foursome putri dan putra, serta mixed-foursome merupakan hasil yang dimainkan, masing-masing, dalam dua putaran.

Par 3: Hole 15 menjadi hole par 3 tersulit bagi nomor individu putra. Skor rata-rata di hole ini ialah 3,598. Sementara bagi nomor individu putri hole 8 menjadi yang tersulit lantaran mencatatkan rata-rata 3,413 stroke.

Par 3 termudah bagi individu putra ada di hole 5 dengan rata-rata 3,084 stroke. Adapun hole 5 menjadi par 3 termudah untuk nomor individu putri. Skor rata-rata di sana ialah 3,000.

Hole 8 menjadi par 3 tersulit untuk nomor foursome putra dan putri. Bagi foursome putra, hole ini mencatatkan rata-rata 3,413 stroke, sedangkan skor rata-rata bagi foursome putri ialah 3,499.

Sementara dari mixed-foursome, par 3 tersulit ada di hole 15 dengan skor rata-rata 3,645. Hole 5 menjadi yang termudah dengan catatan 2,833.

Par 4: Hole 18 dengan rata-rata 4,801 stroke menjadi par 4 tersulit bagi individu putra, dengan hole 10 (4,152) menjadi yang termudah. Sedangkan bagi putri, hole 4 menjadi par 4 terberat dengan rata-rata 4,760 stroke, dan hole 1 (3,973) sebagai yang termudah.

Hole 4 juga terbukti menjadi yang paling sulit untuk foursome putra lantaran mencatatkan rata-rata 4,860 stroke. Bagi foursome putri, hole 18 menjadi par 4 paling berat dengan rata-rata 4,856 stroke. Par 4 termudah bagi foursome putra ada di hole 10 (3,960), sementara hole 1 dan hole 10 menjadi par 4 termudah bagi foursome putri dengan rata-rata 4,000 stroke.

 

Pasangan Jawa Barat, Bali, dan Kalimantan Timur, Foursome Putri PON XXI.
Putu Mayvil Handayani dan Meva Helina Schmit (dua di tengah) tidak perlu menciptakan birdie pada putaran final untuk naik podium dan meraih emas foursome putri. Foto: Dede Indra Susanto.

 

Hole 18 juga menjadi yang tersulit untuk nomor mixed-foursome karena butuh 4,812 stroke untuk menaklukkannya. Adapun hole 1 dengan catatan 3,937 stroke menjadi par 4 termudah.

Par 5: Hole 17 terbukti menjadi par 5 tersulit untuk nomor individu putra dan ketiga nomor foursome. Untuk individu putra, hole ini rata-rata dimainkan dengan 5,231 stroke. Adapun untuk nomor foursome putra, foursome putri, dan mixed-foursome, masing-masing, mencatatkan 4,940, 4,642, dan 4,973 stroke.

Skor Rata-Rata
Royal Sumatra Golf Course terbukti menjadi lapangan yang sulit dimainkan. Pengalaman kompetisi di panggung internasional tidak menjamin mereka mampu menaklukkan lapangan yang didesain oleh desainer kenamaan, Bob Moore—yang di antaranya juga mendesain Royale Jakarta Golf Club dan Suvarna Jakarta Golf.

Selain memperhatikan skor rata-rata di tiap par di sana, tingkat kesulitan lapangan, di antaranya, juga bisa terlihat dari skor rata-rata yang ditorehkan. Dari nomor individu putra, skor rata-rata yang tercipta ialah 78,768. Adapun dari individu putri lebih besar lagi, yaitu 79,200.

Putaran final foursome putra tercatat sebagai putaran dengan skor rata-rata terbesar, yaitu 79,960. Angka ini bahkan melampaui skor rata-rata putaran pertama dari individu putri, 79,800. Selain lapangan yang tidak mudah, format foursome, yang menuntut tiap pasangan memainkan bola yang sama, memang bukanlah format yang mudah.

Dalam pertandingan individu, tidak satu atlet pun yang mampu bermain tanpa bogey. Satu-satunya kartu skor tanpa bogey yang tercipta justru terjadi pada nomor foursome putra. Pasangan tuan rumah Rayhan Abdul Latief dan Asa Najib Bhakti menciptakan permainan tanpa bogey dengan enam birdie pada putaran pertama foursome. Sayangnya, permainan ini tidak cukup memberi mereka emas karena alasan yang bisa Anda simak pada bagian berikut ini.

 

Nicholas Angga Wijanto dan Amadeus Christian Susanto, Foursome Putra PON XXI.
Amadeus Christian Susanto dan Nicholas Angga Wijanto mencatatkan birdie terbanyak dalam satu putaran pada nomor foursome. Foto: Dede Indra Susanto.

 

Angka-Angka Krusial
Meva Helina Schmit dan Putu Mayvil Handayani tidak membutuhkan satu birdie pun pada putaran final foursome putri untuk memastikan mempersembahkan satu-satunya medali emas bagi Provinsi Bali lewat olahraga ini. Malahan mereka mendapat dua bogey dengan double bogey di hole terakhir.

