Lima pegolf tuan rumah menikmati start yang solid dengan bermain under pada putaran pertama Indonesia Women’s Open presented by BTN.

Indonesia mencatat hasil positif pada putaran pertama Indonesia Women’s Open presented by BTN. Kristina Natalia Yoko, Sania Talita Wahyudi, Patricia Walanda Sinolungan, Meva Helina Schmit, dan Holly Victoria Halim berhasil mengawali turnamen pekan ini dengan mengemas skor under.

Yoko dan Sania mencatatkan skor terbaik bagi Indonesia dengan sama-sama menorehkan skor 4-under 68. Adapun Patricia mencatatkan skor 70, sementara Meva dan Holly menutup putaran pertama mereka dengan skor 71.

Keberhasilan kelima pemain ini sekaligus menjadi peningkatan yang cukup signifikan, mengingat tahun lalu hanya ada dua pegolf Indonesia yang mencatatkan skor under.

Selain itu, sebagian besar pemain ini berhasil menampilkan permainan yang lebih meyakinkan. Yoko, misalnya, bermain satu stroke lebih baik ketimbang skor 69 yang ia raih tahun 2025 lalu, berkat kombinasi tujuh birdie dan tiga bogey. Sania bahkan bermain delapan stroke lebih baik daripada penampilannya tahun lalu ketika ia mengawali dengan skor 74, setelah tadi ia mengemas empat birdie dengan hanya satu bogey.

 

Sania Talita Wahyudi, Round 1 IWO 2026.
Sania Talita Wahyudi bermain delapan stroke lebih baik ketimbang putaran pertama edisi 2025. Foto: Yongki Hermawan.

 

Patricia (73) dan Meva (77) juga mencatatkan skor pembuka yang lebih baik daripada penampilan mereka tahun lalu. Patricia mengemas lima birdie dengan tiga bogey untuk skor 70, sementara Meva mencatatkan tiga birdie dan dua bogey untuk skor 71.

Sementara itu, meskipun Holly harus mencatatkan satu stroke lebih banyak ketimbang saat menorehkan skor 70 pada edisi 2025, skor 71 pada hari pertama tetap menjadi awala yang positif baginya.

Tren serupa juga sebenarnya dialami oleh beberapa pemain. Tatiana Wijaya (72/81), Rayi Geulis Zullandari (73/77), Putri Aisyah Amani (75/76), Fausta Bianda (75/80), Bianca Naomi Amina Laksono (75/76), Ni Putu Alida Brigitte Lie (76/80), atau Dea Mahendra (76/85) menunjukkan peningkatan skor ketimbang pada edisi 2025.

Meski demikian, para pegolf Indonesia ini mesti berjuang kerasa pada putaran kedua ini untuk memastikan melangkah ke putaran final. Tahun lalu, hanya mereka yang bermain maksimal 4-over yang bisa melangkah ke putaran final.

 

Hwang Yeon-seo, Round 1 IWO 2026.
Hwang Yeon-seo menjadi satu dari hanya dua pegolf yang mampu bermain tanpa bogey. Ia kini unggul satu stroke atas Dottie Ardina dari Filipina. Foto: Yongki Hermawan.

 

Sementara itu, pegolf KLPGA Tour Hwang Yeonseo tampil sebagai pemuncak klasemen sementara berkat torehan tujuh birdie dan tanpa bogey satu pun. Ia menjadi salah satu dari hanya dua pegolf yang bermain tanpa bogey di Damai Indah Golf BSD Course. Pegolf lainnya yang bermain tanpa bogey ialah pegolf China Taipei Lee Hsin.

Hwang, yang sejauh ini baru mengoleksi satu kemenangan sejak beralih profesional pada 2021 ini, mencatatkan empat birdie di sembilan hole pertama dan tiga birdie di sembilan hole terakhir untuk memimpin satu stroke atas pegolf Filipina Dottie Ardina.

”Saya tidak melakukan kesalahan besar selama putaran pertama ini. Pukulan iron saya juga akurat sehingga saya bisa menciptakan banyak peluang birdie dari jarak dua meter, yang memungkinkan saya untuk menciptakan banyak birdie,” tutur Hwang.

Pegolf amatir asal Jepang, yang baru berusia 18 tahun, Tsukiha Nakashima untuk sementara tampil sebagai pegolf amatir terbaik pada akhir putaran pertama. Ia mengemas enam birdie dengan satu bogey untuk skor 5-under 67 dan untuk saat ini berbagi tempat ketiga bersama rekan senegaranya, Junna Okuyama dan pegolf Korea Park Sohye.

 

Tsukiha Nakashima, Round 1 IWO 2026.
Pegolf amatir Tsukiha Nakashima meramaikan persaingan setelah mengemas enam birdie dan satu bogey pada putaran pertama. Foto: Yongki Hermawan.