Ciputra Golfpreneur Foundation melanjutkan komitmen mereka di panggung regional dengan kembali menghadirkan Ciputra Golfpreneur Tournament pada 26-29 Agustus 2026.
Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) menegaskan komitmen mereka di kancah regional dengan kembali menggelar Ciputra Golfpreneur Tournament. Turnamen ini memasuki edisi ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2014 silam dan akan kembali digelar di Damai Indah Golf BSD Course pada 26-29 Agustus 2026.
Kepastian yang diumumkan lewat jumpa pers pada Jumat (24/7) lalu ini makin memperpanjang rekam jejak turnamen ini di sirkuit Asian Development Tour (ADT), setelah pada edisi ke-9 pada 2023 ajang ini menjadi satu-satunya turnamen yang paling konsisten digelar di sirkuit yang sama, melampaui Taifong Open (2014-2019, 2022).
Adapun dengan total hadiah yang diperebutkan, US$150.000, Ciputra Golfpreneur Tournament masih menjadi ajang ADT yang menyediakan hadiah terbesar di Indonesia. Bahkan total hadiah tersebut menempatkan ajang ini di peringkat kelima turnamen dengan hadiah terbesar pada kalender musim ini—di belakang Aramco Invitational Tournament (US$275.000), Bangkok Classic (sekitar US$221.000), PKNS Selangor Masters (US$175.000), dan am green IGPL Morocco Rising Stars (US$160.000), setidaknya hingga per 26 Juli.

Keputusan CGF untuk mempertahankan Ciputra Golfpreneur Tournament dalam Kalender ADT menegaskan komitmen jangka panjang mereka dalam mempersiapkan bakat-bakat muda dalam negeri dan regional untuk lebih siap bersaing di level yang lebih tinggi.
”Dengan mendapatkan kesempatan bertanding dalam sebuah turnamen internasional di Indonesia tidak hanya memberikan pengalaman baru, tapi juga membuka exposure dan wawasan para atlet Indonesia, sehingga mereka siap untuk berkompetisi di turnamen-turnamen internasional lainnya,” ujar Ketua CGF Nararya Ciputra Sastrawinata.
Hingga sepuluh penyelenggaraan, prestasi terbaik Indonesia ialah ketika William Sjaichudin berhasil mencapai finis di posisi kedua pada edisi 2014. Meningkatnya kualitas pegolf, bahkan di level ADT, jelas menjadi tantangan yang makin besar lagi bagi pegolf tuan rumah untuk berprestasi.
Meski demikian, Kevin Caesario Akbar, menegaskan optimisme bahwa pegolf Indonesia masih punya kapasitas untuk bersaing dengan para pegolf regional. ”Bermain di lapangan yang kerap kita mainkan sejak masih junior memang ikut menciptakan rasa penasaran. Tapi menurut saya kualitas teknik pemain Indonesia tidak jauh berbeda dengan pemain-pemain asing,” ujarnya.

Pegolf yang telah mengoleksi satu gelar ADT, lewat kemenangannya pada The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura pada 2023 ini juga mengungkapkan antusiasmenya menyambut Ciputra Golfpreneur Tournament tahun ini.
”Sebagai atlet CGF, ini menjadi turnamen yang paling saya nantikan setiap tahunnya. Ada rasa penasaran karena sampai sekarang masih belum bisa menembus sepuluh besar,” tutur Kevin, yang tahun lalu mencatatkan skor total 14-under 274 untuk finis di posisi T14.
”Belakangan ini saya berusaha untuk mengubah pendekatan saya terhadap lapangan ini karena untuk bisa bersaing dengan para pemain luar, kita mesti berani bermain lebih agresif.”
Optimisme serupa juga dilontarkan oleh atlet CGF lainnya, Naraajie Emerald Ramadhanputra. ”Sebelumnya saya pernah menang di lapangan ini, meskipun bukan pada turnamen Ciputra Golfpreneur Tournament. Jadi, saya akan berusaha bermain sebaik mungkin untuk bisa tampil maksimal kali ini,” tutur pegolf yang sukses kembali ke Asian Tour ini.

Teddy Jubilant, yang hadir mewakili ADT, menyampaikan apresiasi terhadap Ciputra Group, CGF, dan Damai Indah Golf yang masih melanjutkan komitmennya dengan memastikan gelaran edisi ke-11 ini.
”Turnamen ini telah menghasilkan beberapa pemenang yang luar biasa. Tahun lalu Matt Killen, pegolf dari Inggris menjadi juara dan saat ini dia menjadi salah satu pegolf kami yang memiliki potensi besar. Tahun lalu dia finish 10 Besar di Order of Merit ADT dan sekarang main di Asian Tour,” ujar Teddy.
Bagi PGA Tour Indonesia, kembalinya Ciputra Golfpreneur Tournament tahun ini juga menjadi kesempatan penting bagi para pegolf Indonesia untuk kembali bersaing dengan para pegolf regional.
”Dengan 40 slot untuk pemain lokal dan juga jumlah hadiah yang sangat besar, Ciputra Golfpreneur Tournament kembali memberi kesempatan bagi para pemain kita untuk bisa menampilkan permainan terbaiknya. Beberapa pegolf profesional kita sudah mempunyai mental juara, dan secara teknis permainan mereka pun tidak kalah. Namun, yang harus ditingkatkan adalah konsistensi permainan dari putaran pertama sampai final,” tutur Ketua PGA Tour Indonesia Agus Triyono.
Siapa saja yang telah menjuarai Ciputra Golfpreneur Tournament?
2025 – Matt Killen (Inggris) 66-65-64-68, 25-under 263
2024 – Liu Yung-hua (China Taipei) 69-68-64-65, 22-under 266
2023 – Yuvraj Singh Sandhu (India) 67-64-69-65, 23-under 265
2022 – Suteepat Prateeptienchai (Thailand) 66-67-68-63, 21-under 267
2019 – Kim Joohyung (Korea) 69-68-66-67, 18-under 270 (menang play-off atas Mardan Mamat asal Singapura)
2018 – Miguel Carballo (Argentina) 68-68-72-64, 16-under 272 (menang play-off atas Amir Nazrin asal Malaysia dan Poom Pattaropong dari Thailand)
2017 – Masaru Takahashi (Jepang) 69-66-70-64, 19-under 269
2016 – Oscar Zetterwall (Swedia) 69-66-64-69, 20-under 268 (menang play-off atas Johannes Veerman asal Amerika Serikat)
2015 – Michael Tran (Vietnam) 70-66-66-68, 18-under 270
2014 – James Byrne (Skotlandia) 64-74-69-64, 17-under 271