Memang keduanya bukannya tidak menciptakan birdie sama sekali. Mereka menjadi pasangan dengan catatan birdie terbanyak pada nomor foursome putri ketika memainkan putaran pertama. Mereka menciptakan lima birdie dari hole 2, 6, 10, 15, dan 17. Mereka seharusnya bisa menjadi duet paling dominan di nomor ini kalau saja tidak mendapat tiga bogey dengan dua double bogey.

Lalu bagaimana mereka bisa meraih kemenangan yang mengejutkan tersebut? Double par yang didapat pasangan DKI Jakarta Kristina Natalia Yoko dan Sania Talita Wahyudi di hole terakhir menjadi hal yang turut memastikan kemenangan pasangan Bali tersebut.

Sementara itu, dari nomor foursome putra, double bogey di hole 18 mengubur harapan Rayhan Abdul Latief dan Asa Najib Bhakti untuk setidaknya memaksakan play-off dengan Amadeus Christian Susanto dan Nicholas Angga Wijono, yang sepanjang putaran final foursome putra menciptakan sembilan birdie dan dua bogey. Sembilan birdie itu sekaligus menjadi birdie terbanyak yang tercipta dalam 18 hole pada nomor foursome putra.

Skor Langka
Ada tiga skor langka yang tercipta sepanjang pekan di Medan itu. Yang pertama ialah hole-in-one. Pada putaran pertama mixed-foursome, Theodore Pradjoto Citoputra Tan berhasil memasukkan bola dengan satu pukulan di hole 13 par 3, ketika berpasangan dengan Michelle Mogi untuk Jawa Tengah. Bagi Theodore, hole-in-one ini merupakan yang kedua kalinya ia ciptakan dalam empat bulan terakhir. Yang pertama ia ciptakan pada putaran kedua Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2024 pada bulan Juni lalu.

Skor langka berikutnya terjadi pada nomor individu putra, di mana satu-satunya sextuple bogey, alias 6-over di satu hole, tercipta di hole 18 pada putaran final.

Terakhir ialah eagle. Hanya ada tiga eagle yang tercipta sepanjang tujuh hari di Medan. Dua eagle pertama ditorehkan oleh Sania Talita Wahyudi dan Viera Permata Rosada di hole 11. Keduanya sama-sama menciptakan eagle tersebut pada putaran pertama nomor individu putri. Skor yang bernilai 2-under yang ketiga tercipta pada putaran pertama foursome putra, buah kombinasi permainan Rayhan Abdul Latief dan Asa Najib Bhakti di hole 18 par 5.

 

Theodore Pradjoto Citoputra Tan dan Michelle Mogi, Mixed-Foursome PON XXI.
Berpasangan dengan Michelle Mogi (kiri), Theodore Pradjoto Citoputra Tan menorehkan hole-in-one di hole 13 pada putaran pertama mixed-foursome. Foto: Dede Indra Susanto.

 

Birdie, Bogey, Double Bogey …
Mengingat atlet putra jauh lebih banyak daripada atlet putri, tidaklah mengherankan jika jumlah birdie dan bogey yang tercipta jauh lebih banyak ketimbang rekan-rekan putri mereka. Dari individu putra, tercatat 351 birdie dengan 899 bogey. Sementara dari nomor individu putri, yang hanya diikuti 25 pegolf, hanya 114 birdie dan 398 bogey yang tercipta.

Angka ini menjadi lebih sedikit lagi jika melihat nomor foursome. Salah satu faktornya, tentunya, jumlah pasangan yang bertanding tidak lagi sebanyak jumlah individu yang berkompetisi. Selain itu, mereka juga bertanding hanya dalam 36 hole. Hanya ada 25 pasangan untuk foursome putra, dengan 7 pasangan untuk foursome putri, dan 24 pasangan pada mixed-foursome.

Dengan kondisi demikian, kita mendapati total birdie pada foursome putra mencapai 107, dengan 224 bogey, 53 double bogey, serta 11 triple bogey atau lebih buruk. Dari nomor foursome putri, tercatat hanya 17 birdie dengan 66 bogey dan 9 double bogey, serta 2 triple bogey atau lebih buruk. Skor terburuk dari foursome putra? Quadruple bogey, yang terjadi sekali pada putaran final. Quadruple bogey juga tercipta satu kali pada putaran final foursome putri.

Sementara untuk nomor mixed-foursome, 88 birdie dan 232 bogey tercipta, plus 52 bogey dan 13 triple bogey atau lebih buruk. Uniknya, pada nomor terakhir ini, ada dua skor quintuple bogey, alias 5-over dalam satu hole, yang tercipta. Skor itu tercipta, masing-masing, sekali pada tiap putaran.

Selain skor langka yang sudah dibahas di atas, kompetisi selama tujuh hari di Royal Sumatra Golf Course berhasil menciptakan total 677 birdie dengan 1.639 bogey, 422 double bogey, 81 triple bogey, 24 quadruple bogey, dan 6 quintuple bogey.