Jay Choi membukukan skor terendah putaran pertama ajang flagship JGTO, BMW Japan Golf Tour Championship Mori Building Cup 2022.

Sekitar 13 tahun silam, pegolf Amerika Jay Choi nyaris berhenti melakoni kiprah profesionalnya pada olahraga golf. Bertanding pada sejumlah Tour mini di Amerika, pegolf yang juga berdarah Korea ini tak kunjung mencapai sukses yang ia harapkan.

Namun, keputusannya untuk terbang ke Negeri Matahari terbit terbukti membangkitkan kembali gairahnya. Setelah mengikuti Qualifying School, Choi memastikan keanggotaannya pada Japan Golf Tour Organiation (JGTO) untuk musim 2010.

Kini pegolf yang telah berusia 38 tahun ini tampil sebagai pimpinan klasemen turnamen flagship JGTO, BMW Japan Golf Tour Championship Mori Building Cup. Pada akhir putaran pertama dari ajang yang menyediakan hadiah sebesar ¥150 juta (sekitar Rp16,7 milyar) ini, Choi sukses menorehkan skor 6-under 65 untuk memegang keunggulan satu stroke atas Kensei Hirata.

Permainan Choi terbilang cepat panas. Ia berhasil menorehkan lima birdie di sembilan hole pertamanya, termasuk empat secara berturut-turut dari hole 3, sebelum akhirnya membukukan birdie keenamnya di hole 16 dan berada di posisi teratas untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun. Kali terakhir ia berada di posisi serupa terjadi pada ajang Japan Open 2012, namun kemudian ia harus finis di posisi T38.

”Saya hanya memainkan pukulan demi pukulan. Kebetulan saja beberapa putt bisa masuk. Buktinya saya masih meleset di beberapa hole,” ujarnya. ”Pukulan saya solid. Mungkin pukulan saya hanya meleset dari tiga green. Permainan hari ini jelas permainan untuk memanajemen golf dengan baik.”

Meskipun membuka peluang untuk membawa pulang ¥30 juta sebagai hadiah juara, lima tahun keanggotaan JGTO, BMW IX XDrive50, dan tiket mengikuti BMW International di Jerman pada DP World Tour, dan ZOZO CHAMPIONSHIP pada PGA TOUR, Choi terlihat kalem.

 

Brad Kennedy, Round 1 JGT Championship 2022.
Tiga birdie dan satu bogey menempatkan Brad Kennedy di posisi T8 pada klasemen sementara. Foto: JGTO Images.

 

”Saya merasa bersemangat terlepas dari finis yang bakal saya raih. Finis saya juga tergantung bagaimana pemain lainnya. Bukan saya saja yang akan melakukan hal serupa,” ujar Jay, yang sejauh ini baru memenangkan ajang Totoumi Hamamatsu Open 2012.

Bermain pada ajang pekan ini ikut mengingatkannya pada perjalanannya yang panjang, 13 tahun silam. ”Saya mulai main golf saat berusia 9 tahun di Korea dan langsung jatuh cinta pada olahraga ini. Saya suka melihat bagaimana program golf junior di Amerika banyak tersedia di sana 30 tahun lalu, jadi saya memutuskan pindah ke AS dan main golf di sana, sampai beralih pro.

”Begitu beralih pro, Anda akan mencari turnamen yang bisa diikuti. Saya sempat beberapa kali berpikir untuk berhenti. Namun, saya bertahan dan kemudian menemukan Jepang. Saya langsung mencintai Japan Tour dan memutuskan tidak ke mana-mana lagi sejak saat itu.”

Sementara itu, permainan solid juga ditampilkan oleh Brad Kennedy. Sekali lagi, nama pegolf Australia ini meramaikan jajaran atas papan klasemen. Berbekal tiga birdie dan satu bogey, pemegang tiga gelar JGTO ini kini menempati posisi T8, empat stroke di belakang Choi.

”Berbekal beberapa penampilan bagus akan membuat Anda lebih yakin,” tutur Kennedy, yang finis di jajaran lima besar dalam dua turnamen terakhir, termasuk ajang Gateway to The Open Mizuno Open pekan lalu. ”Menurut saya penampilan bagus itu juga bisa membuat Anda bisa lebih lepas karena tahu sudah bermain dengan baik dan bisa mengendalikan permainan sebaik mungkin.

”Hari ini saya memukul ke banyak fairway, punya beberapa peluang, namun gagal memukul lebih banyak ke green.”